Kemenkop dan UKM-Pemprov DKI Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Fabiola Febrinastri
Kemenkop dan UKM-Pemprov DKI Gelar Pelatihan Kewirausahaan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat membuka acara pelatihan tersebut, Jakarta, Selasa (17/10/2017). (Sumber: Kemenkop dan UKM)

Acara ini bertujuan untuk menggelorakan semangat berwirausaha di kalangan masyarakat.

Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama menggelar "Pemasyarakatan dan Pelatihan Kewirausahaan" melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) bagi anggota koperasi perkampungan dan industri kecil di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk menggelorakan semangat berwirausaha di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kita ingin hadir untuk menguatkan yang selama ini dianggap lemah. Kita ingin hadir bagi UMKM yang selama ini tidak memiliki kesempatan. Mari kita majukan UMKM di Jakarta. Jakarta itu kota yang tersambungkan. Konektivitas Jakarta sangat luar biasa. Sekarang kalau mau pesan batik Betawi bisa lewat online, mau kuliner atau semuanya bisa lewat online. Pasarnya sudah tercipta dan tersambungkan lewat teknologi. Bila UMKM memiliki manajemen usaha yang baik, maka peluang pasar yang ada ini dapat dinikmati," papar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat membuka acara pelatihan tersebut, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Acara tersebut juga dihadiri Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Prakoso BS, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Kadis Koperasi dan Perdagangan DKI Jakarta, Irwandi, dan lebih dari 250 pelaku UMKM di Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Anies memberikan apresiasi adanya program pelatihan seperti ini.

“Selain pelatihan, pendampingan juga penting. Bahkan ke depan, kita harus memastikan adanya program mentoring. Sandiaga memiliki pengalaman panjang dalam membangun dan mengembangkan UMKM selama ini," kata Anies.

Anies juga berharap agar para pelaku UMKM di Jakarta tidak khawatir tentang proses.

“Sekarang kita kecil, suatu hari nanti bisa meningkat menjadi menengah dan besar. Yang sekarang besar, dulunya juga kecil merangkak. Semua ada proses dan pertumbuhannya," tandasnya.

Kunci suksesnya, lanjut Anies, para pelaku UMKM harus berpikir out of the box, atau berpikir yang tidak terbayangkan oleh orang lain. Kerjakan hal-hal unik yang tidak terbayangkan orang lain dan lakukan terobosan-terobosan menarik.

“Kreativitas penting sekali. Saya berharap, kerja keras, kreativitas, manajemen yang baik, bisa menjadi bagian dari karakter wirausaha kecil dan mikro di Jakarta," harapnya.

Sementara itu, Sandiaga menegaskan, UMKM, kewirausahaan, dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi program utama gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang baru.

“Menjadi pemerintah harus berpihak kepada rakyat. Kepemimpinan Anies-Sandi akan akan menunjukkan keberpihakan kepada UMKM," kata Sandiaga.

Menurutnya, membangun UMKM dan lapangan kerja perlu tiga hal. Pertama, lahan usaha, termasuk pasar harus dihadirkan, demikian juga dengan peluang. UMKM harus hadir dalam menciptakan produk-produk suvenir bagi turis asing yang datang ke Jakarta.

Kedua, SDM harus dipastikan bagus. Apalagi, sekarang sudah zaman teknologi, sehingga UMKM harus melek teknologi, agar bisa naik kelas, dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah, menengah jadi besar. Jangan yang kecil jadi gurem dan jalan di tempat.

Ketiga, akses permodalan ditopang dengan baik.

“Dinas Kominfo Pemprov DKI juga akan mendata UMKM, karena sebuah kebijakan nantinya akan berbasis data," tandas Sandiaga.

Usai acara, Prakoso menekankan, program pelatihan kewirausahaan dari Kemenkop dan UKM merupakan "trigger" bagi pemerintah daerah dalam memajukan dan mengembangkan UMKM di daerahnya.

“Agar UMKM naik kelas, Kemenkop dan UKM terus menggulirkan beberapa program strategis, seperti kewirausahaan, vokasional, dan manajemen keuangan. Satu lagi, yang juga akan terus kita dorong dan kita gulirkan adalah program pendampingan. Saat ini, Kemenkop dan UKM memiliki sekitar 1.500 tenaga pendamping kewirausahaan di seluruh Indonesia," kata Prakoso.

Selain itu, kata Prakoso, Kemenkop dan UKM juga sudah meluncurkan satu aplikasi bernama Lamikro atau Laporan Keuangan Mikro. Lamikro ditujukan bagi pelaku usaha mikro atau wirausaha pemula agar memiliki laporan keuangan secara baik dan tertib administrasi.

“Selama ini, pelaku usaha mikro belum memiliki tata kelola administrasi maupun laporan keungan secara baik. Kegagalan utama wirausahawan adalah tidak bisa menghitung berapa keuntungan yang harus dia ambil, berapa pengeluaran, dan cash flow (arus kas)-nya. Dengan Lamikro, semuanya bisa jelas. Penggunaan aplikasi laporan keuangan sangat diperlukan bagi UKM agar memiliki laporan keuangan yang akuntabel dan dapat menunjang pengembangan usaha kedepan," kata Prakoso.

Prakoso menyebutkan, aplikasi Lamikro sudah dibuat dengan berbagai kemudahan dan fleksibilitas untuk digunakan pelaku usaha mikro. Lamikro merupakan aplikasi pembukuan akuntansi sederhana  yang bisa digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi Android.

“Selain itu, Lamikro juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas UKM dalam negeri, dengan cara mendorong pelaku usaha memiliki laporan keuangan yang akuntabel dalam mengelola usahanya," tambahnya.

Prakoso menargetkan, pada tahap awal, aplikasi Lamikro dapat digunakan oleh 1 juta UKM di seluruh Indonesia.

"Saya harap, Lamikro dapat digunakan seluruh pelaku usaha UKM di Indonesia. Target minimal adalah satu juta pengguna di tahap awal," pungkasnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS