alexametrics

Lansia Kekurangan Gizi Bisa Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Lansia Kekurangan Gizi Bisa Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan warga lanjut usia (lansia) yang berada di atas kendaraan sebelum melakukan vaksinasi COVID-19 dengan sistem 'drive thru'di area parkir Hall C JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kondisi fisik seseorang bisa mempengaruhi efektivitas vaksin Covid-19.

Suara.com - Kondisi fisik seseorang bisa mempengaruhi efektivitas vaksin Covid-19. Terutama pada orang lanjut usia, efektivitas vaksin bisa menurun disebabkan adanya perubahan fungsi organ seiring pertambahan usia.

"Ada beberapa kondisi yang mempengaruhi aktivitas vaksinasi pada lansia. Jadi perubahan fungsi organ tubuh akibat proses menua itu menyebabkan imunitas terganggu," jelas Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) prof. dr. Siti Setiati, Sp.PD., dalam webinar bersama Entrasol, Minggu (7/3/2021).

Selain itu, berbagai penyakit penyerta atau komorbid yang telah dimiliki lansia juga bisa pengaruhi kerja vaksin.

Menurut dokter Siti, sekitar 44 persen lansia di Indonesia memiliki komorbid lebih dari satu. Kondisi itu tentu membuat lansia juga harus mengonsumsi banyak jenis obat.

Baca Juga: Catat! Vaksin Covid-19 Wajib Diganti Jika Terjadi Hal Ini

"Banyaknya obat yang dikonsumsi dan malnutrisi, kekurangan gizi, aktivitas fisik yang rendah jadi banyak hanya duduk saja, mobilitas menurun, ini adalah faktor yang mempengaruhi efektivitas vaksinasi pada lansia," ucapnya.

Jika efektivitas vaksin menurun maka risiko lansia untuk terinfeksi virus jadi tetap tinggi.

Dokter Siti menyampaikan, berdasarkan penelitian kohort, yang juga ia terlibat di dalamnya, terhadap vaksin pneumonia pada lansia ditemukan bahwa 20 persen orang tetap terinfeksi walaupun sudah mendapatkan vaksin.

"Penelitian pada 100 lansia 60 tahun ke atas yang dirawat, vaksinnya penuh. Kita ikuti selama enam bulan. Ternyata setelah enam bulan vaksinasi tetap ada 20 persen yang mengalami pneumonia setelah vaksinasi. Dan ternyata faktor yang penting setelah kami analisis adalah status nutrisi yang kurang," kata dokter Siti.

Ia menjelaskan bahwa lansia yang kekurangan gizi menyebabkan sistem imunnya menurun. Sehingga juga mempengaruhi kerja vaksin. Akibatnya infeksi juga dapat tetap terjadi.

Baca Juga: Vaksinasi Lamban, Perhimpunan Guru Ragu Sekolah Bisa Dibuka Juli Tahun Ini

"Terbukti bahwa mereka kemudian mengalami infeksi ulang. Memang sangat penting status nutrisi yang baik harus diperhatikan, harus dipenuhi," ucapnya.

Komentar