Poptren.suara.com - Bulan adalah satelit alami Bumi yang menerangi malam dengan cahayanya yang dipantulkan dari matahari. Satelit merupakan objek langit yang mengorbit sebuah planet karena tarikan gravitasi planet tersebut.
Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu 27 hari, 7 jam, 43 menit, dan 11,5 detik, yang sejalan dengan siklus bulan. Tepat pada waktu yang sama, Bulan juga berputar pada sumbunya sendiri, sehingga hanya satu sisi permukaannya yang terlihat dari Bumi, mencakup sekitar 59 persen dari total permukaannya.
Keadaan di mana periode rotasi dan revolusi Bulan sejalan ini disebut "penguncian pasang" atau "penguncian gravitasi". Ini adalah fenomena umum dalam sistem gravitasi planet di mana gaya tarik dan pasang dari planet mengunci rotasi satelitnya.
Fenomena penguncian pasang ini muncul akibat torsi yang dihasilkan oleh gravitasi Bumi pada Bulan. Bulan merespon dengan melambatkan rotasinya hingga mencapai keseimbangan dengan periode orbitnya.
Permukaan Bulan terdiri dari lapisan bahan seperti pasir, yang memberikan kilauan pada pemandangan. Ada daerah di permukaan Bulan yang tidak pernah menerima sinar matahari sejak pembentukannya, meliputi sekitar 15.000 km persegi dan memiliki kawah serta punggungan retak.
Pada tahun 1959, ilmuwan berhasil mendapatkan gambar bagian belakang Bulan melalui misi Luna 3, sebuah wahana antariksa tak berawak. Luna 3 mengambil gambar menggunakan sistem Yenisey-1 Photographic-TV Imaging System. Dalam gambar tersebut, sekitar 70 persen bagian belakang Bulan terlihat memiliki pegunungan, dan terdapat dua wilayah gelap yang diberi nama Mare Moscovrae (Laut Moskow) dan Mare Desiderii (Laut Mimpi).
Meskipun demikian, kita dapat melihat sedikit bagian lain dari Bulan karena fenomena yang disebut "librasi bulan". Librasi bulan terjadi karena orbit Bulan yang sedikit miring terhadap Bumi, memungkinkan kita melihat sedikit variasi di permukaan Bulan dari waktu ke waktu.