Palestina, negeri para Nabi dan Rasul, dimana Nabi dan rasul yang terbanyak adalah diutus di wilayah Syam dan Palestina, jumlahnya mencapai sekitar 12 orang.
Nabi dan Rasul itu adalah Luth, Ishak, Ya’kub, Ayub, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakaria, Yahya, dan Isa AS.
Palestina berasal dari kata Filistin, yaitu suatu bangsa ini menduduki pantai selatan Kanaan pada waktu bangsa Yahudi memasuki wilayah itu, daerah mereka belakangan dinamakan Filistea.
Nama ini pertama kali dipakai oleh Herodutus untuk menamai daerah di sebelah selatan Siria. Dengan ejaan Palaestina, kemudian istilah itu dipakai oleh bangsa Romawi juga.
Wilayah itu kemudian dibagi dua menjadi wilayah Yudea dan Samaria. Kemudian, ketika raja Nebukadnezar dari Babel menginvasi wilayah tersebut, wilayah dikuasai bangsa Yahudi.
Bangsa Yahudi akhirnya merebut kembali kemerdekaan mereka dari Kekaisaran Seleukia Syria keturunan Yunani di sekitar 160 SM hingga kedatangan Romawi.
Kerajaan Romawi sengaja menggunakan nama Palestina, karena bangsa Filistin dulu adalah musuh keturunan bangsa Yahudi.
Kemudian orang-orang keturunan Arab baru memasuki wilayah tersebut pasca Era Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam pada abad ke 7 M.
Bangsa Arab menguasai wilayah tersebut hingga kemudian wilayah tersebut menjadi wilayah mayoritas keturunan Arab.
Baca Juga: Pesan Tiket Piala Dunia Qatar 2022, Warga Israel Harus Pindah ke Palestina
Otoritas Nasional Palestina merupakan sebuah negara yang berbentuk Republik Parlementer yang diumumkan berdirinya pada tanggal 15 November 1988 di Aljiria, ibu kota Aljazair.
Palestina mengumumkan kemerdekaannya bukan karena mendapat konsesi politik dari negara lain, melainkan untuk mengikat empat juta kelompok etnis dalam satu wadah, yaitu negara Palestina
Dalam pengumuman itu ditetapkan pula bahwa Yerusalem Timur (akan) dijadikan ibu kota negara.(*)