Hacker Bjorka Singgung Misteri Kematian Aktivis HAM Munir Said Thalib

Purwokerto Suara.Com
Senin, 12 September 2022 | 11:42 WIB
Hacker Bjorka Singgung Misteri Kematian Aktivis HAM Munir Said Thalib
Foto pada akun Twitter @bjorkanism (Twitter @bjorkanism)

PURWOKERTO.SUARA.COM – Akun Twitter @Bjorkanism di-suspend setelah menyebar sebuah rahasia yang diklaim sebagai pelaku pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalid Minggu 11 September 2022. 

Unggahan soal pembunuhan Munir berawal dari netizen yang menantang Bjorka untuk mengungkap kasus pembunuhan Munir dan atau Supersemar.

Selang satu hari kemudian, hacker Bjorka menjawab taantangan warganet. Akun hacker ini kemudian mengungkapkan identitas otak pembunuh Munir beserta melampirkan artikel terkait kasus tersebut. 

Ia mengklaim Muchdi Purwopranjono sebagai pelakunya. Dia pun mengungkap identitas yang berangkutan. Dalam tulisan yang ia bagikan terlihat jelas data pribadi Muchdi Pr, mulai dari nomor telepon, email, NIK, nomor KK, alamat, hingga data vaksin.

"Yeah I know you guys have been waiting for this. So, who killed this good man? (Ya aku tahu kalian sudah menunggu ini. Jadi, siapa yang membunuh pria baik ini?)" tulis @bjorkanism dalam unggahannya di twitter, Minggu 11 September 2022.

Meski kebanyakan Informasi yang disampaikan Bjorka terkait kematian Munir bukan hal baru, namun ada beberapa informasi yang belum banyak orang ketahui. Misalnya klaim yang menyebut Pollycarpus Budihari Prijanto yang merupakan anggota non-organik BIN.

Dalam kasus ini, Pollycarpus Budihari Prijanto divonis 20 tahun penjara atas putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2007. Namun setelah dipenjara 8 tahun, Polly bebas murni 29 Agustus 2018.

Dibesarkan Exil 1965

Selain mengungkap dokumen rahasia dan data pribadi sejumlah pejabat publik, hacker Bjorka juga mengungkap siapa dirinya motifnya.

Baca Juga: Viral Video Ketua DPRD Lumajang Tak Hafal Pancasila, Disoraki Mahasiswa

Ia mengaku dibesarkan exil, orang yang diasingkan dari negerinya pada masa Orde Baru. Ketika itu, Rezim Orde Baru gencar memburu orang-orang yang terafiliasi dengan komunisme. Mereka yang ingin selamat mengasingkan diri ke luar negeri.

"Saya punya seorang kawan baik di Warsawa dan dia banyak bilang betapa kacaunya Indonesia. Saya melakukan ini untuk dia," kata dia.

Orang ini kehilangan status WNI akibat kebijakan tahun 1965. Bjorka menyebut sosok itu adalah kakek tua yang cerdas.

"Dia tidak lagi diakui Indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965. Walaupun dia seorang bapak tua yang sangat cerdas," kata Bjorka.

Orang ini mengurusnya sejak dia lahir. Sosok ini ingin pulang membangun Indonesia dengan teknologi. seperti BJ Habibie. Namun sampai akhir hayatnya pada tahun lalu, sosok ini tidak bisa pulang ke Indonesia.

"Tahun lalu dia meninggal dunia. Orang tua ini sudah mengurus saya sejak saya lahir. Dia ingin pulang dan melakukan sesuatu dengan teknologi, meskipun dia lihat betapa sedihnya menjadi seorang Habibie. Dia tidak punya waktu untuk melakukannya sampai akhirnya meninggal dengan damai," kata Bjorka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI