Ahli Ingatkan Banjir Rob Pesisir Utara Jawa Bakal Abadi

Purwokerto

Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:54 WIB
Ahli Ingatkan Banjir Rob Pesisir Utara Jawa Bakal Abadi
Polda Jateng/suara.com


SUARAPURWOKERTO.ID, Banjir rob terjadi di berbagai wilayah di Pantai Utara (Pantura) seperti Kota Semarang, Tegal,  Pekalongan, Demak, Pati, dan Rembang. Banjir rob juga terjadi di pesisir utara Jawa Timur, seperti Tuban dan Lamongan.


Banjir rob di Semarang diperparah dengan jebolnya tanggul penahan air laut. Banjir rob tersebut diduga karena adanya pasang air laut dan gelombang tinggi yang melanda sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa.

 
Yanto, PhD, Pakar Hidrologi Unsoed menyampaikan, banjir rob bukan fenomena baru di pesisir utara Jawa. Kejadian ini telah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun yang lampau hingga kini. Hanya intensitas dan ketinggian banjir rob semakin meningkat dari tahun ke tahun.


"Ada beberapa faktor yang jika tidak dikendalikan, maka banjir rob akan menjadi fenomena abadi di pesisir utara Jawa, " katanya

Alumni Doctor of Philosophy, Civil Environmental and Architectural Engineering, University of  Colorado at Boulder, USA itu menjelaskan, setidaknya ada 4  faktor utama yang memungkinkan abadinya banjir rob di pesisir Jawa. 

Pertama, fenomena pasang surut merupakan siklus 15 harian akibat interaksi bulan dan bumi. Jika terjadi pasang naik, maka air laut akan masuk ke daratan dan menyebabkan banjir rob. 

Kedua, meningkatnya debit banjir pada muara sungai-sungai besar di pesisir utara Jawa akibat hujan deras. Ini juga dipicu rusaknya kawasan hulu di beberapa daerah aliran sungai di Jawa karena berubahnya tata guna lahan dan menurunnya fungsi konservasi lingkungan. 

Ketiga, fenomena perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi kejadian hujan ekstrim, yaitu hujan dengan intensitas sangat tinggi.  Sebagai contoh adalah hujan ekstrim sebesar 377 mm pada awal tahun 2020 di Jakarta.

Keempat, turunnya permukaan tanah pesisir akibat pengambilan air tanah secara berlebihan sebagai akibat tidak terpenuhinya kebutuhan air domestik menggunakan air permukaan.

Faktor tersebut tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Pasang surut misalnya. Namun, sebagian besar faktor tersebut dapat dikelola dan direncanakan upaya perbaikannya. 
Bahkan, ada beberapa faktor yang munculnya merupakan akibat dari ulah manusia. Perubahan tata guna lahan contohnya.

Untuk mengurangi atau menghilangkan sama sekali banjir rob di pesisir utara Jawa, faktor-faktor tersebut harus dikelola sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir rob. 

Banjir daratan yang berasal dari daerah aliran sungai misalnya, dapat dikelola dengan beberapa upaya seperti konservasi daerah aliran sungai di bagian hulu, pembangunan bendung dan waduk pengendali banjir di sepanjang aliran sungai dan konservasi air tanah di wilayah perkotaan. 

Turunnya muka tanah dapat dikelola dengan cara mengendalikan pengambilan air tanah melalui beberapa instrumen hukum dan kebijakan. Atau memaksimalkan peran perusahaan air minum untuk memenuhi kebutuhan air seluruh masyarakat.  Sehingga masyarakat tidak lagi mengambil air tanah melalui sumur, serta pengisian kembali air tanah menggunakan sumur resapan dan biopori. 

Untuk perubahan iklim, meski terjadi secara global, kita sebenarnya dapat berkontribusi untuk mengelolanya. Penyebab utama perubahan iklim adalah naiknya suhu muka bumi secara konsisten dalam beberapa dekade terakhir. 

Upaya besar yang sedang dilakukan adalah menekan laju emisi karbon hingga level tertentu. Sehingga kenaikan suhu dapat dikendalikan sesuai target pada tahun 2050. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

2 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai

2 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Bukan Cuma Konsumen, Mengapa Pelaku Usaha Didesak untuk Turut Kurangi Mikroplastik?

Bukan Cuma Konsumen, Mengapa Pelaku Usaha Didesak untuk Turut Kurangi Mikroplastik?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran

Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:32 WIB

Limbah PT KIMA Aman atau Bikin Cemas? Fakta Ini Mengejutkan Warga

Limbah PT KIMA Aman atau Bikin Cemas? Fakta Ini Mengejutkan Warga

Sulsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Ulasan Broken Strings: Ketika Cinta Berubah Menjadi Kendali

Ulasan Broken Strings: Ketika Cinta Berubah Menjadi Kendali

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Lagi Diskon di Erafone, Ini 5 Ponsel Terjangkau untuk Pelajar Kurang dari Rp2 Juta Plus Link Beli

Lagi Diskon di Erafone, Ini 5 Ponsel Terjangkau untuk Pelajar Kurang dari Rp2 Juta Plus Link Beli

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Ratusan Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu Terkait Rencana Kerja Sama Olahraga Menembak

Ratusan Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu Terkait Rencana Kerja Sama Olahraga Menembak

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Kevin Diks Amankan Tempat di Tim Utama, Pelatih Gladbach Yakin dengan Bek Timnas Indonesia

Kevin Diks Amankan Tempat di Tim Utama, Pelatih Gladbach Yakin dengan Bek Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Bakal Numpang Sekolah, Pemkot Jaksel Siapkan Bus dan Mikrotrans Bagi Siswa Dua SD Kebayoran Lama

Bakal Numpang Sekolah, Pemkot Jaksel Siapkan Bus dan Mikrotrans Bagi Siswa Dua SD Kebayoran Lama

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:28 WIB

BBKSDA Sumut: Konservasi Batang Toru Butuh Kolaborasi Semua Pihak

BBKSDA Sumut: Konservasi Batang Toru Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:22 WIB

×