PURWOKERTO.SUARA.COM- Gangguan Bipolar atau gangguan mental yang ditandai dengan perubahan yang drastis pada suasana hati. Pada seseorang yang mengalami gangguan ini dapat merasakan perasaan yang bahagia dan beberapa saat kemudian menjadi sangat sedih.
Lalu, Bipolar terbagi menjadi empat tipe gangguan yakni bipolar I, bipolar II, gangguan siklomatik dan unspesific bipolar.
Pada, pembahasan kali ini kita akan mengenal lebih dalam mengenai bipolar tipe 2 yang bentuk gangguannya mirip dengan gangguan bipolar tipe 1.
Bedanya, gangguan bipolar tipe 2 tidak pernah mencapai mania sepenuhnya. Kemudian, untuk peningkatan suasana hati yang kurang intens pada gangguan bipolar tipe 2 disebut dengan episode hipomania.
Pada tipe ini, orang akan lebih sering mengalami episode depresi ynag menjadikan bipolar tipe dua menjadi salah diagnosa. Karena salah satu utama gejala utama dari bipolar tipe 2 adalah gejala depresi.
Lalu, pada bipolar tipe dua diketahui selama episode hipomania suasana hati yang meningkat dapat dimanifestasikan sebagai gejala lekas marah.
Nah, berikut gejala yang dirasakan selama episode hipomania bipolar tipe 2yang dikutip dari halodoc, yaitu:
1.Berpindah-pindah mood dari satu ide ke ide berikutnya
2.Memiliki kepercayaan diri yang berlebihan
3.Bicara cepat, “tertekan” (tidak terputus), dan keras
4.Peningkatan energi, dengan hiperaktif dan penurunan kebutuhan tidur
Perlu diketahui, episode hipomania pada suatu saat dapat berkembang menjadi mania penuh yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi.
Baca Juga: 5 Oleh-oleh Khas Kota Batu yang Wajib Dibeli Selain Apel dan Pastry
Beberapa tindakan yang biasa dilakukan oleh orang yang mengidap gangguan bipolar tipe dua saat di episode hipomania adalah mengambur-hamburkan uang tanpa tau milik siapa, melakukan hubungan seks berisiko dan terlibat dalam perilaku yang impulsif dan dapat berpotensi ke tindakan yang berbahaya.
Namun, hal itu jarang terjadi. Karena kebanyakan pengidap gangguan bipolar tipe 2 lebih banyak mengalami gejala depresi. Gejala ini mirip dengan gejala depresi klinis, yaitu suasana hati tertekan, kehilangan kesenangan dan energi, aktivitas yang rendah, punya perasaan bersalah atau tidak berharga, dan memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup. (citra safitra)