alexametrics

Mencoba Bangkitkan Musik Anak-Anak Lewat Animasi 3D Hoala dan Koala

Ferry Noviandi
Mencoba Bangkitkan Musik Anak-Anak Lewat Animasi 3D Hoala dan Koala
Hoala dan Koala [YouTube]

Hoala danKoaladigambarkan sebagai sepasang sahabat yang gemar bernyanyi.

Suara.com - Musik anak-anak yang bersifat edukatif semakin terpinggirkan dan kalah bersaing dengan para penyanyi dewasa, juga konten media sosial seperti TikTok. Kondisi ini rupanya menjadi perhatian serius bagi Rendyadi Amnar.

CEO PT Amnar Awandi Kazoku ini kemdudian menciptakan karakter animasi 3D "Hoala dan Koala" untuk anak-anak Indonesia. “Hoala dan Koala” adalah sebuah karakter musikal berbentuk animasi 3D yang bisa bernyanyi.

Hoala dan Koala merupakan karakter sahabat yang gemar bernyanyi. Selain Hoala an Koala, total ada 12 karakter yang akan tampil dalam animasi ini.

Tiga karater utama Ayah, Ibu dan Hoala serta karater support Koala, Miss Jeruk, Rubin si Rubah, Lincul Si Ular, Burhan si Burung Hantu, Bu Aya si Buaya, Serigili si Serigala, Om Ping si harimau, dan Om Bre si Singa.

 Seluruh karakter yang ada di dalam animasi ini juga bisa bernyayi sehingga diharapkan bukan hanya anak-anak yang terhibur tetapi orang tua yang menemani anak menonton juga bisa terhibur.

"Tim Hoala dan Koala menggarap seluruh musik dengan serius dan matang. Banyak musisi internasional yang terlibat, serta banyak sekali alat musik yang unik yang dipakai dalam penggarapan album-album Hoala & Koala, seperti saxophone, terompet, double bass, trombon, klarinet, cello, harpa, hingga instrumen etnik Indonesia seperti gamelan dan angklung," kata Rendyadi Amnar, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com .

Lewat Hoala dan Koala, Rendyadi Amnar ingin membuktikan bahwa musik anak-anak tak selalu musik dan kosep yang sederhana.

"Kami percaya kualitas vokal yang kami tampilkan merupakan kualitas vokal yang bisa disandingkan dengan musik di luar genre anak-anak," katanya melanjutkan.

Di masa pandemi Covid-19 ini aktivitas masyarakat dibatasi, apalagi dengan proses belajar mengajar yang di lakukan secara daring. Sehingga anak-anak saat ini memiliki kecenderungan terpapar gagdet  lebih intensif dibanding sebelumnya.

Dikutip dari www.hoaladankoala.com keseriusan dalam menggarap digital platform ini tampak dengan eksistensi digital di beberapa penyedia layanan musik online dan media sosial.

“Kami memaksimalkan website, YouTube, FB IG, TikTok, Spotify, Apple Music, Twitter dan Soundcloud sebagai ujung tombak,” tutur Rendy.