Pakar Pertanian Sarankan Produksi Minyak Kelapa untuk Alternatif Sawit

Purwokerto

Senin, 02 Mei 2022 | 20:10 WIB
Pakar Pertanian Sarankan Produksi Minyak Kelapa untuk Alternatif Sawit
Unsoed

SUARAPURWOKERTO. ID, BANYUMAS-Indonesia sebagai salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, dengan luas lahan lebih dari 15 juta hektar. Tapi ironis, 
harga minyak goreng dalam negeri mengalami kenaikan yang relatif tidak terkendali. 


Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan pidato larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya.


Larangan itu mulai berlaku sejak Kamis (28/4/2022). Kebijakan ini merupakan upaya untuk mendorong ketersediaan bahan baku, juga pasokan minyak goreng di dalam negeri, dan menurunkan harga minyak goreng ke harga keterjangkauan. 


Kebijakan larangan ini berlaku untuk semua produk, baik itu Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah, Red Palm Oil (RPO), Refined Bleached Deodorized (RBD) palm olein, Palm Oil Mill Effluent (POME), dan Used Cooking Oil (UCO/minyak jelantah).


Ini juga yang menjadi tema diskusi Pengurus Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) di RM. Batik Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu, (23/4/2022) yang dipaparkan oleh Sekretaris Dewan Pakar PISPI Dr.Tedy Dirhamsyah, alumnus Fakultas Pertanian Unsoed. 


Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo, 


1. Presiden melaksanakan UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Dalam pertimbangan aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis pada UU Pangan disebutkan, negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada level nasional dan daerah


2. Presiden sensitif pada tuntutan masyarakat terutama ibu-ibu, pedagang UMKM dan masyarakat yang tertekan karena kenaikan harga minyak goreng.


3. Presiden harus bertindak karena sudah terlalu lama para pembantunya dan aparat birokrasi yang paling bertangung jawab soal ketersediaan minyak goreng tidak bisa menyelesaikan kelangkaannya di pasar.


Perhimpunan  Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) juga mendukung langkah Presiden RI untuk menghentikan ekspor tersebut, apabila sifatnya sangat sementara dan jangka pendek sampai ketersediaan minyak goreng (Migor) sawit tersedia merata dan harga terjangkau di dalam negeri. 


"Kelangkaan dan harga Migor sawit yang melambung tinggi sebetulnya tidak perlu terjadi mengingat Indonesia memiliki lahan sawit terluas dan produsen terbesar di dunia," kata Dr.Tedy Dirhamsyah


Dr.Tedy Dirhamsyah menjelaskan, luas areal sawit Indonesia sebanyak 15,081 juta hektar dengan perincian 8,417 juta hektar merupakan Perkebunan Besar Swasta (PBS/Private); 6,084 juta hektar Perkebunan Rakyat (PR/Smallholders) dan 579,664 ribu hektar Perkebunan Besar Negara (PBN/Goverment), dengan total produksi kelapa sawit sebesar 49,710 juta ton tahun 2021 (Ditjen Perkebunan Kementan RI, 2022).  


Adapun nilai ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mencapai US$ 35 miliar (setara 507 Trilyun kurs Rp 14.500 per 1 US $) pada 2021.  Nilai ini meningkat 52,8% dari US$ 22,9 miliar pada 2020 (GAPKI, 2022).


Menurut Dr.Tedy, prediksi produksi minyak sawit/Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit/Palm Kernel pada tahun 2022 yakni sebesar 49 juta ton dan 4,8 juta ton sehingga total 53,8 juta ton (GAPKI). 


Produksi Migor sawit pada tahun 2021 adalah sebesar 20,22 juta liter, dimana 5,07 juta liter untuk kepentingan dalam negeri dan selebihnya sebesar 15,55 juta liter di ekspor. 


Dari kebutuhan dalam negeri dapat diperinci untuk Migor sawit curah industri 1,62 juta liter, curah rumah tangga 2,12 juta liter, kemasan sederhana 0,21 lliter dan kemasan premium 1,11 juta liter. 


Kebutuhan CPO untuk Migor sawit dan bahan pangan lain adalah 8,95 juta liter, sangat kecil jika dibandingkan dengan produksi CPO pada tahun 2021 yang sebesar 46,88 juta liter (Asikin, 2022 dan Kemperin, 2022). 


Menurut Dedy, kelangkaan dan kenaikan harga Migor sawit  belakangan ini, diperkirakan karena dinamika kenaikan harga pangan global, panic buying, disparitas harga dan praktek tidak terpuji dari segelitir pelaku usaha, oknum pejabat. Misalnya ekspor tidak sesuai ketentuan, dan penimbunan Migor sawit. 


