PURWOKERTO.SUARA.COM - Pembalap Repsol Honda Marc Marquez dinyatakan fit untuk menggeber RC213V. Tidak ada masalah dengan lengan kanannya yang dioperasi tiga bulan silam. Ia sudah bebas menggerakkan lengan kanannya hingga bisa turun ke lintasan.
“Fit! Cek medis selesai! Selasa depan saya akan kembali ke MotoGP di tes Misano,” kata Marquez lewat media sosialnya yang juga diumumkan oleh laman resmi MotoGP.
Marc Marquez mendapat lampu hijau dari tim medis untuk kembali menunggangi motornya untuk menjalani tes ofisial MotoGP di Sirkuit Misano, San Marino.
Sebelum menjalani pemeriksaan medis di Misano, awal pekan ini Marquez juga telah diizinkan berlatih di atas motor dan menjalani tes dengan Honda CBR600RR di Aragon pada 31 Agustus dan 2 September.
Dikutip dari Antara, sang pebalap Spanyol itu tiba di Misano sejak dua hari lalu setelah mendapati hasil tes positif cedera tulang humerus kanannya.
Juara dunia delapan kali itu mengalami patah lengan kanannya saat GP Spanyol 2020 dan telah menjalani tiga kali operasi. Dia memutuskan rehat dari kompetisi untuk pemulihan setelah GP Italia di Mugello pada Mei lalu.
Sebelumnya, Alberto Puig manajer tim Repsol Honda berharap Marquez dapat mengendarai kembali RC213V di Misano untuk membantu pengembangan motor 2023. Puig mengatakan tes di Misano akan sangat penting untuk menentukan arah pengembangan purwarupa motor untuk tes Valencia.
“Beberapa waktu lalu kami harus sedikit bergantung kepada Pol (Espargaro) dan kemudian kepada test rider. Tapi pastinya yang paling tahu motor ini dari pengalamannya. Marc sangat mengenal motor ini karena dia telah memenangi banyak balapan,” kata Puig.
Bukan karena pembalap lain tidak paham dengan motor itu, tentunya para penunggangnya mengerti, tapi satu yang sangat memahaminya adalah Marc yang telah menang lebih banyak dengan motor itu dan mengetahuinya.
Baca Juga: Lahirkan Juara Baru, Berikut Daftar Pemain Bulutangkis yang Berlaga di Final Japan Open 2022
“Apabila dia tidak ada di Misano, ini bukan jadi alasan, tapi membuat tugas kami sedikit lebih sulit,” pungkasnya.* (ANIK AS)