Poptren.suara.com - Sempat heboh profesi pacar sewaan di Jepang beberapa tahun belakangan.
Di Indonesia, profesi pacar sewaan dan pacar virtual mulai menjamur, di Instagram mulai dijajakan pacar sewaan ataupun pacar virtual berbayar.
Cerita tentang mahasiswa laki-laki ini misalnya, Rian (bukan nama sebenarnya).
Rian menolak disebut pekerja seks komersial, sebab layanannya hanya berpura-pura menjadi pacar.
Rian memiliki pekerjaan sambilan yang mereka lakukan setiap harinya, mahasiswa ini menjalani pekerjaan menjadi seorang pacar sewaan.
Tak disangka, pekerjaan yang awalnya iseng ini, malah menjadi lahan bisnis yang menguntungkan.
Bahkan, permintaan untuk menjadi pacar sewaan, datang setiap hari dari berbagai klien.
Hasilnya tak tanggung-tanggung, mereka bisa meraup untung hingga Rp100 juta sebulan.
Awalnya hanya iseng menjadi pacar sewaan di sela-sela kesibukan kuliah
Raihan membuka jasa pacar sewaan untuk menambah uang jajan.
Namun siapa sangka, keisengannya justru membawa rezeki.
Permintaan untuk menjadi pacar sewaan terus datang menghampiri.
Saking larisnya, Rian mematok tarif sekitar Rp 1,1 juta per jam untuk jasa sewa pacar tersebut.
Pemuda berusia 22 tahun ini akan memberikan layanan bak seorang pacar seperti ngobrol lewat telepon, video call, atau menemani kencan.
Sekarang, dalam satu hari Rian bahkan bisa melayani lima klien yang memintanya untuk menjadi pacar sewaan.
"Makin lama durasi pertemuan, semakin mahal tarifnya kak," ujar Rian saat di DM akun instagramnya kepada Poptren.suara.com, Rabu (20/9/2023).
Rian sendiri tak berani terlalu banyak menerima klien karena takut tidak bisa mengatur waktu.
Terlebih saat ini dia juga masih kuliah.
Pelanggan yang memakai jasa pacar sewaan Rian pun berasal dari berbagai kalangan.
Mulai dari pekerja, pesohor, hingga orang yang sudah menikah menjadi klien Rian.
"Ada pelanggan yang beberapa kali memakai jasa saya, ada juga yang sekali saja. Ada juga yang sanggup membayar sewa untuk teman liburan ke luar negeri. Tapi kalau saya harus menemani liburan, saya akan mengajak beberapa teman untuk menjaga keselamatan saya," kata Rian.
Kendai demikian, Raihan menegaskan bahwa ia tidak menerima tawaran sewa untuk perbuatan terlarang seperti berhubungan badan hingga menemani masturbasi.
Rian menolak tidak ingin terikat komitmen jika ada yang benar-benar naksir padanya.
Dalam sebulan, bisa meraup penghasilan sekitar atau sekitar Rp 98 juta.
"Sekarang, saya akan menerima tawaran itu jika saya punya waktu (karena saya sudah mulai bekerja) dan jika tidak memakan waktu terlalu lama," katanya.
Mirip dengan Rian, pemuda bernama Heri (bukan nama sebenarnya) juga menyediakan jasa sebagai pacar sewaan.
Heri memanfaatkan popularitasnya di kampung untuk melayani jasa pacar pura-pura.
Rian tidak melayani jasa yang berbau kegiatan seksual."Pelanggan saya dari berbagai kalangan. Ada laki-laki dan perempuan. Ada artis, pesohor, dan masih banyak lagi, dan tidak boleh ada kegiatan seksual, " pungkasnya.