PURWASUKA – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang tahun 2023 menjadi yang tertinggi secara nasional. Diharapakannya, tingginya UMK Karawang 202 tidak mengurangi serapan tenaga kerja di wilayahnya.
“Alhamdulillah Karawang ditetapkan menjadi daerah dengan UMK Tertinggi secara nasional,” katanya pada Sabtu (10/12/2022).
Dia mengatakan, setelah ditetapkan besaran UMK tahun 2023 naik sekitar 7 persen oleh Gubernur Jawa Barat. Maka UMK Karawang tahun 2023 menjadi Rp 5.176.178,07.
Meski menjadi yang tertinggi secara nasional, hal ini semoga tidak berdampak pada menurunnya penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Karawang.
“Kami ingin agar ini sejalan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja, di mana Karawang ditetapkan sebagai kawasan industri nasional sejak 2003 sampai saat ini dengan mayoritas investasi padat modal dan teknologi,” katanya.
Untuk tetap mendorong penyerapan tenaga kerja agar tetap tinggi, pihaknya terus berencana melakukan MoU dengan industri kecil menengah dan UMKM untuk mesuplai kebutuhan industri besar.
Menurutnya dengan demikian, diharapkan bisa mendongkrak serapan kerja dari berbagai bidang industri.
“Selain itu, kami juga terus memaksimalkan lowongan kerja yang bisa diakses secara online dengan aplikasi loker online, dengan harapan memangkas oknum-oknum calo,” kata Cellica mengutip dari Tvberita.co.id.
Dirinya berharap industri di Karawang memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Karawang. Apalagi gelontoran anggaran untuk pelatihan calon tenaga kerja tidak sedikit.
“Di balai latihan kerja, anak-anak lulus sekolah kami latih skill-nya agar ada kesesuaian link and match antara kebutuhan dan permintaan tenaga kerja dari industri,” tutur dia.
Di samping itu, pihaknya terus mendorong jalinan kerjasama, serta memfasilitasi sekolah-sekolah baik SMK negeri maupun swasta agar lulusannya bisa langsung diserap oleh pabrik-pabrik di Karawang.
“Kami terus berupaya, agar anak-anak Karawang bisa bekerja di daerahnya sendiri,” katanya.
Program peningkatan kapasitas dan link and match, baginya menjadi ujung tombak agar angkatan kerja dan serapan kerja terus meningkat.
“Namun tentunya pelatihan menjadi pengusaha kami juga terus berupaya agar keahlian mereka justru bisa menjadikan lapang kerja bagi orang lain,” pungkas Cellica.