Warga Purwakarta Jangan Bangun Rumah di Lokasi Ini, Dampaknya Berbahaya Bagi Kalian

Purwasuka | Suara.com

Selasa, 04 Oktober 2022 | 11:26 WIB
Warga Purwakarta Jangan Bangun Rumah di Lokasi Ini, Dampaknya Berbahaya Bagi Kalian
Bencana alam pergeseran tanah di desa Kabupaten Purwakarta. (Istimewa)

PURWAKARTA – Sejumlah kampung di dua desa yang berada di ujung barat Kabupaten Purwakarta tak layak lagi menjadi tempat hunian warga. Alasannya, dua desa itu berada di antara pertemuan dua sesar atau patahan yang rentan terjadi bencana alam pergeseran tanah.

Dua lokasi itu yaitu Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru. Lalu, beberapa kampung di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, Yuddy Herdiana mengatakan, berdasarkan kajian Badan Geologi menunjukan kampung-kampung yang berada di dua desa itu rawan terjadi pergeseran.

"Daerah itu merupakan pertemuan antara sesar Lembang dan Sesar Baribis yang membentang hingga daerah Tangerang. Jadi, hasil kajian kami bersama Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi menyatakan jika wilayah ini tidak layak dihuni karena sangat rawan pergerakan," katanya pada Senin (3/10/2022).

Diakuinya, bencana alam pergesaran tanah di Kampung Cirangkong sudah sering terjadi. Intensitas fenomena ini menjadi sering terjadi ketika memasuki musim penghujan.

Menurutnya, diperlukan adanya antisipasi sedini mungkin di dua desa tersebut. Tercatat, pergesaran tanah paling parah terjadi pada 2021 yang mengakibatkan 11 rumah hancur dan puluhan lainnya mengalami rusak.

"Dari data yang ada di kita, Sejak 2019, 2020 dan 2021 juga sempat terjadi pergeseran tanah. Puncaknya, di 2021 yang sedikitnya 11 rumah hancur, 48 rumah rusak berat, serta 12 rumah yang rusak ringan," ucap Yuddy.

Bahkan, pada Juni 2022 lalu sebanyak 21 rumah rusak akibat pergeseran tanah. Tak hanya itu, jalan penghubung antar desa pun terputus sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

"Tahun ini kami juga sudah melakukan Assesment. Kami tegaskan, Kampung Cirangkong memang yang paling rawan, khususnya di dua RT. Kita juga sudah menyampaikan jika lingkungan mereka tidak layak lagi untuk ditinggali," katanya.

Yuddy menyebutkan, pemerintah telah berupaya dengan merelokasi warga kampung tersebut secara bertahap ke tempat yang lebih aman. Mereka ditempatkan di kampung sebelah yang dinilai aman.

Ditambahkannya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika bahkan sampai menyoroti langsung bencana alam pergeseran tanah di kampung tersebut. Menurut Ambu Anne sapaan akrabnya, pergeseran tanah ini akibat dari alih fungsi lahan.

"Hasil dari laporan Badan Geologi, salah satu penyebabnya itu karena adanya aktivitas penambangan batu. Saya berharap, semua pihak termasuk masyarakat bersama-sama untuk bisa menjaga lingkungan," katanya mengutip bisnis.com. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dorr..Dorr! Polisi Gerebek Lagi Kampung Ambon Di Cengkareng, 8 Orang Diringkus

Dorr..Dorr! Polisi Gerebek Lagi Kampung Ambon Di Cengkareng, 8 Orang Diringkus

Jakarta | Selasa, 04 Oktober 2022 | 06:34 WIB

Samudera Indonesia Peduli Gandeng BWA Tanam 5 Ribu Mangrove untuk Atasi Abrasi di Kampung Beting

Samudera Indonesia Peduli Gandeng BWA Tanam 5 Ribu Mangrove untuk Atasi Abrasi di Kampung Beting

Press Release | Selasa, 04 Oktober 2022 | 01:45 WIB

Kakek 72 Tahun Harus Meringkuk di Balik Jeruji Besi Gegara Cabuli Gadis di Purwakarta

Kakek 72 Tahun Harus Meringkuk di Balik Jeruji Besi Gegara Cabuli Gadis di Purwakarta

Jabar | Senin, 03 Oktober 2022 | 16:48 WIB

Terkini

Persija vs Persib, Umuh Muchtar: Ini Final yang Sebenarnya

Persija vs Persib, Umuh Muchtar: Ini Final yang Sebenarnya

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:45 WIB

Apa Beda White Musk dan Black Musk? Ini Aroma yang Lebih Lembut dan 4 Rekomendasi Parfumnya

Apa Beda White Musk dan Black Musk? Ini Aroma yang Lebih Lembut dan 4 Rekomendasi Parfumnya

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:45 WIB

Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas

Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:44 WIB

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

Promo Alfamart Hari Ini 8 Mei 2026, Diskon Hemat Camilan hingga Minuman

Promo Alfamart Hari Ini 8 Mei 2026, Diskon Hemat Camilan hingga Minuman

Sumut | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:41 WIB

Prediksi Peluang Arsenal untuk Juara Liga Champions Lebih Besar dari PSG

Prediksi Peluang Arsenal untuk Juara Liga Champions Lebih Besar dari PSG

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:39 WIB

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:35 WIB

Eighty Six: Ketika Manusia Dijadikan Mesin Perang oleh Negaranya Sendiri

Eighty Six: Ketika Manusia Dijadikan Mesin Perang oleh Negaranya Sendiri

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:35 WIB

Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 Resmi Rilis: Chip HP Midrange Anyar, Skor AnTuTu Tinggi

Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 Resmi Rilis: Chip HP Midrange Anyar, Skor AnTuTu Tinggi

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:35 WIB

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB