PURWASUKA - Polisi telah memeriksa Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Kamis (3/11/2022). Pemeriksaan ini terkait dengan insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan lebih dari 100 orang.
Pemeriksaan terhadap Iwan Bule berlangsung sekitar lima jam mulai dari pukul 10.17-15.05 WIB di Mapolda Jawa Timur.
Iwan Bule mengatakan, dirinya hari ini telah memenuhi pemanggilan yang dilayangkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.
"Terima kasih teman-teman media hari ini tanggal 3 November kami memenuhi panggilan penyidik Polda Jatim karena minggu lalu mohon maaf kami tak bisa hadir," ujarnya, Kamis (3/11/2022).
Dia mengaku, hari ini dirinya baru bisa meluangkan waktu terkait pemanggilan terhadapnya. Alasannya karena ada beberapa kegiatan mulai dari rapat koordinasi hingga Piala Dunia U-20.
"Alhamdulillah tadi selain berita acara tambahan ada dokumen pendukung," katanya melansir dari Antara.
Dijelaskannya juga, terkait dengan kelanjutan Liga 1 2022/2023 masih menjadi pembahasannya dengan pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan pihak klub.
Diketahui, Polda Jatim telah melimpahkan berkas perkara tragedi Kanjuruhan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat. Pelimpahan tahap pertama berkas perkara dari enam tersangka tragedi Kanjuruhan tersebut, dibagi dalam tiga berkas perkara.
Berkas pertama, dengan tersangka Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita. Dia dijerat Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat 1 junto Pasal 52 UU No. 11/2022 tentang Keolahragaan.
Sedangkan berkas perkara kedua adalah untuk tersangka Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno yang dijerat Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat 1 junto Pasal 52 UU Nomor 11/2022 tentang Keolahragaan.
Ketiga adalah berkas perkara dengan tersangka Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto; Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi; dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman. Ketiga anggota Polri tersebut, dijerat Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP.