Teks Khutbah Jumat: Meraih Amal yang Diridhai Allah

Purwasuka

Jum'at, 02 Juni 2023 | 10:00 WIB
Teks Khutbah Jumat: Meraih Amal yang Diridhai Allah
Teks Khutbah Jumat Hari Ini. (ist)

Sebab, iman dan amal saleh yang diridai Allah yang akan menjadi bekal kita menghadapi alam akhirat kelak.  

Hadirin yang berbahagia  

Meski amal menjadi bekal menghadapi kehidupan kekal di akhirat, tetapi kita jangan tergantung pada amal kita sendiri. Sebab, kunci meraih kebahagiaan akhirat bukan amal melainkan keridaan Allah. Tidak ada amal besar ketika tidak diridai oleh Allah. 

Pun tidak ada amal kecil ketika diridai Allah. Inilah hakikat amal yang perlu dipahami oleh kita semua yang sedang berupaya mengerjakan amal saleh.  

Karena itu, alangkah pentingnya kita mengetahui hakikat amal yang kita kerjakan. Tujuannya agar kita tidak sia-sia dalam mengerjakan suatu amal, tetapi jauh dari rida Allah. Hal ini tentu sangat merugikan.

Sidang Jumah yang dimulyakan Allah 

Ibnu ‘Athaillah dalam kitab Hikam-nya memberikan pedoman bagi kita semua, sebelum mengerjakan suatu amal, hendaknya hati kita penuh dengan makrifat, ketauhidan, dan ubudiyah kepada Allah. Sesuai dengan bunyi ayat di atas yang mengistilahkan ketauhidan dan ubudiyah dengan istilah keimanan. 
Ini artinya, syarat diterima dan diridainya amal baik adalah keimanan. Sehingga manusia yang tidak beriman dan tidak bertauhid kepada Allah, tidak memiliki kesempatan diterimanya amal. 

Selanjutnya, Ibnu ‘Athaillah menjelaskan kadar makrifat, ketauhidan, dan ubudiyah seorang salik atau orang yang sedang menempuh jalan akhirat ditentukan seberapa totalitas dirinya bersandar kepada Allah.   

Pertanyaannya, mengapa bersandar kepada Allah menjadi ukuran makrifat, ketauhidan, dan ubudiyah seorang salik? Sebab, orang-orang yang makrifat dan bertauhid akan selamanya melihat Allah. Sementara orang yang sudah melihat Allah, maka akan selalu dekat dan musyahadah kepada-Nya. 

baca juga

Ia akan fana dan tidak akan melihat perkara lain selain Allah. Sehingga yang terlihat dalam hatinya tak ada lagi selain Allah, aturan Allah, kekuasaan Allah, dan kehendak Allah.   

Ketika terjerumus kepada satu kesalahan, orang yang bertauhid kepada Allah akan melihat kesalahannya itu sebagai perlakuan, hukuman, dan ketentuan Allah bagi hamba-Nya, yang tentunya menyimpan hikmah dan faidah yang harus disadari bahwa dirinya tidak maksum dan tidak terpelihara dari dosa. 

Dimana kesalahannya itu harus menjadi perhatian agar tidak terulang, tidak boleh dilakukan lagi, serta harus hati-hati agar dirinya tidak terjerumus kepada kesalahan serupa.   

Begitu pula ketika ada ketaatan yang keluar dari dirinya, maka ia tidak melihat dirinya unggul dan memiliki kekuatan. Sebab, ketaatan itu semata-mata merupakan daya dan kekuatan dari Allah. Sehingga dirinya tetap tenang terhadap takdir-takdir Allah. 
Hatinya tetap dalam cahaya-cahaya Allah. Baginya, tidak ada perbedaan antara baik dan buruk, mudah dan susah. Sebab, dirinya tenggelam dalam samudera ketauhidan, tetap khauf dan raja’ (takut dan harap) kepada Allah. 

Khauf dan raja’-nya tetap sama dan berjalan bersamaan. Ia tetap  takut meskipun sudah melakukan ketaatan. Dan ia tetap berharap rahmat Allah meskipun sudah melakukan kesalahan.

Demikian seperti yang telah dikemukakan dalam untaian hikmah Syekh Ibnu ‘Athaillah berikut ini:

Artinya, “Di antara tanda bergantung pada amal adalah kurangnya harapan ketika tergelincir pada kesalahan.”     

Pensyarah kitab Mahasin al-Majalis, Ibnul ‘Arif ash-Shanhaji menjelaskan bahwa orang-orang yang sudah sampai pada tingkatan makrifat akan selamanya bersama-sama dengan Allah, sebab dirinya yakin hanya Allah yang mengatur dan mengurus dirinya. Yakin hanya Allah yang memberi kekuatan taat bagi dirinya.    

Tak heran jika lahir satu ketaatan dari dirinya, ia tidak menuntut pahala. Sebab, ia tidak melihat dirinya yang melakukan ketaatan tersebut. Lagi pula, amal ibadah dirinya belum tentu diterima Allah. 

Mengapa harus menuntut balasan dari Allah? Begitu pula ketika terjerumus pada satu keburukan, dirinya segera memperbaikinya sebab hukuman Allah tetap bagi orang yang berbuat salah. Dosa harus segera ditaubati dan ditebus. 

Dirinya tidak melihat siapa pun kecuali Allah, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, baik dalam keadaan taat maupun maksiat. Penglihatannya fokus pada Allah. Takut hanya pada Allah dan harapannya hanya kepada rahmat Allah.    

Sedangkan orang yang tidak makrifat akan menisbahkan amal dan perbuatannya kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia akan menuntut bagian dari amal dan kebaikannya, yaitu ganjaran dan pahala. 

Penyebabnya selain belum makrifat, dirinya masih bergantung pada amal. Ia merasa tenang akan keadaan ruhaninya. 

Ketika terjerumus dalam kesalahan, ia akan berkurang harapannya. Ketika melakukan ketaatan, ia akan berkurang ketakutannya. Itu adalah bukti bahwa dirinya belum tajrid, belum terlepas dari sebab, dan belum makrifat pada Allah. 

Siapa pun yang melihat pertanda ini dalam dirinya, maka janganlah dirinya mengaku sudah memiliki kedudukan khusus di sisi Allah. Sebaliknya, ia baru termasuk orang baik dari kalangan awam. 

Hadirin sidang jumat yang berbahagia  

Namun, perlu diketahui bahwa melalui untaian hikmah di atas, Syekh Ibnu ‘Athaillah bukan berarti mengurangi semangat amal kita dan para penempuh jalan Allah,  tetapi sebaliknya. Ia hendak mendorong kita meningkatkan kualitas dan kuantitas amaliah ibadah. 

Ia justru ingin mengalihkan sifat bersandar dan bergantung kita kepada selain Allah, seperti amal, maqam, keadaan ruhani, serta segala yang sudah dicapai, menjadi bersandar kepada Allah, rahmat, dan karunia-Nya.     

Karena itu, orang-orang yang salah dan berdosa, masih bisa berharap akan rahmat dan pertolongan Allah. Ia masih bisa menatap firman Allah yang menyatakan:

Artinya, “Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan, mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. asy-Syura [42]: 25).

Lagi pula, jika ditelusuri, untaian hikmah Syekh Ibnu ‘Athaillah di atas juga merupakan intisari dari sabda Nabi saw. yang menyatakan: 

Artinya, “Tidak akan masuk surga seorang di antara kalian karena sebab amalnya.” Ditanya para sahabat, “Termasuk engkau, wahai Rasulallah?” Beliau menjawab, “Termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya,”  (HR. al-Bukhari-Muslim).    

Kembali lagi kepada untaian hikmah Syekh Ibnu ‘Atha’illah, mengapa kita begitu penting bersandar kepada Allah? Sebab bukan mustahil, orang yang awalnya bangga kepada amal kataatannya akan terjebak pada sikap takabur dan sombong. Merasa dirinya sudah bagus. 

Dampaknya, mudah menyalahkan orang lain dan menyalahkan amaliah orang lain. Dan sebagainya.   Walhasil, jangan bangga dengan amal karena kita sudah mampu beramal. 

Sebab, yang membawa kita kepada amal bukan daya dan kekuatan kita, tapi taufik, hidayah dan pertolongan Allah. Yang mengantarkan seorang hamba ke surga bukan amalnya, melainkan ridha, rahmat, dan karunia Allah, sebagaimana sabda Nabi saw.   

Namun bukan berarti kita tidak perlu beramal. Kualitas dan kuantitas amal kita tetap harus ditingkatkan. Yang harus diluruskan adalah bersandar kita pada amal, rasa senang dan bangga kita pada amal. 

Justru bersyukurlah jika kita sudah mampu beramal. Yakinlah itu semata pertolongan Allah. Tetap kita mesti takut walau sudah bisa melakukan kataatan. Juga tetap kita harus berharap meski kita sudah berbuat kesalahan.   

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah   
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bisa menjaga amal. Tetap bersyukur meski kita sudah beramal. Tetap ingat bahwa kekuatan amal semata-mata dari Allah. 

Semoga Allah menerima dan meridhai segala amal kebaikan kita di akhirat, serta mengampuni kelengahan dan kesalahan kita, sehingga kita berhasil meraih ridha dan masuk surga-Nya. Amin ya rabbal alamin.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apakah Tanggal 2 Juni Libur atau Cuti Bersama? Cek Aturan Pemerintah dan Instansi Swasta

Apakah Tanggal 2 Juni Libur atau Cuti Bersama? Cek Aturan Pemerintah dan Instansi Swasta

News | Jum'at, 02 Juni 2023 | 09:56 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, 2 Juni 2023

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, 2 Juni 2023

Purwasuka | Jum'at, 02 Juni 2023 | 07:45 WIB

Apakah Tanggal 2 Juni 2023 Libur? Ini Jadwal Libur dan Cuti Bersama

Apakah Tanggal 2 Juni 2023 Libur? Ini Jadwal Libur dan Cuti Bersama

News | Rabu, 31 Mei 2023 | 20:41 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×