PURWOKERTO.SUARA.COM, KOTABARU - Longsor terjadi di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Hal tersebut tersebut dikarenakan hujan deras yang mengguyur, sehingga tanah galian tambang emas di Buluh Kuning, Kecamatan Sei Durian longsor pada Senin (26/9) pukul 19.00 WIB.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, longsor tersebut menyebabkan 6 orang meninggal dunia. Ia menerangkan, data yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Kamis (29/9), menyebutkan 5 orang masih dalam pencarian, dan 6 orang lainnya dilaporkan luka-luka.
"Tidak ada laporan kerugian materil akibat kejadian ini. Hingga siaran pers ini dikeluarkan, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru, Badan SAR, TNI/Polri, dan relawan masih melakukan pendataan korban maupun kerugian yang mungkin timbul. Pencarian korban yang hilang juga masih berlangsung," ujar Muhari dalam saiaran tertulisnya.
Ia melanjutkan, rencananya, alat berat akan diturunkan dan dioperasikan mulai Jumat ini untuk mendukung proses pencarian.
Muhari menerangkan, sebagai antisipasi dan mencegah terjadinya bencana susulan, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan.
Ia mengimbau, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan.
"Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu," pungkas Muhari. (Arif KF)