alexametrics

Dompet Dhuafa Terima Penghargaan Kemenag di Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat Wakaf

Fabiola Febrinastri
Dompet Dhuafa Terima Penghargaan Kemenag di Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat Wakaf
Apresiasi Festival Literasi Zakat Wakaf 2021. (Dok: DD)

Perhelatan yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama.

Suara.com - Pada Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat Wakaf 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, Dompet Dhuafa sukses membawa pulang penghargaan dalam program wakaf produktif. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dari Kementerian Agama atas kontribusi mensukseskan program inkubasi wakaf produktif yang telah telah dilakukan Dompet Dhuafa dalam beberapa dekade kebelakang.

Perhelatan yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/12/2021) itu merupakan puncak rangkaian program Literasi Zakat Wakaf, yang telah digulirkan sepanjang tahun 2021. Bambang Suherman, Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa menjelaskan, apresiasi ini merupakan dorongan semangat bagi tubuh Dompet Dhuafa secara keseluruhan untuk mengembangkan ide serta gagasan dalam upaya memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

"Alhamdulillah, malam ini Dompet Dhuafa mendapatkan apresiasi dari Kementerian Agama untuk kategori inkubasi wakaf produktif, inshaallah ini akan menjadi penyemangat kita semua untuk selalu mengembangkan gagasan agar menjadi bentuk nyata program-program bermanfaat bagi masyarakat dan berkesinambungan di dalam pengelolaannya serta manfaatnya untuk masyarakat. Semangat terus Dompet Dhuafa, ini adalah bagian dari upaya-upaya harapan yang dititipkan banyak orang di Indonesia terhadap lembaga kita. Kita kerjakan, kita berikan yang terbaik untuk syi'ar wakaf dan zakat di Indonesia," jelas Bambang saat ditemui seusai acara.

Forum Wakaf Produktif yang diketuai oleh Bobby P Manullang, sekaligus General Manajer Wakaf Dompet Dhuafa mengatakan pentingnya metode kolaborasi untuk mengembangkan aset-aset wakaf guna bermanfaat bagi kepentingan umat. Melihat potensi kemanfaatan yang besar, ia juga mengatakan bahwa program ini akan terus berkelanjutan untuk mencapai tujuan bersama yaitu kesejahteraan masyarakat secara luas.

"Forum Wakaf Produktif hadir dengan dibidani salah satunya oleh Dompet Dhuafa. Ini adalah sebuah tanda dimana pola-pola kolaborasi yang menjadi ide dasar terbentuknya Forum Wakaf Produktif akan menjadi program yang terus berkelanjutan sehingga target dan sasaran aset-aset wakaf produktif bisa bermanfaat untuk umat bisa segera terwujud. Forum Wakaf Produktif mencoba akan memberikan kontribusi yang sangat luas bagi bertumbuhnya wakaf tunai atau uang yang sejatinya merupakan sumber permodalan bagi optimalisasi aset-aset wakaf yang hari ini dikelola oleh para nazhir di Indonesia. Mari saatnya kita berwakaf dan jangan pernah kita melupakan wakaf, sebesar apapun harta kita maka berwakaf lah dengan segera," tutur Bobby, setelah menerima penghargaan serupa.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi yang turut hadir dalam perhelatan tersebut memberikan penjelasan bahwasanya pemerintah akan secara tegas menempatkan kebijakan strategis bidang zakat dan wakaf dalam rencana strategis Kementerian Agama. Kebijakan tersebut dibagi ke dalam tiga isu yang akan terus dibangun hingga tahun 2024 mendatang.

Ketiga isu tersebut antara lain Transformasi Digital, Road map pengentasan kemiskinan dan ekonomi, serta pemerataan zakat dan wakaf di seluruh Indonesia. Sebagai langkah konkret, Kementerian Agama dalam kesempatan yang sama meluncurkan program Digital Exhibition Zakat dan Wakaf sebagai pemantik terciptanya transformasi digital dalam segmentasi zakat dan wakaf.

"Pengumpulan zakat nasional terus mengalami peningkatan begitu pula dengan wakaf yang mulai bergeliat melalui produk-produk inovatifnya. Ini adalah gambaran positif untuk masa depan filantropi islam yang berdaya guna. Pemerintah secara tegas menempatkan kebijakan strategis bidang zakat dan wakaf dalam rencana strategis Kementerian Agama Republik Indonesia. Selanjutnya ada tiga isu terkait zakat dan wakaf yang akan ditarget selama waktu 2022 hingga 2024," Zainut Tauhid Sa'adi.