PURWASUKA - Salah seorang supporter Arema FC menyebut banyaknya korban meninggal pada tragedi kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 ini diakibatkan oleh salahnya penaganan polisi saat mengamankan para Aremania dengan menggunakan gas air mata yang terus ditembakan.
“Polisi menertibkan salah. Mereka menembaki gas air mata ke tribun 1 sampai 14, ya pasti ngamuk arek-arek (Aremania),” kata warga tidak kamu disebutkan namanya tersebut.
Padahal saat tragedi kanjuruhan ia mengaku bahwa Aremania tidak melakukan tawuran. Namun, tetap ditembaki gas air mata.
“Ngga tawuran ngga opo, tapi polisinya anarkis nembaki kami dengan gas air mata. Jelas polisi yang disalahkan.” tegasnya.
Diketahui, Tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 malam memakan korban lebih dari seratus orang. Tepatnya 127 orang meninggal dunia.
Kabar 127 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan ini sebagaiman dilansir dalam Instagram @goalcomindonesia pada 2 Oktober 2022.
Bahkan, kabar 127 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan ini di konfirmasi langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.
“Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan mencapai 127 orang.” tulis dalam unggahan Instagram tersebut pada 2 Oktober 2022.
Data itu yang diupdate pada 2 Oktober 2022 pukul 05.00 WIB dinihari.***