alexametrics

Kemendikbud Gelar "Festival Film Dokumenter Pelajar 2017"

Tomi Tresnady
Kemendikbud Gelar "Festival Film Dokumenter Pelajar 2017"
Pusbangfilm Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Pembekalan untuk 20 konsep karya terbaik Festival Film Dokumenter Pelajar 2017.

Produser film "Toba Dreams", Rizaludin Kurniawan juga hadir sebagai narasumber.

Suara.com - Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangfilm Kemendikbud) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan untuk 20 konsep karya terbaik Festival Film Dokumenter Pelajar 2017.

Mengusung tema Kemaritiman, acara dibuka oleh Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi,Ph.D dan Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud, Dr. Maman Wijaya di Ballroom hotel Alila Pecenongan, Jakarta Pusat, pada Kamis, (7/9/2017). 

Kegiatan Pembekalan materi Dokumenter ini dilaksanakan selama 7 hari antara 7-13 September yang diikuti oleh 20 tim (57 pelajar) seluruh Indonesia yang karyanya lolos seleksi awal.

Pada tahap seleksi awal, peserta Festival Film Dokumenter Pelajar mengirimkan proposal karyanya ke Pusbangfilm yang dikumpulkan dari pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2017.

Lebih dari 100 proposal yang masuk, meski dalam jangka waktu pendaftaran hanya 1 bulan, ini menandakan anemo para siswa SMP/SMA sederajat di Indonesia terhadap kegiatan perfilman khususnya film dokumenter cukup tinggi.

“Materi yang diberikan kepada para nominasi ini adalah pendalaman tentang Dokumenter, penyutradaraan dalam dokumenter, Tata kamera dalam dokumenter, Tata suara film, serta Editing film, ” ujar Barly, penata kamera film "Banda: the Dark Forgotten Trail" yang menjadi salah satu pembimbing pembekalan, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.

Produser film "Toba Dreams", Rizaludin Kurniawan juga hadir sebagai narasumber acara tersebut.

Rizaludin mengatakan sangat mendukung Pusbangfilm Diknas dalam memberikan pembekalan dan pendampingan pelajar-pelajar yang berminat dalam dunia film.

“Agar nanti produksi film pelajar semakin banyak sehingga bisa membuat festival film pelajar tersendiri terpisah dari Apresiasi Film Indonesia (AFI ) atau Festival Film Indonesia (FFI) yang sudah rutin,” ujarnya.

Di hari terakhir, pemateri dari Kemenko Maritim (Kosmas Harefa, Asisten Deputi Bidang Budaya, Seni dan Olahraga Maritim) menambah wawasan peserta tentang Kemaritiman Indonesia.