Mau Anak Tumbuh Tinggi? Dokter Sarankan Jaga Kualitas Tidur Malamnya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 19 Maret 2021 | 15:30 WIB
Mau Anak Tumbuh Tinggi? Dokter Sarankan Jaga Kualitas Tidur Malamnya
Anak tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Selain kebutuhan nutrisi dan gizi seimbang, anak juga perlu tidur cukup dan berkualitas agar pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Salah satu manfaat tidur berkualitas bisa mendorong anak mencapai potensi tinggi badan yang optimal.

Dokter spesialis anak prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K)., mengatakan bahwa pada saat anak tidur akan terjadi sekresi atau pelepasan hormon pertumbuhan yang sangat tinggi. 

Sangat disarankan anak tidur pada jam 8 malam. Kemudian sekitar pukul 11, hormon pertumbuhan sudah mulai meningkat dan sekresi akan sampai puncak optimalnya pada tengah malam.

"Sehingga anak diharapkan memiliki waktu tidur atau bedtime yang rutin sekitar jam 8 malam baik hari kerja maupun hari libur. Gold hormon ini penting untuk mencapai potensi tinggi badan anak. Jadi kalau anak yang mau tinggi tidur malam harus berkualitas," kata dokter Rini dalam webinar 'Regular Sleep, Healthy Future', Jumat (19/3/2021).

Ilustrasi tinggi badan anak, tinggi anak, tinggi badan anak [shutterstock]
Ilustrasi tinggi badan anak, tinggi anak, tinggi badan anak [shutterstock]

Tidur terbagi dalam dua jenis komponen, lanjut dokter Rini. Yakni REM atau tidur aktif dan non REM yang disebut juga tidur tenang. Tidur aktif sangat berpengaruh terhadap pemulihan masalah emosi dan kognitif anak. 

Pada waktu tidur aktif tersebut akan terjadi peningkatan aliran darah ke otak. Kemudian pertumbuhan sel-sel di otak juga semakin cepat hingga terjadi auto stimulasi dan konsolidasi pengalaman. 

"Sehingga mempengaruhi pemulihan emosi dan kognitif," tambah dokter Rini.

Sedangkan non REM mempengaruhi proses pemulihan secara fisik. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya itu mengatakan bahwa proporsi tidur non REM akan semakin besar seiring bertambahnya usia anak mulai di atas 3 tahun.

Pemulihan fisik pada saat tidur tenang tersebut terjadi perubahan energi metabolik yang memperbaiki sel-sel tubuh. Sehingga meningkatkan pertumbuhan terutama tinggi badan dan adrenalin atau kortisol yang menurun.

"Sehingga pada saat anak tidur di fase non-rem, anak akan jadi lebih tenang tidak banyak mengalami terjadi gerakan," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Tempat Tidur Pasien Covid-19 Cukup, Tak Perlu Bangun RS Baru

Menkes Budi: Tempat Tidur Pasien Covid-19 Cukup, Tak Perlu Bangun RS Baru

News | Jum'at, 19 Maret 2021 | 11:36 WIB

Jangan Tidur Malam Pakai Piyama, Ini 5 Dampaknya pada Tubuh dan Kesehatan!

Jangan Tidur Malam Pakai Piyama, Ini 5 Dampaknya pada Tubuh dan Kesehatan!

Health | Kamis, 18 Maret 2021 | 18:58 WIB

Bikin Kaget, Mengapa Kita Bisa Tersentak & Merasa 'Jatuh' Saat Tertidur?

Bikin Kaget, Mengapa Kita Bisa Tersentak & Merasa 'Jatuh' Saat Tertidur?

Health | Kamis, 18 Maret 2021 | 16:52 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB