Teks khutbah Jumat: Larangan Body Shaming Dalam Islam

Purwasuka

Jum'at, 16 Juni 2023 | 09:26 WIB
Teks khutbah Jumat: Larangan Body Shaming Dalam Islam
Teks Khutbah Jumat Hari Ini. (ist)

“Ada sebab apa kalian tertawa?”, Tanya Rasul. 

Mereka menjawab:

“Ya Nabiyyallah, karena kecilnya kedua betis Abdullah bin Mas’ud.”

Mendengar jawaban ini, Rasul lalu bersabda: 

Artinya, “Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sungguh kedua betis Abdullah bin Mas’ud itu lebih berat di timbangannya daripada gunung Uhud.” (HR. Ahmad).

Ma’asyiral hadhirin, hafizhakumullah,  Jika kita melihat hadits tadi, Rasululullah dengan jelas melarang orang menertawakan betis Abdullah bin Mas’ud padahal sebatas menertawakan, tidak sampai keluar perkataan mengomentari kecilnya betis Abdullah bin Mas’ud. 

Namun, dengan tertawa saja, jika itu menyakitkan orang lain, hukumnya dilarang, walaupun jika kita lihat hadits tadi, Abdullah bin Mas’ud tidak protes. Ia hanya diam saja.    

Kita perlu hati-hati di saat kita menertawakan, atau mengomentari kekurangan orang secara fisik. Kita tidak bisa mengukur kalau orang yang kita tertawakan itu diam, berarti dia tidak sakit, kalau dia protes, berarti tersinggung, tidak bisa seperti ini. 

Yang namanya sakit hati itu di dalam, bukan di dalam. Tidak mesti orang yang sakit hati, kemudian ia ungkapkan, atau ia ekspresikan kesakitannya. 
Jangan-jangan orang yang kita sakiti itu sebenarnya hatinya sakit, namun ia tidak berani protes atau justru malah atas kebaikannya, ia khawatir jika ia marah, malah mempermalukan kita yang menertawakan. Na’udzubillah.   

baca juga

Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam Kitab Az-Zawajir menyebutkan jika menyakiti hati orang muslim adalah sebuah tindakan dosa besar. 

Begitu pula sahabat Ibnu Abbas radliyallahu ’anhu sebagaimana disampaikan oleh Imam Ghazali menyebutkan, senyum merendahkan dan tertawa penghinaan terhadap orang lain merupakan dosa yang pasti tercatat. Kalau senyum adalah dosa kecil, maka tertawa adalah dosa besar. 

Artinya, “Sahabat Ibnu Abbas RA perihal firman Allah SWT ‘Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak juga yang besar, melainkan ia mencatat semuanya,’ (Surat Al-Kahfi ayat 49).

Beliau mengomentari: 

Artinya, “Sesungguhnya yang masuk bagian dosa kecil adalah senyum yang bermakna mengejek, merendahkan terhadap orang yang beriman.”  

“Sedangkan ‘yang besar’ adalah tertawa terbahak sebagai yang mempunyai nilai ejekan terhadap orang beriman.”

Artinya, “Hal ini sudah cukup sebagai isyarat bahwa menertawakan orang lain sebagai ejekan termasuk dosa besar.”     

Ma’asyiral hadirin rahimakumullah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan kita di berbagai hadits tentang akhlak-akhlak yang harus kita perhatikan. Misalnya hadits riwayat Abud Darda’: 

Artinya, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amal kita daripada akhlak yang baik.” 

Minimalnya, apabila kita belum mampu berkata baik, belum bisa menyampaikan kata-kata yang membuat orang lain senang, marilah kita diam saja, sebagaimana perintah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam:

Artinya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” (HR Al-Bukhari).   

Sebagai individu yang mengamalkan ajaran agama Islam, kita diperintahkan untuk saling mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain.    

Syekh Zainuddin mengajak kita untuk mencintai orang lain sebagai manusia mencintai diri sendiri supaya kita mendapatkan surganya Allah kelak.

Artinya, “Cintailah manusia lain sebagaimana kau mencintai dirimu sendiri/agar kau kelak mencecap kenikmatan surga.”   

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

Artinya, "Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR Al-Bukhari dan Muslim).    

Dalam akhir khutbah ini, marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif dalam masyarakat. Jangan biarkan tindakan body shaming merusak hati dan pikiran orang lain. 

Jadilah individu yang membawa cahaya kasih sayang dan penghargaan terhadap keindahan penciptaan Allah subhanahu wa ta'ala. Semoga Allah memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita semua untuk melawan sikap dan perilaku yang merendahkan orang lain. Amin.   

Semoga dunia yang kita huni ini selalu damai, dilindungi oleh Allah dari segala macam pertikaian sehingga kita hidup damai, bisa beribadah kepada Allah dengan baik, dan pada saatnya nanti kita dipanggil oleh Allah, akan mati dalam keadaan husnul khatimah. Amin ya Rabbal alamin.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Ciri Perilaku Body Shaming yang Patut Dihindari, Sering Berkomentar Ini-itu

4 Ciri Perilaku Body Shaming yang Patut Dihindari, Sering Berkomentar Ini-itu

Your Say | Senin, 12 Juni 2023 | 10:05 WIB

Gak Minder, Yura Yunita Akui Punya Kulit Ketiak Tidak Mulus dan Pilih Merayakan Ketidaksempurnaan

Gak Minder, Yura Yunita Akui Punya Kulit Ketiak Tidak Mulus dan Pilih Merayakan Ketidaksempurnaan

Lifestyle | Jum'at, 09 Juni 2023 | 09:54 WIB

Teks khutbah Jumat: Larangan Mengambil Hak dan Menzalimi Orang Lain

Teks khutbah Jumat: Larangan Mengambil Hak dan Menzalimi Orang Lain

Purwasuka | Jum'at, 09 Juni 2023 | 09:20 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×