PURWOKERTO.SUARA.COM - Ada momen tak mengenakan pada Denmark Open saat pembawa acara salah menyebut nama negara kedua finalis ganda putra. Dua kesalahan penyebutan negara itu terjadi ketika pasangan Markus Gideon dan Kevin Sanjaya serta Fajar Alfian dan Muhamad Rian Ardianto disebut dari Malaysia.
Pertama penyebutan Markus dan Kevin. Mereka sempat kebingungan dand mencari posisi MC. Mereka sempat mengurungkan naik ke podium. Namun mereka akhirnya naik dengan ekspresi masih kebingungan.
Kali kedua, MC masih melakukan kesalahan. MC menyebut pasangan Fajar dan Rian dari Malaysia. Mereka juga tampak kebingungan sekaligus kesal. Namun mereka tak bisa berbuat banyak. Merekapun naik ke podium dengan ekspresi tak habis pikir.
Komentator pun tak luput menyesalkan kesalahan ini. Komentator sempat menyebut kesalahan penyebutan negara hingga dua kali itu keterlaluan.
"It's little bit too much," ujar dia sambil tertawa.
"Rasanya masih marah melihat momen ini. Bisa-bisanya penyelenggara melakukan kesalahan sangat fatal di turnamen tour dunia dengan level yang tinggi. Kesalahannya nggak cuma satu. Tapi dua sekaligus. Sangat-sangat nggak profesional," cuit akun @ainurohman.
"Para atlet mungkin harus di-briefing kali ya kak. Kalau ada kesalahan bendera, lagu, dan penyebutan negara, langsung walk out aja ke backstage. Terus penyelenggara wajib mengulang seremoni. Pernah liat kejadian di cabor apa gt, atletnya ngeloyor pergi pas salah pengucapan negara," balas akunlainya.
"Lagian ya tu MC masa sekelas Kevin Marcus gatau itu pemain dari mana, bisa bisanya nyebut from Malaysia," ujar akunlainnya.
MC sempat meminta maaf pada laga final lanjutan melalui pengeras suara. Namun permintaan maaf itu disebut tidak proporsional.
Baca Juga: Anies Baswedan Temui Jokowi di Istana Negara, Ada Apa?
"Markus - Kevin dan Alfian dan Rian are fours for Indonesia. We are truely sorry for say," ujar MC.
"Oh gini doank. Nope, unacceptable. She and officials must make separate apology video, and banned her from any tournaments," ujar netizen.
All Indonesian Final Ganda Putra
Sebelum tahun 2022, peringkat 6 dunia tidak pernah memenangkan lebih dari dua gelar dalam setahun. Namun padangan Alfian - Rian memecahkan rekor itu.
“Kami ingin menambahkan lebih banyak gelar, kami tidak ingin berhenti di empat. Ini adalah tahun terbaik untuk kemitraan kami, tetapi kami ingin tahun-tahun mendatang menjadi lebih baik lagi,” kata Alfian.
Ardianto menambahkan: “Kami tidak akan merayakan terlalu lama. Ada lebih banyak hal yang harus dicapai, terutama dengan datangnya Prancis Terbuka. Kami harus tetap fokus.”
Jadi, apa kerugian dari mengalahkan rekan satu tim?
“Kami selalu makan malam bersama. Yang menang harus bayar dan traktir sisanya,” tawa Alfian.