Cagar Biosfer Lindungi Keanekaragaman Hayati dan Perekonomian Lokal

Arendya Nariswari

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB
Cagar Biosfer Lindungi Keanekaragaman Hayati dan Perekonomian Lokal
Cagar Biosfer Lindungi Keanekaragaman Hayati dan Perekonomian Lokal. (Dok.Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2021)

Suara.com - Penyelenggaraan Pekan Diplomasi Iklim hari ini mengangkat tema “Biosphere Reserves: Supporting local Economies While Protecting Biodiversity and the Climate”. Dalam sambutannya, Oliver Hoppe, Counsellor Development Cooperation German Embassy mengatakan, webinar ini sangat tepat diadakannya, karena tidak hanya jelang negosiasi iklim, tetapi juga memperingati 50 tahun lahirnya program biosfer UNESCO.

“Minggu ini adalah waktu yang spesial, karena Climate Change Negotiation akan segera dibuka di Glasgow. Perundingan ini sangat penting, karena kita harus menyelamatkan masa depan kita dan planet kita,” ungkap Oliver bersemangat.

Ia menambahkan, di negara asalnya di Jerman, terdapat 16 Cagar Biosfer UNESCO. Cagar Biosfer di Jerman diciptakan bukan hanya untuk kebutuhan pariwisata saja, tetapi juga ditujukan untuk melestarikan lingkungan.

Hans Dencker Thulstrup, Senior Programme Specialist Water Environmental Sciences, UNESCO Office di Jakarta menjelaskan, “Semangat utama dari program biosfer UNESCO adalah  agar kita mengetahui hubungan antara manusia dengan alam. Dengan memahami hubungannya, kita juga mampu meningkatkan hubungan tersebut, dan itu yang dilakukan dalam 50 tahun terakhir dalam memperbaiki hubungan manusia dan alam.”

Salah satu cara UNESCO adalah dengan meluncurkan program Man And Biosphere (MAP) yaitu program sains antar negara untuk mempromosikan dan mendemonstrasikan keseimbangan hubungan manusia dengan pendekatan bioregional. Saat ini telah ada 727 Cagar Biosfer yang terdapat di 131 negara.

Pembicara lainnya, Prof Purwanto dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, pada tahun 2020 Indonesia mempunyai 19 Cagar Biosfer dengan total area 29.856.999,96 hektar. “Ini gambaran area Cagar Biosfer Indonesia yang sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan lagi ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu Per Rasmussen, Principal Advisor SASCI membahas mengenai pengembangan ekonomi hijau di Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu. Menurutnya, Cagar Biosfer yang ada di Kapuas hulu  ini melibatkan masyarakat setempat dan semua pemangku kepentingan yang tertarik untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pengelolaan.

“Mereka mengintegrasikan tiga fungsi utama, yaitu konservasi keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya. Lalu pembangunan ekonomi berkelanjutan dari segi social-budaya dan lingkungan, dan dukungan logistik, mendukung pembangunan melalui penelitian, pemantauan, dan pelatihan,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut dia juga berharap agar pemerintah serta politisi lokal perlu menunjukkan konstituen mereka tentang manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan oleh Cagar Biosfer. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dari segi sosial-budaya dan lingkungan seringkali menjadi fokus utamanya.

baca juga

Sedangkan Dr. Irwan, M.SI, Head of Economic Planning Section, Central Sulawesi Development Planning Agency membahas mengani Perspektif Pemerintah Daerah dalam Proses-proses Multipihak untuk Pembangunan Berkelanjutan di Cagar Biosfer Lore Lindu.

“Cagar Lore Lindu ini Cagar Biosfer pertama di Indonesia yang disetujui UNESCO dalam program MAB tahun 1977. Penetapan ini menunjukkan Lore Lindu mempunyai nilai yang sangat penting bagi daerah, nasional dan juga dunia. Cagar Lore Lindu juga menjaga keanekaragaman hayati hewan-hewan endemik, serta menjadi pengendali iklim dunia, selain tentunya sebagai pengembangan pariwisata dan budaya.

Pada kesempatan yang sama Perwakilan Pemuda, Sukma Impian Riveningtyas mencoba berbagi pengalamannya mengenai bagaimana program MAB Networt UNESCO memberi keuntungan buat para pemuda seperti dirinya.

“Kami mengombinasikan sains dan pengetahuan lokal pada komunitas kami, sehingga kami dapat menunjukkan bahwa anak muda seperti dapat dilibatkan untuk menyelamatkan masa depan,” imbuh Sukma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uni Eropa Dorong Transformasikan Energi Fosil Menjadi Energi Hijau

Uni Eropa Dorong Transformasikan Energi Fosil Menjadi Energi Hijau

Press Release | Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:14 WIB

Wisatawan Asing Boleh Masuk Bali, Pelaku Usaha Harapkan Industri Pariwisata Bangkit

Wisatawan Asing Boleh Masuk Bali, Pelaku Usaha Harapkan Industri Pariwisata Bangkit

Lifestyle | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:43 WIB

Viral Tarif Parkir Selangit di Lembang, Ratusan Tukang Parkir Bakal Didatangi Sosok Ini

Viral Tarif Parkir Selangit di Lembang, Ratusan Tukang Parkir Bakal Didatangi Sosok Ini

Jabar | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:26 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×