PURWOKERTO.SUARA.COM, PEMALANG- Apa yang terbesit di pikiran anda ketika mendengar kata Cawet?
Dalam bahasa sehari-hari, cawet adalah istilah lain dari celana dalam. Di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, Cawet menjadi nama sebuah desa. Memasuki desa di Kecamatan Watukumpul, anda akan melihat banyak plang fasilitas umum yang mencantumkan nama Desa Cawet.
Nama desa yang unik itu pun sempat viral diberitakan. Publik tentu penasaran mengapa desa itu dinamai Cawet sehingga membuat sebagian orang geli ketika mendengarnya.
Nama itu sudah ada sejak zaman dahulu. Pemberian nama Cawet sendiri memiliki akar sejarah yang panjang.
Kepala Desa Cawet Taufik Saleh mengatakan, ada beberapa versi yang menyebut sejarha penamaan Desa Cawet. Versi pertama, nama Cawet diambil dari nama tokoh yang “babat alas” desa tersebut. Tokoh legenda kakak beradik itu bernama Cawing dan Tali.
Versi lainnya menyebut nama Cawet diambil dari sejarah Mbah Cawing Tali yang beraktivitas bertani menggunakan celana pendek yang diikat tali. Namun demikian, penulusuran sejarah penamaan desa Cawet menurut dia belum tuntas dan belum diketahui kesahihan ceritanya.
“Nilai histori belum terkuak pasti. Secara peninggalan juga belum ada yang membuktikan soal sejarah nama itu. Sejarahnya terputus,”katanya saat diwawancarai channel Anak Desa Indonesia
Versi lainnya, menurutnya, dari cerita yang berkembang , nama Desa Cawet diambil dari nama Sunda “Cai Awet”. Nama Sunda itu disingkat menjadi Cawet. Dalam bahasa Indonesia, cai berarti air, awet berarti abadi.
Mungkin, katanya, dengan mengambil dari nama itu, diharapkan desa Cawet tidak pernah akan kekurangan air.
Baca Juga: Nyore Spesial Hari Anak Nasional: Harapan dan cita-cita Generasi Penerus Bangsa
Ia mengakui Desa Cawet termasuk desa terpencil di Kabupaten Pemalang. Desa itu memiliki luas 5800 hektar dengan tiga dukuh, atau 24 RT dan 3 RW. Ada beberapa potensi unggulan desa itu, di antaranya kerajinan bambu.