Ketegasan Satgas Pangan dan Aparat Penegak Hukum (APH) diperlukan agar pasokan dan stabilisasi harga bahan pangan termasuk Migor sawit dapat terjaga dengan baik, terlebih saat ini sedang memasuki hari-hari besar keagamaan. 


Pihaknya menyarankan, kebijakan penghentian ekspor tersebut sebaiknya bersifat sangat sementara dan jangka pendek. Sampai ketersediaan minyak goreng (Migor) sawit tersedia merata dan harga terjangkau di dalam negeri.  


Mengingat sawit merupakan komoditas unggulan dan ekspor utama komoditas pertanian Indonesia. 


Pemerintah diharapkan melindungi petani sawit rakyat saat diberlakukannya kebijakan tersebut, dimana hasil sawit dapat dipastikan ada yang membeli dan melindungi harga sawit rakyat agar tidak jatuh. 


Saat ini PISPI mendapat informasi bahwa di beberapa wilayah seperti di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat harga sawit rakyat jatuh. 

Pemerintah baiknya menetapkan harga minimum pembelian Tandan Buah Segar oleh Pabrik kelapa sawit (PKS) terutama pabrik pengolah bahan baku biosolar, pabrik besar di atas 30ton/hari/PKS dan sudah go public, pabrik kelapa sawit menengah pemasok ke perusahan go public, program percepatan hilirisasi sawit petani UKM dan sawit rakyat terutama pendirian pabrik minyak goreng skala UKM di seluruh Indonesia. 


Untuk jangka menengah, perlu ditingkatkan peran Perkebunan Besar Negara (PBN) untuk membangun dan memiliki industri pengolahan sawit serta turunannya untuk  kepentingan Negara dan Bangsa Indonesia. 
Kemudian membuka kesempatan dan kemudahan akses bagi Koperasi Petani Sawit/Gabungan Kelompok Tani untuk membangun industri pengolahan Migor sawit melalui dana yang berada di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 


Juga peremajaan sawit rakyat perlu segera dipercepat dan diperluas, dengan menggunakan bibit unggul dan bersertifikat, sehingga produktifas sawit rakyat dapat meningkat. 


Pemerintah juga diharapkan melaksanakan diversifikasi sumber minyak goreng dengan meningkatkan produksi kelapa sebagai sumber alternatif minyak goreng.


Peremajaan kelapa perlu dilaksanakan karena memiliki jumlah luasan yang signifikan yaitu 450.000 ha. Dengan peremajaan dan perbaikan teknologi pengolahan, maka biaya produksi bisa ditekan sehingga harga minyak goreng kelapa dapat terjangkau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petani Sawit Kirim Surat ke Jokowi Efek Harga TBS Turun: Tolong Tanggung Jawab

Petani Sawit Kirim Surat ke Jokowi Efek Harga TBS Turun: Tolong Tanggung Jawab

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2022 | 11:53 WIB

Jokowi dan Mendag Digugat ke PTUN Gegara Migor, Istana: Kami Pelajari Dahulu

Jokowi dan Mendag Digugat ke PTUN Gegara Migor, Istana: Kami Pelajari Dahulu

News | Senin, 06 Juni 2022 | 21:13 WIB

Terkini

Silmy Karim Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Wamen Imipas yang Jadi Tersangka Kasus Suap

Silmy Karim Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Wamen Imipas yang Jadi Tersangka Kasus Suap

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:34 WIB

Pemerintah Setuju Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Pemerintah Setuju Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Sulsel | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:32 WIB

Giorgio Antonio CEO Apa? Pacar Sarwendah Klarifikasi Usai Terseret Konflik Rumah Ruben Onsu

Giorgio Antonio CEO Apa? Pacar Sarwendah Klarifikasi Usai Terseret Konflik Rumah Ruben Onsu

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:31 WIB

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:30 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:27 WIB

Erling Haaland ke Real Madrid Jika Enrique Riquelme Jadi Presiden

Erling Haaland ke Real Madrid Jika Enrique Riquelme Jadi Presiden

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:21 WIB

Gara-Gara Bunyi Desis di Gardu PLN, 45 Kelurahan Jakarta Terancam Krisis Air Akhir Pekan Ini

Gara-Gara Bunyi Desis di Gardu PLN, 45 Kelurahan Jakarta Terancam Krisis Air Akhir Pekan Ini

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:21 WIB

Viral Teror Pocong Resahkan Warga, Polda Riau Pastikan Hoaks: Pakai AI

Viral Teror Pocong Resahkan Warga, Polda Riau Pastikan Hoaks: Pakai AI

Riau | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:14 WIB

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:12 WIB

China Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Sumatera Utara pada Januari-April 2026

China Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Sumatera Utara pada Januari-April 2026

Sumut | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:12 WIB