Gelar Lokakarya Internasional Virtual, IGI Soroti Kelaparan Tersembunyi

Fitri Asta Pramesti

Rabu, 24 Maret 2021 | 14:38 WIB
Gelar Lokakarya Internasional Virtual, IGI Soroti Kelaparan Tersembunyi
Lokakarya Internasional IGI. (Dok. IGI)

Suara.com - Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) dan Institut Gizi Indonesia (IGI) menyelenggarakan lokakarya internasional secara virtual pada 20 Maret dan 22 Maret 2021, guna membahas masalah gizi mikro global dan nasional, terkait defisiensi zat gizi mikro, khususnya zat besi, iodium, seng/zinc, vitamin A dan asam Folat, yang secara global dikenal sebagai hidden hunger atau “kelaparan tersembunyi”.

Menurut Global Hunger Index dan WHO, kira-kira 2 miliar orang mengalami kekurangan vitamin dan mineral di dalam makanan mereka, yang antara lain berdampak pada tingginya angka kematian balita karena sebagian
besar terkait dengan kekurangan besi, vitamin A dan seng.

Mereka yang berhasil hidup, sebagian besar mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan intelektual, yang disebut stunting. Anak di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang mengalami stunting, sekitar 30% nya disebabkan oleh masalah kekurangan gizi mikro kronis .Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga miskin.

Masyarakat yang paling terkena “kelaparan tersembunyi” ini adalah mereka yang miskin. Mereka lebih jarang mengonsumsi buah dan sayuran, yang kaya akan vitamin dan mineral.

Seperti sering ditemukan dari banyak survei sosial dan ekonomi, rumah tangga miskin membelanjakan sebagian besar penghasilannya untuk membeli beras, makanan pokok yang mempunyai densitas energi yang tinggi dan lebih sedikit belanja untuk pangan sumber protein, vitamin, dan mineral dari pangan seperti daging, ikan, buah dan sayur. Makanan mereka mempunyai skor keragaman (variability score) yang rendah.

Seorang pakar pangan di Afrika menyatakan bahwa gizi seimbang yang mempunyai skor keragaman yang tinggi merupakan kemewahahn untuk masyarakat miskin. Itulah mengapa masalah gizi seperti wasting dan stunting prevalensinya tinggi di negara-negara miskin. Para ahli mengatakan bahwa stunting merupakan wajah kemiskinan atau “Stunting is the face of poverty”

Ada dua pendekatan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi mikro dalam situasi dimana konsumsi makanan tidak dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral. Pertama adalah pendekatan berbasis pangan (Food Based Approach) dengan Fortifikasi makanan dan biofortifikasi, dan bantuan pangan atau suplemen.

Kedua adalah pendekatan berbasis non-pangan (Non- Food Based Approach) dengan menggunakan suplementasi pil/kapsul vitamin dan mineral. Lokakarya ini mendiskusikan kedua pendekatan tersebut, tidak hanya dalam kaitannya terhadap penurunan stunting tetapi juga tentang manfaatnya terhadap vaksinasi Covid-19.

Sebanyak 20 pembicara internasional dan nasional yang kepakarannya dalam bidang gizi, pangan dan kesehatan masyarakat sudah sangat dikenal, menyampaikan presentasi dan pendapatnya mengenai kedua pendekatan dalam dua hari lokakarya.

baca juga

Tema lokakarya adalah “Gizi mikro sebagai Strategi Tandem dalam Pemberian Vaksinasi COVID-19 dan Peningkatan Penurunan Stunting: Peranan Suplementasi Gizi Mikro Multiple dan Fortifikasi Pangan” (“Micronutrient as a Strategic Tandem of Covid-19 Vaccination and Acceleration of Stunting Reduction; the Role of Multi-micronutrient Supplementation and Food Fortification”).

Tujuan lokakarya ini adalah mendukung pembuat kebijakan di pemerintah dan industri tentang pentingnya mewajibkan fortifikasi makanan bagi kesehatan dan kesejahteraan orang miskin, khususnya kehidupan di 1000 hari pertama kehidupan untuk generasi masa depan dan untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih baik.

Keynote speech dari lokakarya internasioal ini disampaikan dan sekaligus dibuka oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi, Ketua Akademi Ilmu Pengetahun Indoneia Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan pidato bahwa ilmu pengetahuan dan inovasi, termasuk ilmu pengetahuan gizi, harus merupakan fondasi formulasi kebijakan yang berdasarkan bukti, bagi pengembangan kualitas manusia sebagai landasan peradaban manusia.

Hari pertama lokakarya pada tanggal 20 Maret 2021 fokus pada antara lain pendekatan berbasis non-pangan, mendiskusikan pedoman WHO Steering Group tahun 2019 tentang pemberian multiple micronutrient supplementation (MMS) yang penting untuk periode 1000 hari pertama kehidupan yang telah/akan dilaksanakan di Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia.

Pembicara utama pada Hari Pertama, Sangkot Marzuki, yang merupakan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia pada periode sebelumnya dan yang saat ini menjabat sebagai Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia serta Ketua Dewan Pakar IGI, menjelaskan tentang sejarah vitamin di Indonesia yang luar biasa.

Setelah itu, diikuti presentasi oleh dua professor dari the Johns Hopkins University, yakni Keith P. West, Klaus Kraemer, dan juga dari Oxford University, Anuraj Shangkar, serta Clayton Ajello, dari humanitarian/micronutrient forum dan juga anggota the MMS Task Force.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asupan Gizi Seimbang Turunkan Risiko Penyakit Tidak Menular Selama Pandemi

Asupan Gizi Seimbang Turunkan Risiko Penyakit Tidak Menular Selama Pandemi

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 12:50 WIB

Sebulan Lagi Puasa Ramadan, Ini Saran Ahli Gizi Agar Nutrisi Terpenuhi

Sebulan Lagi Puasa Ramadan, Ini Saran Ahli Gizi Agar Nutrisi Terpenuhi

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 13:36 WIB

Mau Anak Tumbuh Tinggi? Dokter Sarankan Jaga Kualitas Tidur Malamnya

Mau Anak Tumbuh Tinggi? Dokter Sarankan Jaga Kualitas Tidur Malamnya

Health | Jum'at, 19 Maret 2021 | 15:30 WIB

Ahli GIzi Ungkap Sederet Efek Samping dari Diet Tya Ariestya

Ahli GIzi Ungkap Sederet Efek Samping dari Diet Tya Ariestya

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 17:45 WIB

Catat, Beragam Ciri-ciri Lansia Mengalami Kekurangan Gizi

Catat, Beragam Ciri-ciri Lansia Mengalami Kekurangan Gizi

Health | Minggu, 07 Maret 2021 | 17:10 WIB

Lansia Kekurangan Gizi Bisa Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19

Lansia Kekurangan Gizi Bisa Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19

Health | Minggu, 07 Maret 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×