Brand Fashion Asal Magetan Ini Berdiri Paling Depan Lestarikan Budaya Tradisional Jawa

Fabiola Febrinastri

Minggu, 09 Juli 2023 | 11:10 WIB
Brand Fashion Asal Magetan Ini Berdiri Paling Depan Lestarikan Budaya Tradisional Jawa
Brand fashion Paramesti mengangkat budaya tradisional Jawa dalam karyanya. (Sumber: IG)

Suara.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki ragam budaya dan tradisi. Itulah sebabnya, kreativitas anak bangsa terus bermunculan di berbagai aspek kehidupan, terutama di sektor bisnis fashion.

Di era serba modern seperti sekarang, mengangkat nilai budaya tradisional untuk produk fashion ternyata masih banyak diminati. Pasar dan potensi bisnisnya juga amat besar. Salah satu brand fashion yang mengangkat tema kebudayaan tradisional, diantaranya adalah brand asal Magetan bernama Paramesti.

M Ramdani Arifin, owner Paramesti menjelaskan, pengambilan tema tersebut karena melihat adanya peluang yang bagus. Perlahan, ia pun mempelajari budaya Jawa, dari pola pikir hingga kesenian Jawa sebelum memulai usaha.

"Karena dirasa saat itu masih sedikit yang mengangkat tema budaya Jawa, kami juga banyak mengikuti seminar," ujar Ramdani.

Untuk penamaan, Paramesti sendiri dapat diartikan "dia yang berdiri paling depan" dan diambil dari bahasa Sansekerta. Dengan tujuan, brand fashion tersebut bisa menularkan konsep teladan.

"Setiap desain yang kami buat mempunyai nilai-nilai yang baik yang dapat menjadi inspirasi kehidupan bagi masyarakat khususnya masyarakat Jawa," tambahnya. 

Meski mengusung tema budaya tradisional Jawa, strategi bisnis yang dijalankan Paramesti justru sangat modern dan tak ketinggalan zaman. Ramdani sendiri berupaya memahami strategi digital marketing hingga membuat konten kreatif di media sosial.

Sejauh ini, Paramesti sangat aktif ngonten di akun Instagram @paramesti.magetan dan akun Tiktok @paramesti_magetan. Momentumnya adalah saat pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air tiga tahun silam. 

"Di saat (pandemi) itulah, usaha kami meningkat saat kebiasaan masyarakat luas mulai merambah ke dunia online. Sebagian besar ilmu yang kami dapat saat membangun usaha ini adalah dengan otodidak," kata pria berusia 32 tahun itu.

baca juga

Paramesti juga menggunakan strategi soft selling dengan mengunggah konten-konten edukasi, seperti petunjukan wayang dan tradisi budaya Jawa lainnya. Dari sana, identitas Paramesti sebagai brand yang mengusung pelestarian budayamun makin kuat terasa.

Ramdani bersyukur sekaligus tak menyangka dengan perkembangan bisnis yang dijalaninya sekarang. Dari awalnya hanya ditemani adik kandung, kini Paramesti sudah bisa memperkerjakan puluhan karyawan.

"Saat memulai usaha, kami tidak ada basic atau pengalaman sama sekali tentang sablon, desain dan digital marketing dan sekarang kami berencana membuka cabang di beberapa kota," tambahnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Makanan Tradisional Jawa Timur Favorit Pelancong

7 Makanan Tradisional Jawa Timur Favorit Pelancong

Lifestyle | Kamis, 16 Juni 2022 | 08:05 WIB

7 Makanan Tradisional Jawa Barat Terpopuler, Siap Memanjakan Lidah

7 Makanan Tradisional Jawa Barat Terpopuler, Siap Memanjakan Lidah

Lifestyle | Kamis, 16 Juni 2022 | 07:54 WIB

5 Makanan Tradisional Jawa dan Makna Filosofis, Doa yang Tersembunyi

5 Makanan Tradisional Jawa dan Makna Filosofis, Doa yang Tersembunyi

Lifestyle | Selasa, 07 Juni 2022 | 14:41 WIB

Banyak dan Beragam, Ini Contoh Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Banyak dan Beragam, Ini Contoh Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Jogja | Minggu, 27 Februari 2022 | 16:45 WIB

Pembagian Pasaran dalam Pasar Tradisional Jawa

Pembagian Pasaran dalam Pasar Tradisional Jawa

Your Say | Sabtu, 15 Januari 2022 | 06:47 WIB

Makanan Tradisional Jawa Tengah Beserta Maknanya

Makanan Tradisional Jawa Tengah Beserta Maknanya

Bali | Senin, 06 Desember 2021 | 13:25 WIB

Terkini

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:57 WIB

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:43 WIB

×