Pasca Pandemi, Sebagian Karyawan Global Berniat Undur Diri dari Pekerjaan, Bagaimana di Indonesia?

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 12:37 WIB
Pasca Pandemi, Sebagian Karyawan Global Berniat Undur Diri dari Pekerjaan, Bagaimana di Indonesia?
Ilustrasi dunia pekerjaan. (Dok: Grant Thornton)

Suara.com - Saat akhir pandemi Covid-19 mulai terasa, dunia kerja dihebohkan dengan fenomena gelombang pekerja yang berhenti dari pekerjaannya secara besar-besaran atau dikenal dengan istilah great resignation. Di sisi lain, muncul pula fenomena quiet quitting, dimana pekerja tidak berhenti sepenuhnya dari pekerjaan, tetapi bekerja dengan upaya memenuhi standar minimal saja.

Menurut Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, ada 11,5 juta pekerja yang berhenti dari pekerjaannya selama periode April, Mei, dan Juni 2021. Sementara di Inggris, pada Agustus 2021, jumlah lowongan kerja melampaui satu juta pekerjaan.

Hal sama yang terjadi di lanskap global. Berdasarkan survei firma konsultasi SDM, Mercer, terhadap 30 ribu orang dari 31 negara, tahun ini ada 41 persen karyawan berniat mengundurkan diri. Efek pandemi menyebabkan banyak hal terjadi pada diri mereka, sehingga membuat banyak orang memikirkan kembali karier, kondisi kerja, dan tujuan jangka panjang mereka.

Bagaimana dengan fenomena The Great Resignation di Indonesia? Apakah para tenaga profesional di Indonesia juga merasa tertarik untuk resign dari pekerjaan mereka?

Berdasarkan survei “The Great Resignation Reality Check” oleh Robert Walters, mengungkapkan fenomena ini tidak terlalu masif di Asia Tenggara. Survei tersebut dilakukan terhadap 2.600 lebih tenaga kerja profesional dari 1.100 lebih perusahaan di enam negara.

Menurut laporannya, para tenaga kerja profesional terbukti dapat lebih menghargai stabilitas pekerjaan, khususnya di era yang penuh ketidakpastian.

Di Indonesia sendiri, sebanyak 77 persen tenaga kerja profesional masih dalam fase mempertimbangkan untuk mengundurkan diri, sedangkan sebanyak 45 persen lainnya belum ingin melakukannya. Alasannya, belum adanya pekerjaan yang cocok (56 persen), kurangnya peluang pekerjaan di bidang yang mereka tekuni (23 persen), dan kekhawatiran akan keamanan status pekerjaan di perusahaan baru (21 persen).

Faktor apa saja yang menjadi pertimbangan karyawan untuk resign?

Dalam survei terbaru Grant Thornton LLP, dengan total 5000 responden, pekerja profesional di AS dari berbagai industri dan demografi, terkuak beberapa faktor utama yang menjadi pertimbangan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Dikutip dalam survei tersebut, faktor utama yang menjadi pertimbangan antara lain:

baca juga

Kenaikan gaji pokok yang tidak memenuhi ekspektasi. (37%)
Tidak adanya perkembangan karier yang jelas di perusahaan. (27%)
Benefit perusahaan, di luar asuransi kesehatan dan pensiun, yang tidak memenuhi ekspektasi. (18%)
Perusahaan yang mulai menerapkan kebijakan Work From Office (WFO) setelah pandemi (16%)

Meski fenomena The Great Resignation diperkirakan belum dialami para profesional di Indonesia, penting bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan employee engagement guna mempertahankan karyawan. Berdasarkan Grant Thornton “HR Leaders” survey 2022, terdapat beberapa cara yang dapat perusahaan lakukan untuk mempertahankan talenta - talenta terbaik di perusahaan, antara lain:

Mempertimbangkan implementasi kebijakan tempat kerja hybrid jika hal tersebut diinginkan oleh karyawan.
Menyusun benefit baru yang dapat memotivasi karyawan terutama dari sisi emosional, finansial, fisik, profesional dan kesejahteraan sosial.
Mengenali potensi gejala penyebab stress pada karyawan seperti work-life balance maupun kesehatan mental serta mampu menawarkan solusi bagi karyawan.

Emme Tarigan, Human Capital Director Grant Thornton Indonesia mengatakan “Human Capital sebagai salah satu pilar dalam perusahaan, harus menginisiasi strategi program retensi layanan sebagai upaya untuk meredam dampak fenomena Great Resignation, sehingga walaupun fenomena tersebut terjadi di Indonesia, perusahaan dapat bertahan dan karyawan sudah memiliki engagement yang tinggi.

"Perusahaan dituntut untuk bisa mengimplementasikan hybrid working dengan bijak guna mempertahankan kualitas kerja karyawan serta mengedepankan hal-hal yang penting di mata karyawan, namun tetap seimbang dengan kelangsungan bisnis," ungkap Emme.

“Salah satu bentuk kebijakan yang dapat dilakukan agar perusahaan tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman, adalah bagaimana membentuk alur kerja yang efektif dengan dukungan alat dan sistem kerja yang relevan sehingga kualitas atau output kerja dapat lebih maksimal dengan usaha kerja yang efisien. Hal ini akan mendongkrak work-life balance karyawan, menghindari burnout, serta secara tidak langsung meningkatkan kepuasan dan engagement karyawan terhadap perusahaan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miliki 8 Karakter Ini agar Dicari Perusahaan

Miliki 8 Karakter Ini agar Dicari Perusahaan

Your Say | Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:15 WIB

Work Life Balance, Bos Baik Matikan Akses Listrik Demi Karyawan Pulang Tepat Waktu

Work Life Balance, Bos Baik Matikan Akses Listrik Demi Karyawan Pulang Tepat Waktu

Your Say | Rabu, 26 Oktober 2022 | 14:30 WIB

Baru Bekerja tapi Ingin Resign? Coba Pertimbangkan 4 Hal Buruk Ini

Baru Bekerja tapi Ingin Resign? Coba Pertimbangkan 4 Hal Buruk Ini

Your Say | Selasa, 25 Oktober 2022 | 18:14 WIB

5 Cara Menghadapi Bos Galak, Jangan Ikutan Ngamuk!

5 Cara Menghadapi Bos Galak, Jangan Ikutan Ngamuk!

Lifestyle | Selasa, 18 Oktober 2022 | 19:00 WIB

Bos Perusahaan Ini Minta Karyawan Kerja Hanya 3 Tahun, Alasannya Bikin Terharu

Bos Perusahaan Ini Minta Karyawan Kerja Hanya 3 Tahun, Alasannya Bikin Terharu

Hits | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 15:22 WIB

Perusahaan Ini Mewajibkan Karyawan Menyalakan Webcam selama Bekerja

Perusahaan Ini Mewajibkan Karyawan Menyalakan Webcam selama Bekerja

Tekno | Selasa, 11 Oktober 2022 | 05:45 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×