purwokerto

Ada Piring Terbang di Resepsi Pernikahan Solo

Purwokerto Suara.Com
Minggu, 19 Juni 2022 | 23:06 WIB
Ada Piring Terbang di Resepsi Pernikahan Solo
pemprov surakarta

PURWOKERTO.SUARA.COM, SOLO-Istilah piring terbang populer bagi masyarakat Solo. Tentu piring terbang yang dimaksud bukan kendaraan makhluk luar angkasa (alien) seperti dalam film. 

Piring terbang adalah cara penyajian hidangan di acara pernikahan selain prasmanan. Dilansir dari portal resmi Pemprov Surakarta, menurut sejarawan Solo KRMT L Nuky Mahendranata, tradisi piring terbang ini sudah ada sejak tahun 1980-an. 

Dimana pada masa itu jasa penyedia katering sedang berkembang pesat. Cara penyajian ini diterapkan untuk menghormati tamu. Sehingga mereka tak perlu repot mengambil sendiri makanan yang disediakan. 

Lalu apa perbedaanya dengan prasmanan? 

Jika di dalam prasmanan, tamu bisa mengambil sendiri hidangan di pesta pernikahan, lain halnya dengan piring terbang. 

Pramusaji datang mengantarkan hidangan kepada tamu. Biasanya piring berisi makanan ditata hingga bertumpuk di atas nampan. 

Hidangan dalam piring diantarkan dan dibagikan ke setiap tamu, sehingga piringnya seperti “terbang”.  Tamu tinggal duduk manis menunggu makanan datang dari pramusaji. 

Hidangan biasanya diawali dengan minuman manis seperti teh hangat yang telah disiapkan di atas meja. 

Di samping teh, juga telah disiapkan snack seperti bolu/prol tape, risol/kroket dan kacang goreng. 

Setelah jeda kurang lebih 5 menit, para tamu kemudian akan diberikan hidangan sup/selat solo. Setelah sup/selat solo, menu yang diantar selanjutnya adalah hidangan utama berupa nasi, dengan lauk pauk yang lengkap seperti sambal goreng, cap cay, acar kuning dan kerupuk. 

Minuman es dipilih sebagai menu terakhir untuk dijadikan hidangan penutup. Hidangan penutup ini biasanya berupa es buah, es puter atau es krim. Setelah es dihidangkan ini menandakan bahwa acara akan segera berakhir. 

Meskipun piring terbang melekat dengan Solo, tapi sebenarnya budaya ini tidak berasal dari Solo. 

Piring terbang justru  muncul dan berkembang jauh dari pusat kota Mataram pada masa itu. Tradisi piring terbang ini diduga pertama kali muncul dan mulai berkembang dari daerah sekeliling Solo, seperti wilayah Wonosari, Klaten, hingga Wonogiri.  

Tanpa disadari tradisi piring terbang ini telah mendominasi konsep pernikahan di Kota Solo. Banyak warga memilih piring ini terbang dengan alasan tradisi. Ini lah yang membuat tradisi piring terbang ini masih eksis hingga sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI