PURWASUKA- Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Venna Melinda yang diduga dilakukan oleh Ferry Irawan masih berlanjut.
Status Ferry Irawan dalam kasus KDRT yang diduga dilakukannya tersebut kini naik menjadi tersangka.
Venna Melinda mengungkapkan hal yang memicu Ferry Irawan melakukan tindak KDRT kepadanya.
Menurut pengakuan Venna Melinda, salah satu pemicu Ferry Irawan melakukan KDRT yakni, soal ranjang alias hubungan suami istri.
Ferry Irawan sering memaksa Venna Melinda melakukan hubungan suami istri meskipun kondisi sang istri tidak memungkinkan. Penolakan hubungan suami istri yang dilakukan Venna Melinda inilah yang sering membuat Ferry Irawan melakukan kekerasan.
“Seperti saat saya mau beraktivitas yang bukan kegiatan negatif sering diganggu dia (Fery Irawan). Dia (Ferry Irawan) sering ganggu minta saya untuk berhubungan suami. Seperti selama perjalanan Jakarta, Kediri. Dia minta hubungan suami istri,” ungkap Venna Melinda dilansir PURWASUKA dari kanal YouTube Intens Investigasi diunggah Sabtu, 14 Januari 2023.
“Waktu itu saya berangkat (Jakarta ke Kediri) dalam kondisi sakit asam lambung. Tapi dia tetap minta hubungan suami istri. Saya hanya jawab iya Abi,” sambung dia.
Sampai di Kediri kata ibunda Varel Bramastha, paksaan untuk hubungan suami istri pun masih berlanjut. Ditengah kelelahan dan kondisi sakit, dirinya masih dipaksa oleh suami untuk berhubungan badan.
“Saya ketiduran (selama perjalanan) sampai Kediri jam 3 subuh. Dia (Ferry Irawan) masih berusaha meminta hubungan suami. Saya enggak mau karena lelah, dan paginya harus bekerja bertemu ketua partai,” ucap dia.
Baca Juga: Kasus KDRT, Venna Melinda Ungkap Ferry Irawan Kerap Memaksa Berhubungan Badan
Usai penolakan tersebut, menurut pengakuan ibunda dari Varel Bramastha. Banyak pertengkaran sepele di hari itu. Mulai dari gara-gara pintu toilet gak ditutup hingga disindir yang membawa-bawa agama. Sampai akhirnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga terjadi.
Selain itu, Kekerasan Dalam Rumah Tangga pun dipicu oleh kecemburuan suaminya atas keputusan dirinya yang akan kembali ke politik.
“Saya memutuskan untuk kembali ke dunia politik, disitu pemicu dia cemburu yang berlebihan,” kata dia.
“Seperti saat saya ketemu ketua partai, dibilangnya saya tak mengerti soal agama. Padahal saya itu bekerja bertemu struktur partai, saya yang tahu betul dapil (daerah pemilihan) saya jadi harus koordinasi, dan ini menjadi salah satu pemicu KDRT,” ucap dia. ***