Dukung Industri 4.0, BaBe Luncurkan Forum Konten Generasi Baru

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Dukung Industri 4.0, BaBe Luncurkan Forum Konten Generasi Baru
Forum Konten Generasi Baru di Jakarta oleh BaBe. (Dok : BaBe).

We Are Social mencatat, awal tahun ini, 56 persen orang Indonesia adalah pengguna internet.

Suara.com - Baca Berita (BaBe), sebuah aplikasi berita aggregator, memprakarsai Forum Konten Generasi Baru. Kegiatan ini merupakan upaya dari BaBe untuk mendukung janji pemerintah dalam memajukan kesiapan negara untuk Revolusi Industri Keempat (Industri 4.0).

Forum ini menawarkan serangkaian diskusi dan pelatihan, serta wawasan yang menampilkan para pakar yang berbagi tentang berbagai aspek digital untuk lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil (CSOs). 

Pada acara tersebut, BaBe mempresentasikan sebuah forum diskusi dan pelatihan dengan tema bertajuk "Improving the Effectiveness of Digital Communication in Public Relations: Delivering Information through Appropriate, Targeted Contents”. Para pembicara antara lain Staf Khusus untuk Presiden Indonesia, Asosiasi Hubungan Masyarakat Indonesia, dan pakar komunikasi digital dari Universitas Indonesia.

"Di BaBe, kami selalu berusaha untuk memberi informasi, mendidik, dan menghibur masyarakat , melalui Forum Konten Generasi Baru. Kami ingin berkontribusi dalam berbagi wawasan dan memberdayakan lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk merangkul teknologi dan berkembangnya kebutuhan di era digital, " kata Indira Melik, Head of Content Operation BaBe.

Forum Konten Generasi Baru di Jakarta oleh BaBe. (Dok : BaBe).
Forum Konten Generasi Baru di Jakarta oleh BaBe. (Dok : BaBe).

Indonesia, dengan mayoritas populasi muda, hampir 60 persen berusia di bawah 30 tahun, dan populasi yang berkembang pada tingkat 2,9 juta per tahun menghadirkan konsumen yang semakin canggih. We Are Social mencatat, awal tahun ini, 56 persen orang Indonesia adalah pengguna internet.

“Internet telah mengubah banyak hal, dan pada komunikasi telah mengubah ekosistem komunikasi publik. Perusahaan, institusi, organisasi, kelompok, keluarga dan invididu harus beradaptasi dengan memulai eksistensi mereka, dan mewujudkan diri sebagai penghasil konten,” kata Dr. Ir. Firman Kurniawan Sujono, M.Si.

Acara dihadiri oleh profesional penggiat hubungan masyarakat dari lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil.

“Kemajuan teknologi dan internet membuat informasi dari seluruh dunia menjadi terhubung. Kita merasa sudah banyak tahu segala hal, pada kenyataannya tidak. Hal ini juga membawa ketidakpastian dalam dunia informasi. Maka dari itu Public Relations semakin dibutuhkan. PR kini harus mejadi kreator, konseptor, mediator, dan problem solver pada saat yg bersamaan,” kata Benny S Butarbutar, dari Asosiasi Hubungan Masyarakat (Perhumas).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS