- RESONINE menyelenggarakan festival musik Timeless Project Live bagi generasi usia 30 hingga 39 tahun.
- Festival ini digelar di Medan pada 2 Agustus, Palembang pada 29 Agustus, dan Bandung pada 19 September 2026.
- Acara menampilkan musik era 2000-an untuk merefleksikan dan merayakan perjalanan hidup melalui empat fase utama.
Suara.com - Ada masa ketika sebuah lagu tidak hanya terdengar sebagai musik. Ia bisa menjadi pengingat tentang masa sekolah, perjalanan bersama teman, cinta pertama, perjuangan mengejar mimpi, hingga fase-fase kehidupan yang mungkin tidak selalu mudah untuk dilewati.
Bagi generasi yang tumbuh bersama musik era 2000-an, lagu-lagu tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup. Kini, ketika sebagian dari mereka telah memasuki usia 30 hingga 39 tahun dan menjalani berbagai peran sebagai pekerja, pasangan, maupun orang tua, konser pun memiliki makna yang semakin luas.
Bukan lagi sekadar tempat untuk bersenang-senang atau mengikuti tren, konser dapat menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, mengenang perjalanan yang telah dilewati, sekaligus menemukan energi baru untuk melangkah ke depan.
Semangat inilah yang dihadirkan melalui Timeless Project Live, sebuah festival musik yang memadukan lagu-lagu ikonik era 2000-an dengan berbagai pengalaman interaktif dan ruang refleksi.
Digagas oleh RESONINE, festival ini dirancang sebagai perjalanan emosional bagi audiens melalui empat fase utama, yaitu remember, relive, celebrate, dan recharge.
“Selama ini banyak event mengajak orang bernostalgia. Tapi kami melihat ada kebutuhan yang lebih besar dari itu. Orang-orang yang kini memasuki usia produktif ingin merayakan perjalanan hidup mereka. Mereka menyadari bahwa semua pengalaman, termasuk lagu-lagu yang menemani mereka di era 2000-an, adalah bagian dari proses yang membentuk siapa mereka hari ini,” ujar Rijal Asikin selaku perwakilan RESONINE, promotor Timeless Project.
Perjalanan tersebut akan dimulai dari fase remember. Audiens akan diajak menyusuri berbagai instalasi visual bertema era 2000-an yang menghadirkan kembali memori masa lalu, mulai dari elemen budaya populer, photo spot, hingga landmark tematik.
Pengalaman kemudian berlanjut ke fase relive. Di area ini, pengunjung dapat menikmati off-air radio experience yang dipandu langsung oleh penyiar radio setempat. Berbagai aktivitas lain seperti marketplace bertema era 2000-an, sesi karaoke, hingga area interaksi komunitas juga dihadirkan untuk membangun pengalaman kolektif.
“Musik memang menjadi pintu masuknya. Tetapi yang ingin kami bangun sebenarnya adalah rasa bangga terhadap perjalanan hidup individu. Kami harap audiens bisa pulang dengan perasaan bangga terhadap apa yang sudah mereka lalui, bukan hanya karena berhasil menonton musisi favorit,” lanjut Rijal.
Puncak pengalaman hadir melalui fase celebrate, ketika sejumlah musisi yang menjadi soundtrack generasi 2000-an tampil di panggung utama. Timeless Project Live akan dimulai di Medan pada 2 Agustus 2026 di Lapangan Parkir Lotte Grosir, dengan penampilan Ucox Bongax, RAN, Tipe-X, dan Judika.
Selanjutnya, festival ini menyambangi Palembang pada 29 Agustus 2026 di CGC One, Citra Grand City. Line-up yang hadir meliputi Hutan Tropis, Sammy Simorangkir, RAN, Jamrud, dan Tipe-X.
Sementara itu, Bandung akan menjadi penutup rangkaian Timeless Project Live pada 19 September 2026 di Laswi Heritage melalui konsep PREANGER EDITION. Edisi ini akan mengedepankan local pride Jawa Barat, dengan susunan line-up yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Namun, pengalaman Timeless Project Live tidak berhenti ketika musik terakhir dimainkan. Melalui fase recharge, festival ini ingin meninggalkan kesan yang lebih panjang bagi audiens. Setelah bernostalgia, merasakan kembali atmosfer masa lalu, dan merayakan perjalanan hidup, pengunjung diharapkan pulang dengan perspektif yang lebih reflektif serta energi baru untuk kembali menjalani rutinitas.
“Kami berharap audiens tidak hanya membawa foto atau video, tetapi juga pengalaman yang berkesan dari keseluruhan acara,” pungkas Rijal.
Timeless Project Live tidak sekadar menawarkan nostalgia. Festival ini menjadi ruang bagi generasi 2000-an untuk mengingat siapa diri mereka dahulu, melihat sejauh mana telah melangkah, dan merayakan perjalanan yang telah membawa mereka menjadi pribadi seperti sekarang.