Apalagi apa yang dikatakan gubernur Jabar tersebut tak sesuai faktanya. PWNU Jabar justru menerima anggaran sangat kecil dari Pemerintah Provinsi Jabar.
“Jumlah Rp1 triliun itu kan total, artinya ada beberapa pihak yang menerima bantuan. Jadi dijelaskan siapa saja yang menerima. Kita harus verifikasi, tidak bisa diklaim (semua NU Jabar). Jadi akhirnya, kita terbebani, seolah-olah kita telah mendapatkan bantuan sebesar Rp1 triliun. Padalam mana, tidak ada itu,” tegas dia.
Berpotensi memicu konflik internal, Kurnia Permana pun menuntut gubernur Jabar segera menjelaskan siapa saja yang telah mendapatkan dana hibah sebagaimana dikatakan sebelumnya saat memberikan pidato pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 17 Desember 2022. ***