Minim Risiko, Peran Pelayanan DSA pada Penanganan Penyakit Stroke

Silfa Humairah Utami
Minim Risiko, Peran Pelayanan DSA pada Penanganan Penyakit Stroke
Siloam Hospitals Denpasar Bali kini telah menyediakan Pelayanan DSA atau Digital Substaction Angiography. (Dok Siloam Hospitals Denpasar Bali)

Ini cara kerja pelayanan DSA pada penanganan kasus stroke.

Suara.com - Minim Risiko, Peran Pelayanan DSA pada Penanganan Penyakit Stroke.

Siloam Hospitals Denpasar Bali kini telah menyediakan Pelayanan DSA atau Digital Substaction Angiography. Alat ini untuk mengambil gambar arteri, vena dan organ tubuh menggunakan peralatan x-ray yang terkomputerisasi secara kompleks.

Teknik DSA juga bisa diterapkan sebagai tindakan kuratif pada pasien stroke terutama pasien yang baru saja (golden time) mengalami serangan stroke penyumbatan.

Pada DSA konvensional, untuk menggambar pembuluh otak, cairan kontras disemprotkan melalui pembuluh leher sebagai pembuluh terdekat. Film yang digunakan pun berlapis-lapis. Kini dengan teknologi terbaru dan sistem digital yang terkomputerisasi, DSA bisa mendeteksi abnormalitas pada pembuluh darah secara lebih jelas dan terukur, serta penggunaan cairan kontras seminimal mungkin.

"Selain lebih nyaman, prosedur yang dikenal sebagai Trans Femoral Cerebral Angiography (TFCA) ini juga lebih aman bagi pasien karena pembuluh leher (carotis) memiliki sensitivitas yang vital bagi lancarnya darah dari dan menuju otak. Jadi dengan tindakan invasif seminimal mungkin, hasil yang dicapai pun lebih baik", kata dr. Kumara Tini, SpS, FINS, FINA, dari Siloam Hospitals Denpasar dalam siaran press yang dikirimkan pada Suara.com.

Menurut dr. Kumara Tini tujuan DSA ada dua, yaitu:

Diagnostik

Mendeteksi kelainan pembuluh darah, vaskularisasi tumor, dan lain-lain. Pasien hanya perlu melakukan persiapan berupa puasa empat jam, pengecekan HB dan leukosit, fungsi ginjal dan hati. Pasien dengan diabetes mellitus sebaiknya menghentikan pemakaian obat sehari sebelum tindakan DSA.

Terapeutik

Pengobatan abnormalitas pada pembuluh darah,dengan cara memasukkan obat, alat, maupun implan pada pembuluh yang dituju. DSA juga digunakan sebagai terapi pelengkap sebelum menjalani operasi.

Risiko tindakan DSA kini jauh lebih kecil dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh sebelum teknologi ini berkembang, dimana pasien harus menjalani operasi vital, seperti pembukaan tengkorak, yang juga dapat mengakibatkan infeksi. Kini risiko yang ada hanyalah kemungkinan pergesekan pembuluh dengan kateter atau robeknya pembuluh darah. DSA kini jauh lebih minim risiko.

Menurut dr. I Wayan Sutarga, MPHM, selaku Dewan Pengawas Siloam Hospitals Bali, pelayanan DSA yang disediakan oleh Siloam Hospitals Bali meliputi semua type pasien baik pasien umum, pasien asuransi baik asuransi pemerintah maupun swasta Teknik DSA itu sendiri dilakukan oleh Dokter Spesialis Saraf Intervensi Siloam Hospitals Bali yang telah berpengalaman di bidangnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS