PURWOKERTO.SUARA.COM - Manchester United mengamankan tiga poin kontra Liverpool pada pekan ketiga Liga Inggris di Old Trafford, Selasa dinihari, 23 Agustus 2022. Kemenangan perdana Manchester United ini diraih setelah Erik Ten Hag mengambil keputusan berani mencadangkan Ronaldo dan kapten tim, Harry Maguire.
Jadon Sancho dan Markus Rashford menjadi penyumbang gol Manchester United. Ini merupakan kemenangan perdana setelah sebelumnya takluk dari Brighton dan Brentford.
Sementara Liverpool tak seberuntung Manchester United. The Reds sekalipun mengecap kemenangan dalam tiga laga awal Liga Inggris. Liverpool ditahan imbang Fulham dan Crystal Palace.
Mohamed Salah mencetak gol yang memangkas ketertinggalan menjadi 2-1 ketika laga menyisakan waktu 10 menit. Namun Kebangkitan Liverpool sedikit terlambat. Hingga permaianan usai, skor masih 2-1 untuk MU.
Mengutip The Athletics, kemenangan MU tak lepas dari strategi Ten Hag. Ia banyak memainkan pemain muda untuk menakan Liverpool.
"Kita semua tahu Liverpool adalah tim yang sangat baik dan kamu harus bermain menekan. Kamu harus melakukan itu di luar rintangan dan butuh energi, itu kenapa kita memainkan Rashford, Sancho, Elanga," kata Ten Hag.
MU keluar dari jebakan di 15 menit pertama. MU bermain tidak jauh berbeda dengan Projek Pembaruan MU yang bergulir sejak 2019-2020. Tiga pemain depan Ten Hag dengan cepat berlari di belakang ketika sedang berlangsung transisi dari bertahan ke menyerang. Mereka mencari celah lini tengah Liverpool yang tanpa diperkuat Fabinho.
Dalam bertahan, Raphael Varane dan Lisandro Martinez bermain dengan sederhana, bertahan di area pinalti dan agresif saat berduel satu lawan satu. Martinez terutama tampak makin percaya diri dengan soliditas rekan bek tengahnya dan bek kiri Tyrell Malacia.
Ten Hag memilih Anthony Martial daripada Ronaldo yang kini berusia 37 tahun pada paruh waktu. Masih ada waktu dan tempat untuk Ronaldo di lini depan, namun bukan sekarang waktunya.
Ada Apa dengan Lini Tengah Liverpool?
Sebuah kehilangan besar bagi Liverpool tanpa Fabinho sebagai starter. Hal ini tampak jelas sebagai keputusan yang buruk, namun masalah lini tengah Liverpool jauh lebih parah dari itu.
Jordan Henderson, James Milner dan Harvey Eillott lesu dan mudah ditaklukan. Tidak ada perlawanan, tak ada adu fisik. Mereka juga tak memiliki kreativitas permainan dan sedikit sekali penjagaan di lini belakang mereka.
Dulu kebalikannya, lini tengah Klopp menggilas lawan mereka, tak memberi ruang kepada lawan dan memastikan wilayah dikendalikan dan didominasi.
Cedera semakin memperparah kondisi Liverpool. Naby Keita adalah rekrutan lini tengah terakhir setelah Thiago, Curtis Jones dan Alex Oxlade-Chamberlain. Namun masalah ini kini membesar.
Klopp bisa berkata tak membutuhkan gelandang atau sudah memiliki skuat yang kuat. Namun kenyataannya tidak demikian musim ini. Mereka justru terpuruk dan perlu segera berbenah sebelum terlambat.
Menganalisis Gol Pembuka MU yang Brilian
Meski MU memanfaatkan Liverpool melalui jeda istirahan, gol pembuka MU tampak seperti skuat Ten Hag ketika mengalahkan Liverpool pada laga pra musim. Ten Hag membuat keputusan yang jelas tentang bek sayap yang bermain melebar dan gelandang sayap yang menusuk ke dalam.
Jadon Sancho mencatat 11 passing dan MU mengerahkan lima pemain dengan mendorong Eriksen bersama Anthony Elanga. Ini membuat duel dua lawan satu melawan Trent Alexander-Arnold bek sayap yang kerap dikritik karena penempatan diri ketika bertahan dan fokus saat berduel.
Alexander-Arnold terlalu kaku saat menguasai bola dan tak bisa dengan cepat berputar mengejar Elanga.
Firmino Gagal Memimpin Lini Depan
Dengan sanksi larangan bermain Darwin Nunez, Roberto Firmino memimpin di lini depan. Ia harus turun menjemput bola dan posisinya pada babak pertama bahkan lebih dalam dari James Milner.
Ini menjadi masalah mengingat MU bertahan di tengah dan tidak terlalu menakan. Pada kesempat itu pelari di luar garis pertahanan diperlukan bukan saja untuk memanfaatkan ruang di belakang tetapi juga untuk mendorong empat bek lebih dalam dan menciptakan lebih banyak ruang bagi gelandang untuk bermain.
Tapi Firmino yang turun lebih dalam hanya menyumbat ruang tengah dan tiga rekan setimnya yang paling sering ia oper adalah Harvey Elliot (10), Jordan Henderson dan James Milner (masing-masing tujuh). Ia tak mampu membawa Salah dan Luis Diaz ke dalam permainan.