Masjidil Haram memiliki lantai marmer di area tawaf yang mengelilingi Ka'bah. Marmer putih kristal itu selalu terasa dingin meskipun di tengah cuaca terik Kota Mekah.
Kaki jemaah haji maupun umrah yang tawaf mengitari Ka'bah pun tidak merasa kepanasan, meski suhu udara di Kota Mekah mencapai 50 derajat sekalipun.
Lantai Masjidil Haram terbuat dari marmer khusus yang didatangkan langsung dari daerah di sebelah utara Yunani, yang bernama Thassos.
Thassos adalah sebuah pulau di Yunani, yang memiliki luas wilayah 380 km². Sejak berabad-abad lamanya, marmer putih dari Pulau Thassos ini digunakan orang-orang Romawi.
Dari sinilah rahasia kesejukan lantai Masjidil Haram. Marmer putih tersebut pun disebut dengan Thassos.
Batuan marmer Thassos terkenal sebagai marmer yang mampu memberikan kesejukan dan meredam hawa panas yang memantul ke lantai. Bentuknya semakin istimewa dengan warna putih kristal yang merupakan warna khas batuan alam.
Untuk lantai Masjidil Haram, batuan marmer Thassos diimpor masih dalam bentuk bongkahan batu. Setelah itu baru diolah dan dibentuk secara khusus di Arab Saudi, untuk diaplikasikan pada lantai Masjidil Haram.
Untuk pemasangan marmer Thassos untuk lantai Masjidil Haram dikerjakan oleh tenaga profesional. Marmer dipasang secara presisi di setiap sudut, untuk menjamin kenyamanan jemaah saat melintas.
Bukan hanya itu, marmer Thassos dapat menyerap kelembaban di malam hari. Jemaah di Masjidil Haram pun bisa merasakan kenyamanan saat sedang beribadah.(*)
Baca Juga: Ibadah Haji Jaman Dulu, Butuh Enam Bulan Untuk Sampai ke Mekah