SUARAPURWOKERTO.ID - Menjadi minimalis tidak sama dengan pelit. Gaya hidup minimalis artinya mampu membedakan manakah barang yang dibutuhkan dengan manakaho barang yang diinginkan.
Gaya hidup minimalis bisa dimulai dari sekeliling rumah kita. Sekarang lihatlah benda-benda di sekelilingmu. Adakah barang yang sudah lama kamu simpan tapi tidak digunakan?
Rumah bukanlah museum yang harus kamu isi sebanyak mungkin koleksi barangmu. Tapi rumah adalah tempat di mana kamu merasa nyaman dan bahagia. Jadi jangan terjebak pada kata “nanti jika aku perlu” atau “jika nanti diperlukan” ya? Orang dengan gaya hidup minimalis tidak berpikir demikian.
Orang dengan gaya hidup minimalis hanya menyimpan barang yang kamu pakai saja. Meski demikian, kamu boleh memiliki banyak sepatu (barang) tetapi fungsinya harus berbeda-beda, contohnya, satu sepatu kasual, satu sepatu formal, dan satu sepatu lari jadi kamu hanya memiliki tiga jenis sepatu saja.
Berikut ini yang akan kamu dapatkan jika kamu mampu menerapkan gaya hidup minimalis menurut Fumio Sasaki dalam bukunya Good Bye Things yang menjadi buku megabestseller.
1. Kamu akan memiliki lebih banyak waktu
Seorang minimalis memang tidak membeli banyak barang, jadi jelas waktu berbelanja akan berkurang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membeli barang bagi seorang minimalis yaitu bentuk barang minimalis dan mudah dibersihkan, warna yang tidak mencolok, bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, struktur sederhana, ringan dan praktis serta multifungsi. Selain itu, waktu yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga pun akan lebih hemat.
2. Kamu lebih menikmati hidu
Tanpa memiliki banyak barang, membersihkan rumah menjadi lebih mudah. Membersihkan menjadi menyenangkan jika memiliki sedikit barang. Rumah yang rapi serta meletakkan kembali barang di tempatnya akan meringankan ketika kamu bersih-bersih rumah.
3. Kamu akan memiliki kebebasan yang bertambah
Bebas untuk bergerak, biaya hidup lebih rendah untuk hidup yang lebih merdeka, dan bebas dari ketamakan.
4. Tak lagi membandingkan diri dengan orang lain
Tindakan membandingkan diri dengan orang lain sangatlah manusiawi. Masalahnya ketika kita melakukannya, hal itu tidak akan ada habisnya. Begitu kita mulai membandingkan diri, akan selalu ada orang lain yang lebih baik dari diri kita. Jadi, beranilah untuk keluar dari kompetisi yang berisi pembandingan dan akumulasi barang tiada henti.
5. Berhenti mencemaskan pandangan orang lain terhadap diri sendiri
Steve Jobs mempunyai ciri khas memakai kaus turtleneck hitam, sedangkan Mark Zuckerberg dikenal dengan kausnya yang berwarna abu-abu. Bagi keduanya memilih pakaian sama dengan membuang waktu. Mereka tidak pernah mengkhawatir akan terlihat ketinggalan mode. Manfaat lain dari koleksi pakaian minimalis adalah memilih gaya pakaian yang tidak terpengaruh zaman. Jadi, tidak usahlah cemas dengan pandangan orang lain.
6. Menjadi terlibat dengan dunia sekitar
Menurut Fumio Sasaki, menjadi minimalis berarti mempunyai banyak waktu. Ia tidak lagi takut tampil apa adanya di hadapan orang lain. Dari lingkaran positif kecil seperti meningkatkan percaya diri menjadi lingkarang besar seperti berani untuk mencoba sesuatu yang baru.
7. Kamu mampu berkonsentrasi dengan diri sendiri
Menurut kabar, hal pertama yang Steve Jobs lakukan setelah berhasil kembali ke Apple adalah mendonasikan dokumen dan mesin tua yang nyaris seluruhya tertutup jaring laba-laba ke museum. Ia mulai berpisah dari barang-barang tersebut lalu fokus membuat produk yang akan mengubah dunia.
8. Kamu menjadi lebih hemat dan peduli lingkungan
Minimalisme adalah cara yang sangat efektif untuk menurunkan biaya hidup. Misalnya, lebih sedikit barang berarti kita tidak memerlukan rumah yang besar sehingga ini berarti biaya perawatan rumah bisa dihemat. Menerapkan minimalisme dalam bekerja kemungkinan besar meningkatkan efisiensi dan pendapatan.