Apresiasi Pejuang Kesehatan Terhadap Kaum Marjinal

Tomi Tresnady

Senin, 01 Mei 2017 | 05:04 WIB
Apresiasi Pejuang Kesehatan Terhadap Kaum Marjinal
Suasana kawasan kumuh di Jakarta. Foto diambil pada Selasa (20/9/2016). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Hingga September 2016, penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 10,7 persen atau sebanyak 27,76 juta orang. Sementara, jumlah penduduk miskin perdesaan mencapai 13,96 persen atau sebanyak 17,28 juta orang.

Jumlah tersebut cukup tinggi sehingga berdampak pada kualitas hidup masyarakat, terutama pada bidang kesehatan.

Dengan jumlah angka kemiskinan yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, maka dibutuhkan kerjasama pemerintah, swasta dan masyarakat dalam meningkatkan status kesehatan penduduk Indonesia. 

Salah satu bentuk upaya penanganan terhadap masalah kesehatan masyarakat terwujud dalam program yang digagas PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) bersama Dompet Dhuafa (DD) melalui kompetisi pejuang kesehatan.

Tujuan utama program ini adalah sebagai bentuk apresiasi PTTEP dan DD terhadap para pejuang kesehatan yang telah berkontribusi positif kepada masyarakat marjinal dengan keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan. 

Kompetisi pejuang kesehatan menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati hari ulang tahun Gerai Sehat Rorotan ke-2. Gerai Sehat Rorotan adalah klinik pelayanan kesehatan gratis bagi dhuafa, yang juga merupakan hasil kerjasama PTTEP dengan Dompet Dhuafa.

Para pejuang kesehatan yang terpilih mendapatkan apresiasi senilai puluhan juta rupiah yang nantinya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan program kesehatan yang berjalan.

General Manager PTTEP Titi Thongjen mengatakan, proses pemilihan pejuang kesehatan ini cukup panjang. Publikasi program dilakukan sejak 1 Desember 2016. Dari 109 peserta, terpilihlah 3 terbaik yang tersebar di 3 wilayah, yakni Jawa Barat, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Barat.

“Para pejuang kesehatan yang terpilih adalah orang-orang yang terbukti mampu memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat. Kriteria yang harus mereka penuhi untuk dapat terpilih sebagai pejuang kesehatan, salah satunya yakni durasi program yang dijalankan harus sudah berjalan minimal 4 tahun,” ujar Titi Thongjen dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Senin (1/5/2017).

Kriteria lain yang harus dipenuhi untuk menjadi pejuang kesehatan kata Titi adalah harus memiliki program yang unik, menginspirasi dan kontributif, bersifat orisinil dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

Pemberian apresiasi kepada tiga terbaik pejuang kesehatan ini digelar bertepatan dengan Indonesia Internasional (Bio) medical Student’s Congress (INAMSC). INAMSC merupakan bagian Liga Medika yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Salah satu sosok peserta pejuang kesehatan yang terpilih yakni Mawarti Arumi, pejuang kesehatan dengan program klinik bank sampah.

Latar belakang pendirian klinik bank sampah yang digagas Mawarti adalah rasa empati kepada para lansia yang memilki keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

Berlokasi di Desa Baruga, Kecamatan Uepay, Kabupatan Konewa, Sulawesi Tenggara, klinik bank sampah telah berdiri sejak tahun 2010 dan memiliki angota sebanyak 1.859 orang.

“Kegiatan yang dilakukan di klinik bank sampah antara lain penyuluhan kesehatan, penyuluhan hidup bersih dan sehat, hingga home visit untuk para anggota yang kesulitan berobat ke klinik bank sampah,” ujar Mawarti.

Mawarti berharap, dengan adanya progam ini banyak masyarakat yang terinspirasi dan tergerak untuk membantu masyarakat marjinal mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang mumpuni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Atasi Kemiskinan, Khofifah Ingin Pusat dan Daerah Bersinergi

Atasi Kemiskinan, Khofifah Ingin Pusat dan Daerah Bersinergi

Bisnis | Jum'at, 28 April 2017 | 06:46 WIB

Hampir Setengah Aset Negara Dikuasai 1 Persen Kelompok Terkaya

Hampir Setengah Aset Negara Dikuasai 1 Persen Kelompok Terkaya

Bisnis | Selasa, 25 April 2017 | 06:28 WIB

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Ramon Magsaysay

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Ramon Magsaysay

Press Release | Kamis, 01 September 2016 | 11:39 WIB

Dompet Dhuafa Targetkan Sebar 25.000 Hewan Kurban di Idul Adha

Dompet Dhuafa Targetkan Sebar 25.000 Hewan Kurban di Idul Adha

Press Release | Senin, 15 Agustus 2016 | 11:02 WIB

Dompet Dhuafa Fair Meriahkan Kampung Wisata D'Jampang

Dompet Dhuafa Fair Meriahkan Kampung Wisata D'Jampang

Ramadan1437h | Minggu, 03 Juli 2016 | 12:01 WIB

Tebar 2.000 Paket Sembako untuk Keluarga Kurang Mampu

Tebar 2.000 Paket Sembako untuk Keluarga Kurang Mampu

Ramadan1437h | Sabtu, 02 Juli 2016 | 13:21 WIB

Menikmati Kuliner yang Dijual Pengungsi di Negeri Kanguru

Menikmati Kuliner yang Dijual Pengungsi di Negeri Kanguru

Ramadan1437h | Kamis, 30 Juni 2016 | 13:54 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×