PURWOKERTO.SUARA.COM Ikatan antara orang tua dan anak merupakan hal yang penting. Hubungan yang hangat antara keduanya akan membuat anak merasa disayangi. Disis lain orang tua juga ingin untu selalu menghabiskan waktu bersama anak.
Menurut Psikolog sekaligus Co-Founder Rumah Psikologi, Saskhya Aulia Pria mengungkapkan, orang tua yang menghabiskan waktu untuk anak-anaknya akan sangat berpengaruh pada pertumbuhannya. Jadi sesibuk apapun orang tua harus tetap memiliki waktu untuk buah hati.
Ia menjelaskan, tidak masalah kegiatan yang dilakukan selama anak tersebut merasa bahagia maka hal tersebut sangat baik untuk pertumbuhannya.
Saskhya juga mengungkapkan, saat menghabiskan waktu bersama, orang tua dapat melakukan kegiatan sederhana yang dapat melibatkan dan semakin mendekatkan dengan anak.
Orang tua juga dapat mengajak anak untuk menentukan kegiatan apa yang dapat dilakukan. Jadi anak akan dengan senang hati melakukan aktivitas tersebut, karena akan merasa dihargai.
“Kita kan kalau mau menghabiskan waktu bersama fokusnya ke anak ya, jadi memang harus dilibatkan mereka. Misalnya mau melakukan apa untuk menghabiskan waktu, bisa tanya anak apa yang bisa dilakukan untuk membuatnya senang, jadi anak dilibatkan dalam perencanaan,” jelasnya.
Selain itu, Saskhya juga mengatakan, waktu yang dihabiskan juga tidak harus lama. Menurutnya, setidaknya ada 20-30 menit waktu orang tua untuk menjalin ikatan dengan anaknya.
“Kalau lima menit terlalu singkat, jadi 20 sampai 30 kayaknya cukup, enggak terlalu panjang dan pendek dan bisa ngapain aja, biarin juga melakukan yang dia suka jadi bondingnya lebih cepat, selama tidak berbahaya, tidak mengganggu sekitar, dan tidak menyakiti diri sendiri,” ungkap Saskhya.
Meskipun demikian, masih banyak orang tua yang sulit menyisihkan waktu untuk anaknya. Hal tersebut karena beberapa orang tua terlalu sibuk dan bekerja hingga malam.
Baca Juga: Jadi Buron KPK, PBNU Belum Pecat Mardani Maming
Menurut Saskhya, hal tersebut memang akan memengaruhi pertumbuhan anak. Namun, jika memang terlalu sibuk setidaknya ada komunikasi antara orang tua dan anak seperti bertanya apa yang sedang dilakukan atau hal-hal lainnya.
Ia juga menjelaskan, kalaupun memang sulit dan hanya bisa saat weekend, orang tua harus bisa memaksimalkan waktu tersebut untuk anaknya. Jadi meskipun komunikasi sedikit saat weekday, nantinya saat libur perhatiannya bisa penuh kepada anaknya.
“Kalau memang ketemunya hanya weekend karena satu dua hal tertentu, enggak apa-apa selama di hari itu quality timenya buat anak dapat, dan tiap hari ada komunikasi lah entah itu video call atau ngobrol, jadi kalo bisa pas ketemu perhatiannya penuh untuk anak,” pungkasnya