Dieng Membeku Lagi, Wisatawan Serasa di Eropa

Purwokerto

Selasa, 26 Juli 2022 | 22:56 WIB
Dieng Membeku Lagi, Wisatawan Serasa di Eropa
Embun Es di Dieng

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA-Fenomena embun es atau bun upas kembali terjadi di Dieng. Fenomena langka itu selalu menarik perhatian wisatawan.  Sebab penampilan embun es begitu indah ketika menyelimuti rerumputan di komplek candi Arjuna

Meski di sisi lain, bun upas justru menjadi momok bagi petani hingga tak diharapkan kemunculannya. Embun upas atau bun upas menurut penduduk Dieng adalah Embun Racun. Fenomena ini terjadi ketika suhu turun, lantas turunlah embun-embun yang beku. Dinamai "upas" karena memang efeknya membuat tanaman mati tersiakan.

"kerusakan tersebut tidak dapat dihindari jika embun beku tiba lebih awal sebelum masa panen, " kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang Sutikno dalam rilis tertulisnya

Selain memberikan dampak negatif, embun beku Dieng ternyata mendatangkan dampak positif lainnya. Fenomena kemunculan embun beku akibat suhu dingin ekstrem menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Dieng. Meski merupakan pemandangan yang indah, pemerintah tetap mengimbau para wisatawan untuk berhati-hati. 

Suhu dingin ekstrem dapat membahayakan kesehatan bagi wisatawan yang ingin menikmati fenomena es di hamparan rumput dan dedaunan pada puncak Dieng tersebut. 

Penyebab Embun Es

Beberapa faktor yang berperan terbentuknya embun beku yang didahului suhu dingin ekstrem di Dieng antara lain adalah gerak semu matahari, intrusi suhu dingin dan laju penurunan suhu terhadap ketinggian.Catatan pihaknya, kejadian fenomena embun upas di kawasan Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara pada Tahun 2021 diawali pada Bulan Mei, tepatnya tanggal 10 Mei 2021. 

Kejadian berikutnya terjadi pada tanggal 7 Juli 2021 dan berita terakhir di tahun 2021 menyebutkan terjadi lagi selama 2 hari berturut-turut pada tanggal 15-16 Juli 2021. Kemudian pada tahun 2022 embun upas terjadi lebih dini yakni di awal tahun 2022 tepatnya tanggal 04 Januari 2022. Ini merupakan suatu anomali dari suatu kejadian embun upas yang disebabkan kondisi meteorologis saat itu memenuhi syarat terjadinya embun upas.

Kemudian kejadian fenomena embun upas kedua di tahun 2022 terjadi pada tanggal 30 Juni 2022, dan yang terakhir  terjadi baru baru ini pada tanggal 25 Juli 2022. 

baca juga

Fenomena suhu dingin malam hari dan Embun beku di lereng pegunungan Dieng lebih disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung. Pada saat puncak kemarau, memang umumnya suhu udara lebih dingin dan permukaan bumi lebih kering.  Pada kondisi demikian, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa. 

"Itu yang menyebabkan suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan. Selain itu kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara, " katanya

Pada kondisi puncak kemarau saat ini di Jawa, beberapa tempat yang berada pada ketinggian, terutama di daerah pegunungan, diindikasikan akan berpeluang mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0 derajat celsius. Ini disebabkan molekul udara di daerah 
pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan. Terlebih pada saat cuaca cerah tidak tertutup awan atau hujan.

Uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput. Air embun yang menempel di pucuk daun atau rumput akan segera membeku yang disebabkan karena suhu udara yang sangat dingin, ketika mencapai minus atau nol derajat. Sehingga terjadilah embun upas/embun beku di daerah tersebut. 

Di Indonesia, beberapa tempat pernah dilaporkan mengalami fenomena ini, yaitu daerah dataran tinggi Dieng, Gunung Semeru dan pegunungan Jayawijaya, Papua. Kejadian Embun Upas merupakan fenomena yang dapat terjadi dan biasa terjadi tiap tahun. 

Embun Upas di Dataran Tinggi Dieng dapat terjadi jika memenuhi syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Memasuki bulan-bulan musim kemarau (Mei-September), anomali jika terjadi pada musim hujan.

2. Suhu udara di bagian selatan Jawa Tengah terasa lebih dingin (biasanya suhu maksimum tidak lebih dari 30 derajat celcius).

3. Di tempat kejadian langit cenderung bersih awannya (clear sky), tidak terjadi hujan dan udara dekat permukaan lebih dingin saat malam hingga pagi hari  (mendekati atau bahkan dibawah 0 derajat celcius ini juga yang terjadi di Dataran tinggi Dieng).

4. Rendahnya kelembaban udara baik di tempat kejadian maupun daerah di sekitarny

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Tokoh Daerah di Jateng Meninggal saat Olahraga

Dua Tokoh Daerah di Jateng Meninggal saat Olahraga

Purwokerto | Rabu, 20 Juli 2022 | 14:34 WIB

Berita Duka, Mantan Wakil Bupati Banjarnegara Meninggal Dunia

Berita Duka, Mantan Wakil Bupati Banjarnegara Meninggal Dunia

Purwokerto | Minggu, 17 Juli 2022 | 21:13 WIB

Menahan Dingin di Candi Arjuna Dieng, Wisatawan Sedih Embun Es Ingkar Datang

Menahan Dingin di Candi Arjuna Dieng, Wisatawan Sedih Embun Es Ingkar Datang

Purwokerto | Sabtu, 02 Juli 2022 | 19:27 WIB

Terkini

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:48 WIB

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

×