Ribuan Suporter Banyumas Tuntut Polisi Tak Gunakan Gas Air Mata Dalam Sepakbola

Purwokerto

Selasa, 04 Oktober 2022 | 11:54 WIB
Ribuan Suporter Banyumas Tuntut Polisi Tak Gunakan Gas Air Mata Dalam Sepakbola
Ribuan Aliansi Suporter Banyumas menggelar doa bersama dengan menyalakan seribu lilin untuk mendoakan korban tragedi Kanjuruhan Malang di kompleks Alun-alun Purwokerto, Senin (3/10/2022) (Anang Firmansyah)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Ribuan warga pecinta sepakbola yang mengatasnamakan diri Aliansi Suporter Banyumas menggelar aksi doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang di kompleks Alun-alun Purwokerto, Senin (3/10/2022). Dalam aksi tersebut, masa aliansi menyalakan lilin dan bernyanyi bersama dengan membawa berbagai poster bernada tuntutan serta doa untuk para korban.

Kordinator Aliansi Suporter Banyumas, Yustiono menjelaskan masa yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari berbagai macam komunitas suporter. Diantaranya Laskar Bombastik, Knight Rebel, Aremania Satria Purwokerto, Viking Satria Purwokerto, The Jak Purwokerto, serta Bonek Purwokerto.

"Kemarin baru saja terjadi tragedi kemanusiaan yang paling parah selama ada persepakbolaan di Indonesia. Acara ini sebagai wujud penghormatan kepada kawan kita suporter yang sudah meninggal maupun yang masih berada di Rumah Sakit sehingga menggelar doa bersama dengan menyalakan seribu lilin," katanya saat ditemui disela acara, Senin (3/10/2022) malam.

Dirinya tidak mengira jika banyak para suporter yang antusias untuk menghadiri doa bersama tersebut. Karena acara ini digelar secara spontan dan persiapan yang sebentar.

Menurutnya, selain doa bersama ada dua tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut. Yang pertama permasalahan penggunaan gas air mata di dalam pertandingan sepakbola.

"Jelas ini yang namanya gas air mata sangat-sangat dilarang. Dalam arti resiko dan konsekuensinya kepada suporter luar biasa karena kemarin sudah seperti itu. Ini jelas-jelas dilarang oleh FIFA. Regulasinya sudah diatur tidak diperbolehkan. Jadi kita menolak dengan penggunaan gas air mata," terangnya.

Lalu tuntutan yang kedua menurut Yusti, mengenai jam tayang untuk pertandingan sepakbola Liga 1 dan 2. Ia mempertanyakan jam tayang yang terlalu malam. Terlebih pada pertandingan dengan rivalitas tinggi.

"Ini kita menolak jam tayang pertandingan sepakbola yang terlalu malam oleh TV swasta. Itu dua tuntutan yang kita minta," jelasnya.

Perwakilan Aremania Satria Purwokerto dalam orasinya mengucapkan terimakasih kepada suporter Persibas yang sudah menggelar acara tersebut. 

baca juga

"Nyawa jauh lebih berharga dari segalanya. Kemarin malam buat pembelajaran kita semua. Kedepannya mudah-mudahan lebih baik persepakbolaan Indonesia," tutupnya. (Anang Firmansyah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tanpa Selebrasi, Timnas U-17 Lumat Guam 0-14 di Kualifikasi Piala AFC U-17 2023

Tanpa Selebrasi, Timnas U-17 Lumat Guam 0-14 di Kualifikasi Piala AFC U-17 2023

Purwokerto | Selasa, 04 Oktober 2022 | 06:34 WIB

Kapolres Malang Dicopot Buntut Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Kapolres Malang Dicopot Buntut Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Purwokerto | Senin, 03 Oktober 2022 | 21:35 WIB

Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Ini Anggotanya

Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan Malang, Ini Anggotanya

Purwokerto | Senin, 03 Oktober 2022 | 21:18 WIB

Jokowi Kembali Nyatakan Agar Tragedi Kanjuruhan di usut sampai tuntas

Jokowi Kembali Nyatakan Agar Tragedi Kanjuruhan di usut sampai tuntas

Purwokerto | Senin, 03 Oktober 2022 | 21:12 WIB

Terkini

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Mau Jadikan PSI Mesin Politik

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Mau Jadikan PSI Mesin Politik

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat

Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih, Dorong Aksi Iklim Berkelanjutan

PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih, Dorong Aksi Iklim Berkelanjutan

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:02 WIB

Benteng Terakhir Arema FC! 4 Penjaga Gawang Siap Tempur di Super Legue 2026/2027

Benteng Terakhir Arema FC! 4 Penjaga Gawang Siap Tempur di Super Legue 2026/2027

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:01 WIB

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:54 WIB

3 Fakta Menarik Jelang Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup Mati di Grup G Piala Dunia 2026

3 Fakta Menarik Jelang Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup Mati di Grup G Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:49 WIB

Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Diterjang Abrasi, Kini Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan

Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Diterjang Abrasi, Kini Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:47 WIB

×