Ralali Gandeng SCG Thailand untuk Majukan UMKM Asia Tenggara

Ferry Noviandi
Ralali Gandeng SCG Thailand untuk Majukan UMKM Asia Tenggara
Penandatanganan kerja sama Ralali dengan SCG Thailand. (foto: Ralali)

Produk dan layanan utama yang akan berjalan dalam proyek ASEAN B2B Marketplace ini akan disasar kepada usaha skala kecil dan menengah.

Suara.com - Situs e-commerce Business to Business (B2B) Ralali.com menggandeng SCG Trading Thailand dalam proyek ASEAN B2B Marketplace. Kerja sama ini bertujuan untuk membangun portal bisnis online yang akan membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Asia Tenggara.

"Proyek ASEAN B2B Marketplace ini berkolaborasi dengan SCG Trading dan akan dimulai di Thailand pada Januari 2019 mendatang. Kami sangat bersemangat untuk menjalankan projek yang berfokus pada kemajuan sektor UMKM se Asia Tenggara melalui portal bisnis online," kata CEO Ralali.com, Joseph Aditya dalam rilis yang terima Suara.com.

Ralali.com sebagai platform bisnis online dari awal berfokus pada model bisnis B2B (business to business), berbeda dengan e-commerce dan market place umumnya yang didominasi seputar jual-beli online C2C (consumer to consumer). Oleh karenanya, Ralali.com yang bersegmentasi pada transaksi antar perusahaan memiliki cakupan yang lebih besar dengan mengandalkan distribusi barang ataupun jasa secara masif atau grosir.

Produk dan layanan utama yang akan berjalan dalam proyek ASEAN B2B Marketplace ini akan disasar kepada usaha skala kecil dan menengah yang sedang berkembang pesat di Thailand, terutama pada bisnis makanan dan otomotif.

Saat ini, Thailand memiliki lebih dari 130.000 gerai makanan dengan lebih dari US$ 32 milliar market value atau setara dengan Rp 463 triliun. Sedangkan untuk industri otomotif, Thailand menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan market value US$ 36 milliar atau setara dengan Rp 521 triliun.

Berdasarkan data tersebut serta kesempatan yang terbuka lebar, Joseph meyakini Ralali.com bersama SCG mampu menjadi salah satu start-up unicorn di Thailand, yaitu status bagi perusahaan perintis (start-up) dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar.

"Sebagai bisnis yang telah lama berdiri di Thailand, kami tidak hanya terus menciptakan bahan bangunan yang berkualitas tinggi untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, namun kami juga akan membangun perubahan nyata menuju perilaku berbelanja yang semakin terintegrasi dan mudah melalui portal online," kata Joseph.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS