purwokerto

Tak Disangka, Leluhur Presiden Jokowi Pernah Berperang dengan Joko Tingkir!

Purwokerto Suara.Com
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 13:56 WIB
Tak Disangka, Leluhur Presiden Jokowi Pernah Berperang dengan Joko Tingkir!
ilustrasi pendekar

PURWOKERTO.SUARA.COM - Saat ini sedang ramai membahas lagu "Joko Tingkir Ngumbe Dawet". Meskipun sejumlah ulama mengkritik dan mengecam lagu tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap merequest lagu tersebut usai upacara HUT RI di istana negara. Meskipun pada akhirnya lagu tersebut tidak dinyanyikan oleh Farel Prayoga saat pentas Istana Merdeka, Rabu (17/8/2022). 

Cerita ini tidak ada kaitan dengan kejadian tersebut.

Menilik catatan sejarah dari berbagai sumber, Joko Tingkir merupakan Raja atau Sultan Kesultanan Pajang yang memiliki nama lain Sultan Hadiwijawa atau Mas Karebet. Jika ditilik leluhur dari Presiden Jokowi, ternyata sangat berkaitan dengan peperangan dan kekalahan Kesultanan Pajang saat Joko Tingkir berkuasa. 

Joko Widodo konon merupakan keturunan dari Ki Juru Martani, Patih pertama dan ahli strategi Kesultanan Mataram Islam di Kotagedhe. Saat itu Sultan pertama adalah Danang Sutawijaya atau dikenal dengan Panembahan Senopati yang merupakan putera dari Ki Ageng Pamanahan.  

Selain sebagai patih dan penasehat, Ki Juru Martani sekaligus sebagai kakak kandung ibu dari Panembahan Senopati yang bernama Nyai Sabinah. Berarti pakdhenya Sultan Pertama Kesultanan Mataram.

Danang Sutawijaya sejak kecil telah dijadikan sebagai anak angkat oleh Sultan Hadiwijaya. Ia adalah seorang pemuda yang cakap, serta menguasai olah kanuragan. Selanjutnya, ia diajak oleh Ki Ageng Pamanahan dan Ki Juru Mertani untuk ikut sayembara mengalahkan Arya Penangsang yang diadakan oleh ayah angkatnya (Joko Tingkir). 

Pada akhirnya, Danang Sutawijaya berhasil mengalahkan Arya Penangsang dan sebagai hadiahnya, Sultan Hadiwijaya memberikan Ki Ageng Pamanahan tanah di wilayah Hutan Mentaok, yang saat ini adalah Kotagedhe. 

Setelah ayahnya wafat, Danang Sutawijaya menggantikan ayahnya memimpin wilayah tersebut dan Ki Juru Martani sebagai penasehat. perlahan-lahan wilayah yang dinamakan Mataram dibangun di Hutan Mantaok itu berkembang pesat. Bukan hanya perekonomiannya yang berkembang, tetapi juga armada perangnya. 

Saat wilayah Mataram Kotagedhe lahir hingga berkembang, Danang Sutawijaya tidak pernah ke Kasultanan Pajang untuk bertemu ayah angkatnya. Sultan Hadiwijaya alias Joko Tingkir pun beberapa kali mengirmkan utusannya, namun anak angkatnya itu tetap tidak mau ke Pajang. 

Baca Juga: Kronologi Dua Truk Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, 2 Orang Tewas


Ki Juru Martani Membantu Mengalahkan Pasukan Joko Tingkir


Peran Juru Martani terlihat saat Mataram berperang melawan Pajang. Konon saat itu Ki Juru Martani berangkat bertapa ke puncak Gunung Merapi dan meminta bantuan penguasa alam ghaib di sana.

Hasilnya, pada tahun 1582, ketika Pajang yang dipimpin Joko Tingkir hendak menyerang Mataram yang dipimpin Panembahan Senopati (Sutawijaya), Gunung Merapi tiba-tiba meletus. Laharnya menerjang pasukan Pajang, sehingga Joko Tingkir dan pasukannya mundur dan balik ke Pajang.

Setelah kegagalan tersebut, Joko Tingkir menderita sakit dan tidak lama kemudian wafat. Ia digantikan menantunya, yakni Arya Pangiri. Akan tetapi, Pangeran Benawa yang merupakan anak kandung Joko Tingkir tidak terima dan meminta bantuan kepada Mataram. 

Setelah Mataram dan Pangeran Benawa menang melawan Arya Pangiri, tahta Kesultanan Pajang dipimpin oleh Benawa. Akan tetapi, kepeminpinan tidak berlangsung lama. 

Pangeran Benawa memilih turun tahta dan fokus berdakwah menyebarkan agama Islam. Kesultanan Pajang yang dianggap penerus Demak, kemudian akhirnya berada di bawah wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram Islam yang saat itu dipimpin Panembahan Senopati yang didampingi oleh Ki Juru Martani sang ahli taktik sekaligus patih. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI