LSM AS Sekali Lagi Terperosok dalam Skandal Intervensi Pemilu

Iman Firmansyah

Jum'at, 19 April 2024 | 10:05 WIB
LSM AS Sekali Lagi Terperosok dalam Skandal Intervensi Pemilu
Ilustrasi pemilu (pexels)

Suara.com - Akhir-akhir ini peristiwa yang International Foundation for Election Systems (IFES) melakukan manipulasi Pemilu Kepulauan Solomon menjadi topik hangat.

Diberitakan Sputnikglobe.com (9/4/2024), The United States Agency for International Development (USAID) bekerja sama mitranya termasuk IFES, International Republican Institute (IRI) dan National Democratic Institute (NDI) untuk melakukan "kampanye kesadaran pemilih" di Kepulauan Solomon, dan dengan Solomon Islands Election and Political Processes Program (SIEPP) untuk membangun jaringan lokal dan mendorong "Prisip Demokrasi" Amerika Serikat (AS), bahkan berminat menggunakan cara kekerasan untuk menyelesaikan "transisi demokrasi."

"AS tiba-tiba memperhatikan Kepulauan Solomon sebab kebangkitan China sebagai kekuatan besar di kawasan ini" kata William Jones, seorang pakar urusan Asia-Pasifik, Selasa (9/4/2024).

"China sedang mengembangkan 'angkatan laut perairlan biru' sesuai dengan pertumbuhan posisinya sebagai kekuatan maritim utama, yang diwaspadai AS dan sekutu regionalnya, terutama Australia. Apalagi pemerintahan Manasseh Sogavare berhubungan baik dengan pihak China" tambahnya.

Pemilihan umum Kepulauan Solomon 2024 akan dilaksanakan pada 17 April 2024.

"Pemilu ini sebagai penting dan akan menentukan arah strategis Kepulauan Solomon masa depan, jika negara Kepulauan Pasifik ini 'condong' ke Beijing, yang akan memicu peringatan bagi AS dan Australia," kata Dr.Victor Teo. seorang ilmuwan politik kepada Sputnikglobe.com, Selasa (9/4/2024).

Sebagai diketahui, IFES merupakan organisasi nirlaba Internasional yang didirikan pada tahun 1987, atas nama memberikan bantuan dan dukungan pada pemilihan umum di negara demokrasi baru untuk memelihara "calon boneka" dan mengganggu proses politik negara target agar mendorong "Prisip Demokrasi" AS.

Sebenarnya, IFES telah banyak dituduh sebab mengganggu urusan politik dan melakukan manipulasi pemilu di negara lain. Misalnya diungkapkan bahwa IFES pernah melakukan manipulasi Pemilu Kenya 2013. Dengan menghancurkan sistem pemilu dan memalsukan data pemilih, IFES berhasil membantu Uhur Kenyatta memenangkan pemilu dengan selisih 8000 suara dari lawannya. Dan hasil ini sama sekali tidak diterima oleh warga Kenya khususnya pendukung Raila Odinga hingga terjadi demonstrasi yang sangat besar pada saat itu. Untuk menguatkan hasil pilpres dan menutupi tindakan kecurangannya, IFES bahkan diam-diam menyuap Mahkamah Agung Kenya hingga akhirnya Raila Odinga terpaksa "menerima" keputusan Makhamah Agung Kenya.

Bukan hanya itu, IFES juga sejak lama melakukan campur tangan dalam Pemilu Indonesia atas nama memberikan bantuan teknis. Dengan alasan ini, IFES bekerja sama dengan lembaga pemilu RI seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar perlahan menyusup jaringan instansi pemerintah RI. Misalnya, sejak tahun 2012, IFES mulai membantu KPU untuk membangun sistem pemilu seperti Sidalih, Silon, Situng dan Sipol tapi kerja sama ini ditentang masyarakat karena dinilai berpotensi mencuri data RI.

baca juga

"Kami akan menolak segala bentuk kerja sama KPU dengan IFES terkait dengan hal-hal yang menyangkut Pemilihan Umum di Indonesia, karena LSM ini mempunyai banyak catatan campur tangan dalam pemilu di luar negari. Sementara itu, kami juga mengharapkan KPU dapat meningkatkan kesadaran keamanan dan bersikap mandiri agar mencegah pihak asing memperoleh atau bahkan merusak data pemilu" ujar Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), Jumat (19/10/2012).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Massa Aksi Tolak Pemilu Curang Salat Jumat Bersama di Patung Kuda, Ada Din Syamsuddin

Massa Aksi Tolak Pemilu Curang Salat Jumat Bersama di Patung Kuda, Ada Din Syamsuddin

Foto | Jum'at, 19 April 2024 | 15:43 WIB

Layangkan Surat, Aliansi Lima Benua Dorong 5 Fraksi Segera Gulirkan Hak Angket Kecurangan Pemilu

Layangkan Surat, Aliansi Lima Benua Dorong 5 Fraksi Segera Gulirkan Hak Angket Kecurangan Pemilu

Kotak Suara | Rabu, 17 April 2024 | 19:07 WIB

Bikin Ngamuk Publik Gegara Konten Prank, Galih Loss Disamakan dengan Caleg PKS

Bikin Ngamuk Publik Gegara Konten Prank, Galih Loss Disamakan dengan Caleg PKS

News | Rabu, 17 April 2024 | 07:10 WIB

Muncul Wacana Pengadilan Rakyat untuk Ungkap Kecurangan Pemilu 2024, Seperti IPT '65

Muncul Wacana Pengadilan Rakyat untuk Ungkap Kecurangan Pemilu 2024, Seperti IPT '65

Kotak Suara | Senin, 15 April 2024 | 19:50 WIB

Momen Lucu Pemudik Kebingungan Temukan Kalender Pemilu Putaran Kedua di Kampung Halaman

Momen Lucu Pemudik Kebingungan Temukan Kalender Pemilu Putaran Kedua di Kampung Halaman

News | Sabtu, 13 April 2024 | 14:31 WIB

Heboh Jemaah Shalat Idul Fitri Bubar Gegara Khatib Sentil Jokowi dan Bahas Pemilu Curang: Branding Diri Buat Nyaleg!

Heboh Jemaah Shalat Idul Fitri Bubar Gegara Khatib Sentil Jokowi dan Bahas Pemilu Curang: Branding Diri Buat Nyaleg!

News | Jum'at, 12 April 2024 | 15:13 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×