Kenapa Banyak Dukun Dipanggil Gus? Ini Muasalnya

Purwokerto

Senin, 15 Agustus 2022 | 07:38 WIB
Kenapa Banyak Dukun Dipanggil Gus? Ini Muasalnya
dukun (ilustrasi)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Konflik Pesulap Merah dengan Gus Samsudin masih menjadi topik hangat yang diperbincangkan akhir-akhir ini. Muasalnya Pesulap Merah membongkar modus perdukunan yang ternyata penuh trik bahkan penipuan. 

Masalah itu berbuntut panjang. Banyak dukun yang tidak terima dan gerah dengan keberanian Pesulap Merah yang terus menguliti profesi mereka. Ada yang berusaha menyantet, hingga melaporkan Pesulap Merah ke polisi. 

Fenomena dukun di bumi nusantara tidak terbantahkan. Banyak masyarakat nyatanya masih memercayai kehebatan dukun untuk membantu memecahkan problem mereka, mulai penglaris, pesugihan, pengobatan, hingga perjodohan.  

Bukan hanya kalangan masyarakat bawah saja yang memercayai, banyak pula kalangan masyarakat atas, baik secara ekonomi maupun intelektual atau pendidikan tinggi menggunakan jasa dukun untuk membantu hajat mereka. 

Tak ayal, dukun mendapat posisi terhormat bagi sebagain masyarakat. Ini melahirkan pengkultusan terhadap mereka. Lihat saja dari panggilan-panggilan istimewa dukun, mulai mbah, ki, kyai, ustaz, hingga gus. 

Panggilan Gus sendiri sebenarnya sudah populer di kalangan santri. Gus adalah panggilan untuk anak seorang kyai (laki-laki), biasanya di pesantren, sebagai penghormatan terhadap orang tuanya yang berjasa mengajarkan ilmu agama. 

Tidak ada hubungan derajat keilmuan agama dengan sapaan Gus di pesantren.  Artinya, entah dia menguasai ilmu agama atau tidak, anak seorang kyai di pesantren wajib dipanggil gus. Panggilan kehormatan juga berlaku untuk putri seorang kyai dengan sebutan Ning. 

Karenanya, seorang Gus belum tentu ulama atau perilakunya Islami. Sebaliknya, seorang yang menguasai berbagai disiplin ilmu agama, tidak bisa dipanggil Gus jika dia bukan anak kyai, atau hanya anak petani maupun profesi lain misalnya. 

Jadi jelas, fenomena dukun dipanggil Gus, adalah sebutan yang mungkin diciptakan sendiri untuk mendapat kehormatan di mata masyarakat atau pasiennya. Sebutan itu juga dapat menegaskan bahwa dia bukan orang sembarangan. Sehingga bisa dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 

baca juga

Kemungkinan kedua, sebutan Gus untuk dukun lahir dengan sendirinya dari para pengikut atau pasiennya. Ini karena pengkultusan mereka terhadap orang yang dianggap memiliki kelebihan di antara lainnya. 

Bukannya sudah dari dulu, karakter masyarakat kita yang inferior, selalu mencari orang yang bisa diikuti ucapan dan tindakannya, lalu mengultuskannya.   Rasanya jarang, masyarakat mau memanggil dukun yang mereka percayai dengan sebutan Mas, Pak, atau namanya langsung. 

Jadi jelas, kenapa Dukun punya nama lain Orang Pintar. Karena dia memang pintar, di lingkungan orang-orang bodoh yang mengikutinya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berhasil Swasembada Beras saat Masa Sulit Pandemi, Indonesia Dapat Penghargaan FAO

Berhasil Swasembada Beras saat Masa Sulit Pandemi, Indonesia Dapat Penghargaan FAO

Purwokerto | Senin, 15 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Ni Ketut Mayoni, Perempuan Hindu yang Jadi Magister Manajemen Pendidikan Islam di UIN Mataram

Ni Ketut Mayoni, Perempuan Hindu yang Jadi Magister Manajemen Pendidikan Islam di UIN Mataram

Purwokerto | Minggu, 14 Agustus 2022 | 22:21 WIB

Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto Merasa Dibohongi soal Kasus Kematian Brigadir J, Saya Marah Sekali

Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto Merasa Dibohongi soal Kasus Kematian Brigadir J, Saya Marah Sekali

Purwokerto | Minggu, 14 Agustus 2022 | 22:06 WIB

Terkini

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:46 WIB

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:29 WIB

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:23 WIB

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:05 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Banten | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:48 WIB

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Jatim | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:41 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB