Jagad Lengger Festival 2022, Napaktilas Perjalanan Lengger Banyumas

Purwokerto

Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB
Jagad Lengger Festival 2022, Napaktilas Perjalanan Lengger Banyumas
Instagram Jagad Lengger Festival

PURBALINGGA.SUARA.COM, BANYUMAS - Jagad Lengger Festival (JLF), festival pertama di Indonesia yang mengkhususkan diri pada pelestarian seni tradisi lengger telah usai. Acara digelar 25-27 Juni 2022 di Pendhapa Si Panji, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Banyumas di pilih karena kota ini adalah tanah kelahiran tradisi lengger itu sendiri. Tahun ini, JLF mengambil tema “Ngunthili & Napak Tilas Tradisi Lengger” yang berikhtiar untuk membaca rute perkembangan tradisi lengger dari dulu, hari ini, hingga nanti.

Lengger sendiri adalah seni tradisi pertunjukan tari berkarakter feminim, yang umumnya ditarikan oleh penari laki-laki. Pada perkembangannya, lengger kian terbuka untuk ditarikan oleh siapa saja dari gender apa saja. 

Sejak kemunculannya, lengger jadi bagian dari budaya agraris masyarakat Banyumas. Lengger, yang identitasnya samar, jadi simbol sakral bagi relasi manusia dan alam. Maka tak heran, dulu lengger kerap ditampilkan di acara syukuran panen, tanam, juga berbagai ritual di desa.

“Tubuh penari lengger itu menyimpan banyak wacana. Kita bisa obrolkan lengger dari isu estetika, isu lingkungan, isu gender, dan banyak lainnya. Kami membuat Jagad Lengger Festival sebagai upaya pelestarian tradisi asli Banyumas yang sangat luhur ini,” jelas Otniel Tasman, direktur festival yang juga telah banyak membuat karya lengger kontemporer.

Selama tiga hari, akan tersaji berbagai program dan menghadirkan narasumber menarik. Di program seminar, akan ada tiga kali seminar yang membahas lengger tiap masa, hingga lengger dan sinema bersama Otniel Tasman, Yustina Devi, Garin Nugroho, Ahmd Tohari, Rene Lysloff, dan Budiman Sudjatmiko. Seminar diadakan setiap pagi selama tiga hari pagelaran.

Di program pameran arsip, ada dua bagian pameran: DEKADE LENGGER yang akan menghadirkan tiga arsip video yang masing-masing mewakili satu era perkembangan lengger. Arsip video akan ditampilkan dengan piranti teknologi yang akan membantu penonton memaknai lengger lebih jauh dan mendalam. 

POKOK DAN TOKOH, bagian kedua pameran berisi arsip dari pegiat-pegiat tradisi lengger seperti Sukendar, Nyi Kunes, Rasito, Dariah, dan lainnya.

Pemutaran film dan diskusi juga akan diselenggarakan sebagai bagian dari arsip. Ada film Kucumbu Tubuh Indahku (2019) karya Garin Nugroho, Leng apa Jengger (2008) karya Bowo Leksono, dan Amongster: Voyage of Lengger (2021) karya Zen Al Ansory. Pemutaran film dan seminar gratis, penonton hanya diminta registrasi.

baca juga

Di program pertunjukan, akan ada penampilan spesial dari enam penampil yang telah diatur sesuai kuratorial. Hari pertama, akan ada Paguyuban Langensari Kalibagoran dan Narsihati ft Sukendar dengan pertunjukan ala lengger tradisional. Klasik dan semarak.

Di hari kedua, akan ada Calengsai yang merupakan kolaborasi antara barongsai lengger dan calung, serta Rumah Lengger. Calengsai adalah representasi dari guyubnya tradisi Tionghoa-Jawa di Banyumas. Sementara Rumah Lengger adalah kelompok yang sejak 2020 lalu menyediakan ruang pendokumentasian dan eksperimen lengger di Banyumas. Salah satu pendirinya adalah penari lengger, Rianto.

Di hari terakhir, akan ada penampilan lengger kontemporer dari Seblaka Sesutane dengan judul “The Cosmos of Leng” dan Otniel Dance Community yang berjudul “Lengger Laut”. Di hari terakhir juga akan ada soft-launching buku “Lengger Agamaku” karya Otniel Tasman.

Rangkaian acara ini disusun sesuai pembagian dekade perkembangan lengger yang dirumuskan oleh kurator JLF yaitu Abdul Aziz dan Linda Mayasari. Penonton yang hadir tiga hari berturut-turut diharapkan bisa mengikuti perkembangan lengger dari masa lalu, kini, dan masa depan.

JLF digelar secara kolaboratif oleh pelaku, pegiat, pengamat, hingga akademisi seni tradisi lengger di tiga kota yaitu Banyumas, Solo, dan Yogyakarta.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, KementrKementrian Pendidikan dan Kebudayaan - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Indonesia Kaya.

Festival ini diproyeksikan mampu memberikan stimulus kepada generasi muda untuk mengembangkan tradisi lengger selaras dengan laju perkembangan zaman. JLF tak memakai tiket, alias gratis. Kami berharap Jagad Lengger Festival bisa jadi ajang temu bagi siapa saja untuk merayakan tradisi Lengger Banyumas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jagad Lengger Festival 2022, Ajang Menapaki Jejak Langkah Lengger Banyumas

Jagad Lengger Festival 2022, Ajang Menapaki Jejak Langkah Lengger Banyumas

Purwokerto | Jum'at, 10 Juni 2022 | 11:25 WIB

Maestro Lengger, Rianto: Komunitas Lengger Sudah Menyebar ke Banyak Negara, Kita Ingin Bisa Diakui UNESCO

Maestro Lengger, Rianto: Komunitas Lengger Sudah Menyebar ke Banyak Negara, Kita Ingin Bisa Diakui UNESCO

wawancara | Rabu, 08 Juni 2022 | 17:12 WIB

Kenalkan Eksistensi Lengger Banyumas hingga Jepang, Rianto: Media Healing Kurangi Angka Bunuh Diri

Kenalkan Eksistensi Lengger Banyumas hingga Jepang, Rianto: Media Healing Kurangi Angka Bunuh Diri

Jawa Tengah | Selasa, 31 Mei 2022 | 19:14 WIB

Lengger, Seni Rakyat yang Makin Terpinggirkan

Lengger, Seni Rakyat yang Makin Terpinggirkan

Lifestyle | Sabtu, 08 Maret 2014 | 23:47 WIB

Terkini

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:52 WIB

Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar

Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar

Sumbar | Senin, 22 Juni 2026 | 15:50 WIB

Mohamed Salah Menggila, Timnas Mesir Petik Kemenangan Perdana dan Buka Peluang ke 32 Besar

Mohamed Salah Menggila, Timnas Mesir Petik Kemenangan Perdana dan Buka Peluang ke 32 Besar

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 15:43 WIB

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:37 WIB

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:36 WIB

4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif

4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:35 WIB

Thibaut Courtois Dekati Rekor Setelah Cetak Clean Sheet Kontra Iran di Piala Dunia 2026

Thibaut Courtois Dekati Rekor Setelah Cetak Clean Sheet Kontra Iran di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 15:33 WIB

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:33 WIB

Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh

Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:30 WIB

Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor

Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor

News | Senin, 22 Juni 2026 | 15:25 WIB