Menkop dan UKM Dukung Tangsel Jadi Kota Koperasi

Fabiola Febrinastri
Menkop dan UKM Dukung Tangsel Jadi Kota Koperasi
Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga dan Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, menerima Naskah Dekralasi Koperasi Pemuda Pemudi kota Tangerang Selatan sekaligus launching Gerakan Masaribu (Menabung Sehari Seribu), di Kota Tangerang Selatan, Minggu (8/10/2017). (Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM)

Perkembangan koperasi dan UKM akan menjadi alat vital terjadinya pemerataan kesejahteraan.

Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga, optimistis gerakan koperasi akan semakin berkembang luas di masa depan, karena gairah generasi muda masih cukup tinggi.

"Saya merinding menyaksikan deklarasi pemuda dan pemudi Kota Tangerang Selatan, yang menyatakan siap mendukung gerakan koperasi. Artinya, mereka menaruh harapan besar pada gerakan koperasi sebagai alat peningkatan kesejahteraan sekaligus pemerataan," katanya, dalam peringatan Hari Koperasi Daerah (Harkopda) Kota Tangerang Selatan di Tangsel, Minggu (8/10/2017).

Turut hadir dalam acara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharam, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, pejabat dari Dekopinda Provinsi Banten, Dekopinda Tangsel, dan Plt Kadis Koperasi Tangsel, Dahlia Daniek.

"Saya memberikan apresiasi tinggi pada walikota Tangsel dan jajarannya, yang sangat mendukung gerakan koperasi, tak hanya untuk masyarakat Tangsel, namun juga sampai ke pelajar dan mahasiswa," kata Puspayoga.

Ia menambahkan, minat tinggi generasi muda Tangsel pada koperasi juga terjadi di sejumlah daerah. Misalnya, di Semarang, dimana 3.700 dari 4.000 mahasiswa baru Universitas Islam Walisongo Semarang menyatakan ingin berkoperasi.

"Dengan tingginya minat generasi muda untuk berkoperasi dan sosialisasi gerakan koperasi secara masif, saya optimistis kontribusi koperasi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) perekonomian Indonesia makin besar," kata Menkop dan UKM lagi.

Lebih lanjut ia menguraikan, saat ini kontribusi koperasi terhadap PDB sebesar 4 persen (per akhir 2016) atau naik dibanding 2014, yang masih 1,71 persen. Kenaikan juga terjadi pada rasio wirausaha, dimana kini sudah menjadi 3,01 persen (7,8 juta), dibanding 2014 yang masih 1,55 persen).

Menurut Puspayoga, perkembangan koperasi dan UKM akan menjadi alat vital terjadinya pemerataan kesejahteraan.

"Pemerintahan sekarang tak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja, namun juga berupaya memberikan pemerataan kesejahteraan. Koperasi dan UKM menjadi alat yang cocok untuk terjadinya pemerataan tersebut," katanya.

Saat ini, gini ratio (kesenjangan pendapatan) sudah turun menjadi 0,39 persen dibanding sebelumnya 0,41 persen. Pada 2018 diharapkan turun menjadi 0,36 persen. Puspayoga mendukung tekad Pemda Kota Tangsel yang akan menjadikan Tangsel sebagai Kota Koperasi, dengan 1 koperasi 1.000 UKM.

"Ini sejalan dengan program reformasi, dimana untuk menjadi koperasi berkualitas, lebih baik sedikit koperasi namun banyak anggotanya," tambahnya.

Saat ini  tercatat ada 75 ribu koperasi yang sehat, 75 ribu koperasi yang kurang sehat, dan hampir 50 ribu koperasi yang dibubarkan.

Tangsel Jadi Kota Koperasi
Sementara itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menargetkan kota Tangsel sebagai Kota Koperasi pada 2021, dimana 1 koperasi berisi 1.000 UKM, sehingga diharapkan menjadi koperasi sehat dan berkualitas.

Airin juga mengingatkan pentingnya koperasi dalam membangun dan meningkatkan jiwa wirausaha para pemuda pemudi dan masyarakat, khususnya warga Tangsel.

"Saat ini, kami bekerja sama dengan BPN untuk memberikan sertifikat secara gratis kepada Koperasi dan UKM, untuk nantinya bisa dijadikan modal pembiayaaan ke lembaga keuangan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas konten koperasi dan UKM. Ia juga ingin memperlancar kegiatan koperasi dengan memberikan sejumlah fasilitas.

“Kami juga  mengadakan program peningkatan mutu dan kualitas. serta melahirkan inovasi terbaru koperasi. Kami akan membangun gedung inovasi centre dan koperasi tradisional, baik dari permodalan manajemen dan pemberian alternatif solusi berupa sertifikasi-sertifikasi tanah yang bekerja sama dengan BPN Tangsel dan fasilitas pembentukan badan hukum koperasi, peralatan dan pembinaan peningkatan SDM, serta mengikutkan peserta koperasi terpilih dalam pameran di dalam dan luar negri,” lanjutnya.

Ia kembali mengingatkan pentingnya koperasi yang dapat membangun lapangan kerja, sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran di Kota Tangsel dan meningkatkan perekonomian di Kota Tangsel.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS