Wayang Kautaman Pentaskan 'Soyta Gandhewa' 9-10 April di TMII

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 07 April 2016 | 09:59 WIB
Wayang Kautaman Pentaskan 'Soyta Gandhewa' 9-10 April di TMII
Jumpa pers jelang pertunjukan 'Soyta Gandhewa' di Gedung Theatre Kautaman. (dok Wayang Kautaman)

Suara.com - Kelompok Wayang Kautaman akan kembali ke panggung pewayangan menyuguhkan pertunjukan agung nan adiluhung yang dikemas menarik dan modern dengan lakon 'Soyta Gandhewa', Sabtu dan Minggu, 9 dan 10 April 2016. Mereka akan pentas di Theatre Kautaman, Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Produser Wayang Kautaman, Ira Surono mengungkapkan sisi menarik dari pertunjukan ini terletak pada proses kreatif dan kekinian. Namun tidak meninggalkan tradisi wayang itu sendiri.

"Dari sisi plotnya, iringan musik (karawitan), busana, semua kami garap dengan detil bersama-sama, diskusikan bersama hingga akhirnya kami mendapatkan wujud pagelaran wayang ini," katanya.

Ira menjelaskan pertunjukan ini digelar dalam rangka pentas tahunan, sekaligus menyambut genap 12 tahun penghargaan yang diberikan kepada Wayang Indonesia pada 2013, sebagai Karya Agung Budaya Dunia oleh UNESCO.

"Tahun lalu, Wayang Kautaman sukses mementaskan lakon 'Yudhakala Tresna'. Untuk tahun ini kami memilih judul Sotya Gandhewa dari kisah Mahabaratha. Persiapannya cukup panjang, sekitar 4 bulan terakhir kami fokus latihan, kurang lebih sudah 30 kali latihan. Saya bangga dengan seluruh anggota tim karena mereka memiliki komitmen dan disiplin yang tinggi demi memberikan penampilan terbaik," katanya.

Sutradara Wayang Kautaman, Nanang HP mengungkapkan "Sotya Gandhewa" mengangkat kisah Durna, Arjuna, dan Ekalaya yang merupkan tokoh Maha Guru dan Ksatria-ksatria hebat dan luar biasa.

"Dari sisi cerita, Sotya artinya mata atau bisa diartikan permata sedangkan Gandhewa artinya busur. Kita akan bicara soal busur panah. Soal ksatria-ksatria yang mengandalkan busur panah. Ada Durna, Ekalaya, Arjuna.Mengenai bagaimana kisah lengkapnya, nanti nonton tanggal 9 dan 10 April," ujarnya.

Nanang mengungkapkan "Sotya Gandhewa" digarap dengan mempertimbangkan semua unsur keaktoran dan pola-pola baru yang berbeda dengan wayang tradisi, alur dan plot yang menggunakan pendekatan pada alur teater atau drama, iringan musik yang digarap berbeda dari pertunjukan wayang orang biasanya.

Penata Musik, Blacius Subono menambahkan, hampir 90 persen karya yang disusunnya kali ini adalah karya baru dan spontanitas.

"Hampir 80 persen saya susun (musiknya) secara spontan. Jadi pada saat latihan baru kami buat. Ini berbeda dari pertunjukan-pertunjukan wayang yang biasanya iringan musiknya sudah disusun dari awal. Kami berharap spontanitas dalam berkarya ini akan menumbuhkan warna yang berbeda dalam pertunjukan nanti," ujarnya.

Dari sisi busana, Penata Busana Ali Marsudi mengungkapkan untuk wayang kautaman, ini terjadi banyak perubahan atau eksplorasi busana para pemain. Terutama pada penciptaan perpaduan warna dimana satu tokoh akan mengenakan perpaduan dua kain batik.

"Hal yang jarang dilakukan kelompok wayang orang lainnya adalah eksplorasi menggunakan dua kain untuk satu tokoh. Ini beda dengan wayang orang tradisi yang hanya menggunakan satu kain. Dengan modifikasi dua kain, diharapkan akan muncul karakter baru, warna baru, rasa baru yang akan mengikuti perkembangan jaman ini," katanya.

Kekayaan Budaya Wayang

Ketua Umum Organisasi Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Pusat, Kondang Sutrisno sangat mengapresiasi inisiatif Wayang Kautaman dalam melestarikan seni tradisi khususnya wayang orang. Didukung sederetan generasi muda pada sutradara, produser, pemain-pemain, ia berharap pertunjukan ini semakin memperkaya budaya wayang di Indonesia.

"Produsernya masih muda, sutradaranya masih muda, seniman-senimannya punya karakter yang kuat. Ini sesuai motto Pepadi untuk melestarikan dan mengenalkan wayang kepada generasi muda," katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Umum Senawangi, Suparmin menyambut positif upaya Wayang Kautaman dalam memperkaya, menampilkan format baru sebuah pertunjukan wayang orang, tanpa meninggalkan tradisi wayang klasik dan orisinalitas atau tuntutan ceritanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serunya Mengenal Dunia Pewayangan di Acara Spesial Ini

Serunya Mengenal Dunia Pewayangan di Acara Spesial Ini

Lifestyle | Sabtu, 20 Februari 2016 | 18:13 WIB

Revisi RUU Kebudayaan Diharap Mengacu pada Peninggalan Sejarah

Revisi RUU Kebudayaan Diharap Mengacu pada Peninggalan Sejarah

DPR | Senin, 07 Desember 2015 | 19:00 WIB

Bahkan, Anak SD di Bulgaria Pun Takjub Melihat Wayang

Bahkan, Anak SD di Bulgaria Pun Takjub Melihat Wayang

Lifestyle | Sabtu, 14 November 2015 | 11:31 WIB

Daur Ulang "Jangan Kau Pergi", Wayang Usung Jazz dan Blues

Daur Ulang "Jangan Kau Pergi", Wayang Usung Jazz dan Blues

Entertainment | Kamis, 12 November 2015 | 16:31 WIB

Maudy Kusnaedi Stres Harus Nembang Jawa

Maudy Kusnaedi Stres Harus Nembang Jawa

Entertainment | Minggu, 08 November 2015 | 03:09 WIB

Main Wayang Orang, Dede Yusuf Dibayar Rp75 Ribu

Main Wayang Orang, Dede Yusuf Dibayar Rp75 Ribu

Entertainment | Sabtu, 07 November 2015 | 23:35 WIB

Sasar Generasi Muda, Festival Wayang Dikemas Secara Berbeda

Sasar Generasi Muda, Festival Wayang Dikemas Secara Berbeda

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2015 | 11:15 WIB

Tonton Festival Wayang Nusantara di Museum Wayang Yuk

Tonton Festival Wayang Nusantara di Museum Wayang Yuk

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2015 | 05:49 WIB

Anang Hermansyah: RUU Kebudayaan Bukan untuk Mengatur Ekspresi

Anang Hermansyah: RUU Kebudayaan Bukan untuk Mengatur Ekspresi

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 06:41 WIB

RUU Kebudayaan Diharap Dapat Berikan Payung Hukum bagi Seniman

RUU Kebudayaan Diharap Dapat Berikan Payung Hukum bagi Seniman

DPR | Kamis, 27 Agustus 2015 | 20:12 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×