Poptren.suara.com - Menjalani aktifitas yang panjang tentunya akan memberikan rasa lelah karena energi terkuras banyak. Rasa lelah yang dirasakan tentu bukan hanya lelah fisik, tapi juga lelah pikiran dan perasaan.
Tidur biasanya menjadi pilihan untuk mengurangi rasa lelah. Tapi tidur bukan solusi untuk lelah pikiran dan perasaan. Rasa lelah secara psikologis tidak cukup dipulihkan dengan tidur. Dr Saundra Dalton-Smith, ahli kesehatan asal Amerika Serikat, memaparkan rasa lelah secara menyeluruh atau “burn out” terjadi secara fisik dan psikis. Artinya energi pada tubuh habis bukan hanya untuk pergerakan, tetapi juga pikiran, perasaan, bahkan interaksi dengan orang lain.
Saundra Dalton mengembangkan jenis-jenis istirahat yang diklaim bisa mengatasi burn out, yang ia tulis dalam buku Sacred Rest: Recover Your Life, Renew Your Energy, Restore Your Sanity. Jenis-jenis istirahat yang dimaksud ialah :
1. Istirahat fisik
Istirahat jenis ini adalah yang paling dasar dan penting untuk dilakukan. Kenapa ? Karena energi habis untuk pergerakan tubuh. Istirahat fisik dibagi menjadi dua, yaitu istirahat fisik aktif dan pasif. Tidur siang dan tidur malam termasuk ke dalam istirahat pasif.
Sedangkan istirahat fisik aktif adalah berkegiatan restoratif seperti yoga, pilates, peregangan, dan terapi pijat. Tujuannya untuk melancarkan sirkulasi darah dan pernapasan, serta merelaksasi tubuh, serta tidak membuat otot-otot tegang dan lelah.
2. Istirahat emosional
Terkadang menjauh dari dari kewajiban menyenangkan orang lain dan fokus pada menyenangkan diri sendiri adalah perlu. Menjadi seorang “people pleaser” memang memakan banyak energi dan berujung pada perasaan burn out. Dengan kata lain, mengutamakan diri sendiri di atas perasaan orang lain adalah bentuk istirahat emosional yang perlu dilakukan.
Bentuk istirahat satu ini bisa dimulai dengan tidak memendam perasaan, bersikap terus terang, menolak ajakan yang tidak diinginkan serta melakukan hal yang diinginkan.
Baca Juga: Hal Ini yang Membuat Luka Secara Emosional Lebih Susah Sembuh Dibandingkan Luka Fisik
3. Istirahat mental
Artinya membersihkan kepala dari pikiran-pikiran yang membebankan yang tidak bisa ditangani hanya dengan tidur. Caranya adalah menjauh sejenak dari lingkungan untuk sementara, setidaknya 30 menit. Juga jauhkan diri dari ponsel dan komputer, fokus pada diri sendiri, latih ketenangan diri dengan memejamkan mata selama semenit setiap hari.
4. Istirahat sosial
Mirip dengan istirahat emosional, istirahat ini juga berkaitan dengan lingkungan sosial, dimana sumbernya berasal dari banyaknya interaksi dan ambiguitas dari masing-masing hubungan tersebut. Apabila salah satu hubungan yang dimiliki hanya membawa masalah dan menyulitkan, maka berhentilah menjalani hubungan tersebut.
5. Istirahat sensorik
Jenis istirahat ini ditujukan untuk indra sensor akibat dari gangguan teknologi, cahaya komputer, musik, atau percakapan orang ramai yang memberikan perasaan kewalahan karena semuanya ditangkap oleh indra. Cara istirahat ini adalah lakukan dengan menutup layar komputer dan ponsel, mematikan musik, menjauh dari keramaian, lalu menutup mata sejenak.