Mengenal Api Abadi Mrapen, Sumber Nyala Obor Even Olahraga Internasional

Purwokerto

Senin, 01 Agustus 2022 | 23:51 WIB
Mengenal Api Abadi Mrapen, Sumber Nyala Obor Even Olahraga Internasional
obor api pada asean para games Solo (pemkotsurakarta)

PURWOKERTO.SUARA.COM, SURAKARTA- ASEAN Para Games ke-11 tahun 2022 yang digelar di Kota Solo dibuka dengan torch relay atau estafet obor. Acara tersebut diikuti oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sandiaga Uno), Walikota Surakarta (Gibran Rakabuming Raka), Wakil Walikota Surakarta (Teguh Prakosa), sejumlah pejabat daerah, perwakilan atlet, dan beberapa artis ibukota. 

Menariknya, api yang digunakan dalam obor tersebut berasal dari Api Abadi Mrapen. Api Abadi Mrapen bberada di Desa Manggarmas, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. 

Pengambilan api dilakukan secara estafet yang pertama kali diambil oleh Direktur III Bidang Pendukung Pertandingan Indonesia National Paralympic Organization Comittee (INASPOC), Hendri Oka. Kemudian, diserahkan kepada Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno. Lalu, diteruskan ke Bupati Grobogan, Sri Sumarni, dan terus berlanjut hingga bersemayam di Balaikota Surakarta.

Mengutip dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah,  Api Abadi Mrapen konon telah ada sejak zaman Kerajaan Demak. Cerita yang berkembang, bermula, ketika Raden Patah ingin menata Demak sebagai pusat pemerintahan. Hal inilah yang mendorongnya melakukan ekspedisi dan dipimpin oleh Sunan Kalijaga. 

Di tengah perjalanan, rombongan beristirahat di Mrapen. Karena tidak menemukan sumber air, kemudian Sunan Kalijaga bersemedi memohon kepada Tuhan agar diberi air untuk bisa diminum rombongan. Maka, ditancapkan tongkat wasiat miliknya ke tanah. Seketika, saat dicabut bukan air yang keluar, melainkan api. 

Namun, berdasarkan penelitian dinamakan api abadi, karena diketahui nyala api tersebut tidak pernah padam. Hal ini disebabkan adanya peristiwa geologi, yakni keluarnya gas alam dari dalam tanah. Gas tersebut keluar tepat berada di titik tempat api tersulut. Maka, meskipun diguyur hujan sekalipun, api tersebut tidak pernah padam. 

Api Abadi Mrapen banyak digunakan untuk acara-acara penting dan bersejarah, antara lain Pesta Olahraga Internasional Ganefo yang digelar pada 1 November 1963, Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, ASEAN Para Games, dan bahkan perayaan Hari Trisuci Waisak di Candi Borobodur. 

Terlepas dari nilai sejarah yang ada, tujuan digunakannya api itu adalah sebagai simbol untuk mengobarkan semangat agar terus membara saat melakukan kompetisi maupun pertandingan, seperti layaknya Api Abadi Mrapen yang tak pernah padam.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lowongan Terbaru PT KAI untuk Lulusan SLTA hingga S1, Yuk Cek Syaratnya!!

Lowongan Terbaru PT KAI untuk Lulusan SLTA hingga S1, Yuk Cek Syaratnya!!

Purwokerto | Senin, 01 Agustus 2022 | 22:28 WIB

BI Ungkap Inflasi Pangan Akan Menurun Mulai Agustus

BI Ungkap Inflasi Pangan Akan Menurun Mulai Agustus

Purwokerto | Senin, 01 Agustus 2022 | 22:15 WIB

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terbaring di Kompleks Setda Banyumas

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terbaring di Kompleks Setda Banyumas

Purwokerto | Senin, 01 Agustus 2022 | 19:31 WIB

Terkini

Dari Kotak Amal hingga Burung Kicau: Jejak 19 Kriminal Malang yang Berakhir di Tangan Polisi

Dari Kotak Amal hingga Burung Kicau: Jejak 19 Kriminal Malang yang Berakhir di Tangan Polisi

Malang | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:55 WIB

Kenapa Lipstik Matte Bikin Bibir Kering? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lipstik Matte Bikin Bibir Kering? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:53 WIB

Vonis Chromebook: Titik Balik Penegakan Hukum atau Sekadar Kasus Besar?

Vonis Chromebook: Titik Balik Penegakan Hukum atau Sekadar Kasus Besar?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:45 WIB

Bersih Maksimal! 4 Bubble Cleanser yang Ampuh Angkat Kotoran di Wajah

Bersih Maksimal! 4 Bubble Cleanser yang Ampuh Angkat Kotoran di Wajah

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:45 WIB

Anisa Alumnus Unair Meninggal saat Mengikuti Latsarmil Kopdes Merah Putih

Anisa Alumnus Unair Meninggal saat Mengikuti Latsarmil Kopdes Merah Putih

Jatim | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:42 WIB

Buka Era Baru, ENHYPEN Bagikan Kehangatan dan Harapan di Lagu We'll Be Fine

Buka Era Baru, ENHYPEN Bagikan Kehangatan dan Harapan di Lagu We'll Be Fine

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:41 WIB

Indonesia Darurat Judi Online: Siapa yang Sebenarnya Bertanggung Jawab?

Indonesia Darurat Judi Online: Siapa yang Sebenarnya Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:37 WIB

Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak

Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:37 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Telur Kompak Turun, Minyak Goreng Kemasan Masih Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:24 WIB

×