Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 15 Februari 2026 | 11:30 WIB
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
PT Hillcon Tbk (HILL) [Suara.com]
  • Anak usaha PT Hillcon Tbk, PT Hillconjaya Sakti, digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang oleh PT Tri Nusantara Petromine.
  • Harga saham HILL anjlok hingga batas ARB pada 13 Februari 2026, mencerminkan penurunan 57,45% dalam sebulan terakhir.
  • Pemegang saham pengendali menjual 1,85 juta lembar saham pada 12 Februari 2026, meski operasional perusahaan berjalan normal.

Suara.com - PT Hillcon Tbk (HILL). Melalui keterbukaan informasi resmi, manajemen mengungkapkan bahwa salah satu entitas anak usahanya, PT Hillconjaya Sakti, kini tengah menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh PT Tri Nusantara Petromine dengan nomor perkara 26/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Jkt.Pst. Panggilan sidang pertama dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dijadwalkan telah diterima pada 10 Februari 2026.

Merespons kabar negatif tersebut, harga saham HILL mengalami tekanan jual yang sangat masif. Pada perdagangan Jumat (13/2/2026), saham HILL anjlok 13,98% hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) di harga Rp80 per lembar.

Kondisi ini merupakan kelanjutan dari tren negatif hari sebelumnya, di mana pada Kamis (12/2/2026), saham HILL juga longsor 14,68% dan berakhir di posisi ARB.

Akumulasi penurunan dalam satu bulan terakhir telah mencapai angka yang mengkhawatirkan sebesar 57,45%, sementara jika ditarik dalam satu tahun terakhir, saham ini telah "nyungsep" hingga 80,95%.

Antrean jual di harga dasar Rp80 terpantau membeludak hingga mencapai 890 ribu lot pada penutupan pasar akhir pekan, menandakan minimnya minat beli di tengah sentimen hukum yang membayangi anak usaha perseroan.

Pengendali Terus Melepas Kepemilikan

Di tengah kemerosotan harga, pemegang saham pengendali, PT Hillcon Equity Management, terpantau aktif melepas kepemilikan saham mereka.

Berdasarkan laporan tertanggal 12 Februari 2026, pengendali telah menjual sebanyak 1.853.500 lembar saham HILL pada harga rata-rata Rp140. Aksi jual ini membuat kepemilikan Hillcon Equity Management menyusut menjadi 41,41%.

Meski kondisi pasar bergejolak, Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu, memastikan bahwa operasional perusahaan secara umum masih berjalan normal.

"Hingga saat ini kegiatan operasional perseroan masih berjalan," tegasnya dalam laporan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia.

Profil PT Hillcon Tbk (HILL): Dari IPO Hingga Struktur Keluarga

PT Hillcon Tbk merupakan perusahaan holding yang fokus pada jasa kontraktor pertambangan batubara dan nikel.

Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 Maret 2023 dengan harga IPO sebesar Rp1.250 per saham—angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini yang tinggal Rp80.

Berikut adalah rincian profil perusahaan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI

BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:46 WIB

Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran

Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:09 WIB

Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya

Saham DEWA Meroket Usai Langkah Strategis Portofolio, Ini Target Harganya

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:34 WIB

Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI

Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:04 WIB

Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?

Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:59 WIB

Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden

Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:39 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB